Saturday , 26 July 2014
Breaking News >>>

Silahkan Gunakan MESIN PENCARIAN Dibawah ini untuk menemukan Tulisan yang Anda Cari....

Daftar jadi Kontributor Penulis
Home » Berita Perpustakaan » Pembangunan Gedung Perpustakaan SD di Ngawen Blora Amburadul ?

Pembangunan Gedung Perpustakaan SD di Ngawen Blora Amburadul ?

Pembangunan Gedung Perpustakaan SD di Ngawen Blora Amburadul ?

Dunia PerpustakaaN || Beberapa proyek pembangunan ruang perpustakaan SD di wilayah Kecamatan Ngawen, Kabupaten Blora, Jawa Tengah, dengan sumber dana alokasi khusus (DAK) tahun anggaran 2011 Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Kabupaten Blora pengerjaannya terkesan amburadul. Beberapa penyedia barang dan jasa dinilai mengerjakan tidak sesuai ketentuan teknis pekerjaan.

Hal itu dikemukakan Kuswanto, Kepala UPTD Dindikpora Kecamatan Ngawen, Kabupaten Blora, seperti dikutip dari lensaindonesia.com, Kamis (27/9/2012) di ruang kerjanya.

Kuswanto mencontohkan, seperti pekerjaan pembangunan ruang perpustakaan di SDN Talokwohmojo 01 dan SDN Sumberejo, Kecamatan Ngawen. Menurutnya, proyek tersebut pembangunannya hanya tambal sulam dari bangunan lama yang telah ada. Padahal, dalam kontrak kerja proyek tersebut seharusnya merupakan proyek bangunan baru.

“Itu cuma di tambal sulam saja, ada tambahan bangunan baru tapi cuma sebagian,” jelasnya.

Tampak seperti di SDN Talakwohmojo 01 dan SDN Gedungsatriyan dalam penjelasan nilai kontrak pekerjaan Rp 183 juta dengan nomor kontrak No: 027/02/22.03/kontrak/SD.PRP.39/2011 tertanggal 01 Nopember2011. Dengan waktu pelaksanaan 1 Nopember 2011 hingga 21 Desember 2011 dengan penyedia jasa CV Griya Laras.

Sesuai fungsi pengawasan, Kuswanto jauh sebelumnya telah memperingatkan kepada penyedia barang jasa dengan meminta penjelasan pekerjaan tersebut, tetapi oleh pihak kontraktor yakni CV Griya Laras menolaknya dan berdalih bukan kapasitas Kuswanto untuk minta penjelasan itu.

“Ketika saya menanyakan pekerjaan tersebut, pihak kontraktor tidak mau memberikan penjelasan dengan alasan itu bukan bagian dari tugas saya. Saya pun diam saja,” terangnya.

Entah alasan apa pihak penyedia jasa menolak Kuswanto, yang jelas dirinya merasa eman-eman atas beberapa pekerjaan yang tidak sesuai dengan harapan. Sementara, bangunan yang pengerjaan sudah rampung sekitar bulan Desember 2011 tersebut kini keadaannya memprihatinkan, banyak terdepat retak pada bangunan yang menjadi gedung perpustakaan tersebut.

138 Total Views 2 Views Today

_____________________________

About Redaksi

Kirimkan Tulisan anda seputar Dunia Perpustakaan dalam bentuk Artikel, makalah, lowongan kerja pustakawan, seminar perpustakaan, dll ke email Redaksi : redaksi@duniaperpustakaan.com

Leave a Reply

Your email address will not be published.

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>