Sunday , 20 July 2014
Breaking News >>>

Silahkan Gunakan MESIN PENCARIAN Dibawah ini untuk menemukan Tulisan yang Anda Cari....

Daftar jadi Kontributor Penulis
Home » Berita Perpustakaan » Buruknya Pelayanan dan Manajemen Perpustakaan Nasional?

Buruknya  Pelayanan dan Manajemen Perpustakaan Nasional?
Gedung Perpustakaan Nasional Republik Indonesia.

Buruknya Pelayanan dan Manajemen Perpustakaan Nasional?

Dunia Perpustakaan || Jika anda membuka kompas cetak hari ini Jum’at 18 Februari 2011, coba anda buka Halaman 7 pada kolom OPINI tepatnya di Rubrik REDAKSI YTH:

Sebuah kekecewaan yang luar biasa dari seorang yang berkunjung jauh-jauh dari Yogyakarta menuju Perpustakaan Nasional untuk mencari referensi. Mungkin jika anda yang mengalami akan merasakan kekecewaan yang sama.

Berikut ini kisah dan kesanya dia saat berkunjung ke Perpustakaan Nasional;

Ketika saya berkunjung ke Perpustakaan Nasional di Jalan Salemba Raya, Jakarta Pusat, pertengahan Desember 2010, saya mendapati layanan ditutup selama sebulan sehubungan dengan perbaikan koleksi atau stok opname, kata petugas.

Kegiatan akan dibuka kembali pada 3 Januari 2011. Demikian pengumuman tertulis di sana. Dengan rasa kecewa karena sudah menempuh perjalanan cukup jauh dari Yogyakarta tanpa bisa mengambil informasi penting dari literatur yang saya butuhkan untuk skripsi, sore itu juga saya kembali dengan kereta api ke Yogya. Dengan semangat ingin segera menyelesaikan tugas akademik, saya berangkat lagi ke Jakarta pada 4 Januari 2011.

Ternyata, saya melihat pengumuman yang sudah berubah, yaitu layanan ditutup mulai 4 Januari 2011 sampai 31 Maret 2011. Heran bercampur kecewa, tetapi tanpa bisa mengadu atau marah, saya bertanya lagi kepada petugas di sana, mengapa mereka mengingkari janji awal. Tidak ada satu pun penjelasan memuaskan dari petugas. Hanya ada jawaban, ”Penutupan ini kebijakan pimpinan, kami hanya melaksanakan.”

Semboyan Perpustakaan Nasional adalah ”Perpustakaan Sarana Pintar untuk Pintar”. Bagaimana bisa pintar jika layanan perpustakaan ditutup selama tiga bulan? Jangankan sebulan, satu minggu saja ditutup akan merugikan pengunjung. Walau disebutkan bahwa layanan dialihkan ke alamat lain, bahkan ke situs web tertentu, semua buku yang saya perlukan berada di Salemba. Yang jelas, jadwal ujian skripsi saya mundur, entah sampai kapan.

SURI N SHINTA Perum Nogotirto III B-24, Gamping, Sleman, Yogyakarta

Semoga ini kisah pertama dan yang terakhir dan jangan sampai ada lagi kekecewaan dari para pengunjung perpustakaan Nasional, tentunya dengan syarat, Perpustakaan Nasional terus memperbaiki pelayananya.

119 Total Views 1 Views Today

_____________________________

About Redaksi

Kirimkan Tulisan anda seputar Dunia Perpustakaan dalam bentuk Artikel, makalah, lowongan kerja pustakawan, seminar perpustakaan, dll ke email Redaksi : redaksi@duniaperpustakaan.com

5 comments

  1. baru aja dari perpus nasional tanpa cari informasi kalau lagi ditutup.
    hadeeeuh udah jauh panas nyampe sana cuman bisa becanda bareng satpam dan tukang parkirnya aja. hehe

    • @ Taktakpitak
      Wah, ak sendiri juga heran :(
      Kalaupun karena alasan Stock Opnam (Inventarisasi) tapi seharusnya tidak semuanya ditutup semua untuk pelayananya, perlu di inget kalau itu perpustakaan nasional loch :(
      Sebuah Identitas perpustakaan di sebuah negara bernama Republik Indonesia :(

      *Tapi dirimu sudah mencoba menanyakan ke pihak perpusnas terkait ini ?

  2. begitulah adanya..

  3. karna tidak semua SDM atau orang2 yg di perpusnas mempunyai latar belakang Perpustakaan, jd kurang kesadaran mereka dalam pelayanan terhdap pengguna dan mereka tidak mengerti sistemnya….

  4. Wah…saya kira di perpus saya aja perpus nya terkadang terpaksa saya tutup karena keterbatasan jumlah sdm, ternyata perpusNas jg gitu…aneh..pa perpusNas kekurangan SDM sehingga tutup ampe 1 bulan lebih atawa da sistem yg gak berfungsi…sedang di perpus kecil mcam yg saya kelola aja gitu tu2p 2-3 ari langsung pengguna pd ribut trus efeknya pada tingkat peminjaman dan pengunaan diruang yg mengalami penurunan..duh sedih lah liatnya…pa lg klo yg sekaliber perpusNas tutup…pa yg terjadi????? pa gak da kbijaksanaan tuk mengatasi pemeriksaan koleksi dan perawatan dengan melakukannya secara perbagian…mungkin peminjaman kan bisa d tutup smentara tapi layanan baca di tempat kan tetap bisa d buka trus d tambah layanan foto kopi kan pengguna tdk kecewa jadinya…atawa layanan terbuka diganti dulu dengan sistem layanan tertutup…duh….Indonesiaku….

Leave a Reply

Your email address will not be published.

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>