Home ::: Perpustakaan Luar Negri ::: 4 Perpustakaan Istimewa di Negara-Negara yang Wajib Anda Kunjungi

4 Perpustakaan Istimewa di Negara-Negara yang Wajib Anda Kunjungi

4 Perpustakaan Istimewa di Negara-Negara yang Wajib Anda Kunjungi.

Dunia Perpustakaan | Bukan pantai terkenal, kafe terlezat, maupun taman hiburan terdahsyat, melainkan perpustakaan.

Bagi Pecinta buku sejati pasti tahu bahwa destinasi tujuan mereka saat berpergian ke luar negeri adalah perpustakaan.

Memangnya apa lagi yang lebih indah bagi bibliophile selain dikelilingi oleh berderet-deret buku dan manuskrip langka?

Kabar baiknya, hampir setiap negara memiliki perpustakaan yang boleh diakses oleh umum.

Namun berbeda dengan di negara kita, terkadang perpustakaan-perpustakaan di negara maju memang diciptakan tidak hanya digunakan tempat belajar dan penelitian saja, melainkan juga dibangun sebagai tujuan wisata.

Karena pada kenyataanya, salah satu fungsi perpustakaan itu memang diantaranya sebagai tujuan rekreasi.

[Baca juga: 6 Fungsi Perpustakaan yang Wajib Anda Tahu!]

Seharusnya jika menyadari hal tersebut, maka sudah seharusnya perpustakaan dibangun dengan memperhatikan unsur-unsur yang mendukung perpustakaan tersebut bisa dijadikan tujuan rekreasi.

Namun sayangnya, jika di Indonesia harapan tersebut memang masih jarang, walaupun memang beberapa perpustakaan sudah mulai berbenah.

Namun jika di negara-negara maju, menemukan perpustakaan yang dijadikan sebagai tujuan rekreasi bisa jauh lebih mudah.

Diantara perpustakaan yang selalu menjadi tujuan kunjungan rekreasi, mulai dari warga lokal maupun pengunjung dari berbagai negara diantaranya, mulai dari perpustakaan di Austria, Amerika Serikat, Denmark, dan Jepang.

Perpustakaan-perpustakaan di negara ini memang sangat direkomendasikan untuk anda kunjungi khususnya anda para pecinta buku dan pegiat literasi.

Berikut ini Dunia Perpustakaan kutip dari Viva.co.id, 4 perpustakaan yang wajib dikunjungi para pecinta buku di dunia:

#1. The Admont Library, Austria

Terletak di kaki pegunungan Alpen, The Admont Library merupakan perpustakaan sekaligus biara terbesar kedua di dunia. The Admont Library dirancang oleh arsitek bernama Joseph Hueber di tahun 1776 dan memiliki aula yang panjangnya sekitar 230 kaki dengan koleksi lebih dari 200.000 buku!

Selain mengusung gaya Baroque, aula di The Admont Library juga semakin mewah dengan lukisan pada langit-langitnya. Lukisan karya Bartolomeo Altomonte ini menggambarkan tingkatan pengetahuan manusia, dari yang terendah sampai pada yang tertinggi, yakni The Divine Relevation.

#2. George Peabody Library, Amerika Serikat

gambar: imgur.com

Dibangun oleh dermawan bernama George Peabody, perpustakaan yang terletak di Baltimore, Maryland ini merupakan hadiah sang penderma kepada masyarakat setempat. Konon, Tuan Peabody merasakan kebaikan dan keramah tamahan penduduk Baltimore dan membangun George Peabody Library sebagai ganjarannya.

George-Peabody-Library-Amerika-Serikat

George Peabody Library sendiri tersohor akan atriumnya yang menjulang tinggi dengan lima balkon. Dirancang oleh arsitek bernama Edmund Lind pada abad ke-19,setiap balkon yang dipenuhi buku tersebut juga diterangi oleh siraman cahaya matahari dari langit-langitnya yang sebening kristal.

#3. The Royal Library of Copenhagen, Denmark

gambar: kb.dk

Selesai dibangun pada tahun 1999, The Royal Library of Copenhagen sejatinya merupakan perluasan dari perpustakaan nasional Denmark. Mengusung gaya neo-modern, The Royal Library juga disebut sebagai ‘Black Diamond’ karena memiliki eksteriornya yang tersusun dari granit hitam dengan potongan sudut yang tidak beraturan.

gambar: e-architect.co.uk

Di tengah-tengah eksteriornya yang serupa intan hitam itu terdapat atrium yang terbuat dari kaca bening. Dari atrium itulah, interior The Royal Library mendapatkan siraman cahaya matahari sekaligus pemandangan yang menawan dari perairan di sekitarnya. Hal tersebut diyakini mampu membuat suasana membaca semakin nyaman dan menenangkan.

#4. Musashino Art University Library, Jepang

gambar: openbuildings.com

Dimaksudkan sebagai perpustakaan paling sederhana di dunia, Musashino Art University Library dibangun oleh arsitek bernama Sou Fujimoto. Interiornya tidak ada lain kecuali dinding setinggi 20 kaki yang terbuat dari rak buku dan area baca yang menyerupai jembatan.

Musashino-Art-University-Library-Jepang

Fujimoto sendiri mengaku bahwa bahwa apa yang diperlukan untuk membangun sebuah perpustakaan adalah buku, rak buku, penerangan, dan tempat yang indah. Maka jadilah Musashino Art University Library yang bertempat di ibu kota Jepang, Tokyo.

gambar: openbuildings.com

Dengan banyaknya buku serta desain interior dan eksterior yang menawan, tak salah kiranya kalau keempat perpustakaan di atas menjadi destinasi yang wajib dikunjungi pecinta buku dari sepenjuru dunia.

Tentang Dunia Perpustakaan

DuniaPerpustakaan.com merupakan salah satu portal berita dan informasi yang dimiliki CV DP GROUP yang berisi terkait dengan semua informasi bidang ilmu perpustakaan. Didalamnya membahas terkait dengan Software Perpustakaan, Lowongan Kerja untuk Pustakawan, Profile Perpustakaan di dalam negeri dan luar negeri, Sosok Inspirasi terkait Pustakawan dan pejuang literasi, dll

Mungkin Anda Ingin Baca Tulisan ini Seperti Pengunjung yang Lain?

Mengintip dan Belajar Budaya Baca di Jepang

Mengintip dan Belajar Budaya Baca di Jepang. Dunia Perpustakaan | Jika Anda mendengar kata ‘komik’, …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *