Wednesday , 30 July 2014
Breaking News >>>

Silahkan Gunakan MESIN PENCARIAN Dibawah ini untuk menemukan Tulisan yang Anda Cari....

Daftar jadi Kontributor Penulis
Home » Berita Perpustakaan » Guru Boleh Jadi Pustakawan Jika Memiliki Sertifikat Kompetensi Perpustakaan?

Guru Boleh Jadi Pustakawan Jika Memiliki Sertifikat Kompetensi Perpustakaan?
ilustrasi

Guru Boleh Jadi Pustakawan Jika Memiliki Sertifikat Kompetensi Perpustakaan?

Dunia Perpustakaan || Guru dengan tugas tambahan sebagai kepala laboratorium atau kepala perpustakaan mendapatkan konversi jam mengajar selama 12 jam, asalkan memiliki keterampilan dan komptensi yang dibutuhkan. Namun, hingga saat ini masih banyak guru yang belum memiliki sertifikat kompetensi manajerial lab dan perpustakaan.

Kepala Bidang Pendidikan dan Tenaga Kependidikan (PTK) Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kota Solo, Sulardi, menjelaskan konversi 12 jam itu untuk memenuhi kewajiban minimal para guru untuk mengajar selama 24 jam. Karena berdasarkan hasil pemetaan tidak semua guru dapat menjalankan kewajiban mengajar minimal itu.

“Menurut peraturan kepala perpustakaan atau lab dapat dijabat tenaga pendidik yang memiliki kompetensi dan masa kerja jadi guru minimal empat tahun,” jelasnya saat ditemui wartawan di ruang kerjanya, Senin (21/1/2013).

Meski demikian, hanya guru yang telah memiliki sertifikat kompetensi manajerial lab atau perpustakaan dan memiliki surat tugas dari kepala sekolah yang bisa mengonversi jam mengajar itu. Untuk itu Disdikpora Solo menggandeng tim Lembaga Pelatihan Tenaga Kependidikan (LPTK) Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Sebelas Maret (UNS) Solo untuk menggelar pelatihan.

Sulardi menjelaskan pada pelatihan itu diikuti sebanyak 238 guru dari jenjang SMP dan SMA sederajat dari sekolah di Solo dan sekitarnya. Dia berharap agar para guru yang mengikuti pelatihan selama satu pekan (20-26/1) di Hotel Grand Setia Kawan Solo, dapat lulus dan memiliki kompetensi memahami manajemen lab dan perpustakaan.

Sementara itu, Koordinator pelatihan, Moch Rochmadi, menjelaskan konten pelatihan itu difokuskan pada manajemen dan pengelolaan lab atau perpustakaan. Pelatihan diawali dengan pre-tes, dilanjutkan pemberian materi, penyusunan portofolio, presentasi dan post-test.

Semua peserta yang terdiri atas 26 peserta lab teknologi informasi dan komunikasi (TIK), 45 peserta lab IPA, 58 peserta lab IPS, 25 lab bahasa dan 84 peserta perpustakaan itu juga akan melewati on job learning atau melakukan observasi terhadap lab atau perpustakaan di sekolah mereka, kemudian di presentasikan.

Rochmadi juga menjelaskan tidak semua peserta pelatihan otomatis lulus dan mendapatkan sertifikat, melainkan harus memenuhi semua aspek kelulusan seperti kehadiran, hasil tes dan pelatihan, serta partisipasi.

“Nanti peserta akan mendapatkan sertifikat dengan nilai akumulasi,” jelasnya, seperti dikutip dari solopos.com (22/1/13).

gambar || logopond.com

376 Total Views 2 Views Today

_____________________________

About Redaksi

Kirimkan Tulisan anda seputar Dunia Perpustakaan dalam bentuk Artikel, makalah, lowongan kerja pustakawan, seminar perpustakaan, dll ke email Redaksi : redaksi@duniaperpustakaan.com

3 comments

  1. seharusnya pemerintah dan perpusnas meninjau kembali masalah pelatihan untuk penyetaraan profesi yang lain untuk menjadi seorang pustakawan yang sesuai dengan kompetensinya…
    melihat saat ini, sudah banyak lulusan pustakawan yang benar-benar berasal dari jurusan perpustakaan…
    kalo pengelolanya saja tidak berkompeten, pasti akan makin sulit untuk memajukan perpustakaan indonesia…

  2. guru jadi pustakawan dengan cara semudah itu? Trus dikemanakan lulusan sarjana Ilmu Perpustakaan? ….Bole-bole aja sih guru jadi pustakawan, asal jangan salah niat untuk kepentingan lain….

    • wah betul tuh mba, semua harus sesuai bidangnya dong,,buat apa jurusan tertentu dibuat klo dilapangan pekerjaan tidak sesuai dengan bidangnya, jadi rancu dong….butuh waktu 4-5 tahun untuk jadi pustakawan loh, tp ada orang yang cm ikut pelatihan 6 bulan udh jadi pustakawan, hadeh…kocak dah….

Leave a Reply

Your email address will not be published.

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Tulisan Paling Banyak Dibaca Lainya:
Aaron Swart, Seorang pejuang yang menginginkan bahwa ilmu pengetahuan adalah hak publik.
Pesan Terakhir Aaron Swartz untuk Pustakawan

Dunia Perpustakaan...

Lowongan Kerja untuk Pustakawan di Surabaya
Lowongan Kerja untuk Pustakawan di Surabaya

Dunia Perpustakaan...

Sekolah Kristen IPEKA
Lowongan Kerja untuk Pustakawan di Sekolah IPEKA Jakarta

Dunia Perpustakaan...

Close