Wednesday , 30 July 2014
Breaking News >>>

Silahkan Gunakan MESIN PENCARIAN Dibawah ini untuk menemukan Tulisan yang Anda Cari....

Daftar jadi Kontributor Penulis
Home » Berita Perpustakaan » Tantangan Guru Supaya Siswa Suka Membaca

Tantangan Guru Supaya Siswa Suka Membaca
ilustrasi

Tantangan Guru Supaya Siswa Suka Membaca

Dunia Perpustakaan || Selain orang tua dirumah, seorang Guru di sekolah juga memberikan peran penting untuk menjadi salah satu pihak yang bisa mengarahkan anak didik mereka untuk suka membaca. Guru juga harus di tuntut untuk berkreatifitas untuk mengajak supaya siswa suka membaca. Salah satu caranya dengan memberikan Tantangan Guru Supaya Siswa Suka Membaca.

Pengenalan anak terhadap buku bacaan harus dimulai sejak usia dini. Untuk itu, guru harus sebisa mungkin menemukan lokasi outing class yang cocok untuk mendukung hal tersebut, misalnya perpustakaan kota. Hal ini disampaikan oleh Ketua Himpunan Pendidik dan Tenaga Kependidikan Anak Usia Dini (Himpaudi) Kota Malang, Rohmiati, Sebagaimana dikutip dari MalangPost.com kemarin (3/10/13).


Menurut Mia, sapaan akrab Rohmiati, keluhan beberapa guru bahwa fasilitas yang dimiliki perpustakaan kota tidak representatif untuk siswa Paud bukan alasan yang masuk akal. Mengingat siswa Paud yang hadir jumlahnya tak sampai satu persen dari total pengunjung, tidak bisa disangkal bahwa perpustakaan kota memang membidik siswa SLTP, SLTA dan mahasiswa. Meski begitu, Mia menegaskan bahwa bukan berarti siswa Paud tidak memiliki kewenangan mengunjungi perpustakaan.

“Di perpustakaan kota, siswa dapat diajak berkomunikasi dengan TV, internet, mengenal buku, dan melatih motorik kasar. Tempat bermain dan buku cerita bergambar yang ada, meski tidak maksimal, tapi sudah tertata dalam rak khusus dengan kondisi terawat. Hal ini sudah melayani kebutuhan siswa dan dapat menumbuhkan budaya membaca bagi siswa,” terangnya.

Menurut Mia, fasilitas yang memadai tersebut harus dimanfaatkan dengan optimal oleh guru untuk menstimulus kecintaan siswa terhadap buku. Inilah yang dikatakan Mia sebagai tantangan bagi guru Paud untuk menumbuhkan budaya baca. Terlebih lagi, pemerintah sudah banyak memberi dukungan berupa koleksi buku untuk Paud yang membutuhkan.

Jika pihak perpustakaan menambahkan ruang baca khusus dan menyediakan fasilitas lain seperti tempat bermain edukatif yang cocok untuk siswa Paud, hal ini akan semakin memperkuat komitmen Kota Malang sebagai Kota Layak Anak (KLA).

Selain itu, pemantauan dan kartu anggota khusus juga dapat meningkatkan minat baca siswa dan memancing siswa yang mengalami keterlambatan membaca, untuk termotivasi.

“Sebagai KLA, kita melihat bahwa Kota Malang sudah memiliki kebijakan yang mendukung Paud. Tidak ada yang dipersulit dalam prosedur dan pelayanan jika sudah berkaitan dengan pembelajaran siswa Paud. Jangankan di instansi pemerintah, di swasta pun, seperti kedatangan mereka ke hotel, swalayan, dan bank, siswa Paud selalu mendapat pelayanan yang baik,” ungkap wanita berkulit kuning langsat tersebut.

83 Total Views 1 Views Today

_____________________________

About Redaksi

Kirimkan Tulisan anda seputar Dunia Perpustakaan dalam bentuk Artikel, makalah, lowongan kerja pustakawan, seminar perpustakaan, dll ke email Redaksi : redaksi@duniaperpustakaan.com

Leave a Reply

Your email address will not be published.

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Tulisan Paling Banyak Dibaca Lainya:
perpustakaan NCsoft 3
Hadapi Kemajuan Teknologi, Pengelolaan Perpustakaan Harus Profesional

Dunia Perpustakaan...

Kemegahan dan kemewahan Perpustakaan Nasional Kota Sejong Korea.
Menengok Kemegahan dan Keindahan Perpustakaan Nasional Kota Sejong Korea

Dunia Perpustakaan...

Perpustakaan Widya Mitra Semarang
70% Koleksi Buku di Perpustakaan Widya Mitra Semarang Berbahasa Belanda

Dunia Perpustakaan...

Close