Home ::: Artikel Perpustakaan ::: 6 Jurus Jitu Menjadi Penulis ‘Best Seller’ Ala Stephen King
Novelis ternama di dunia, Stephen King

6 Jurus Jitu Menjadi Penulis ‘Best Seller’ Ala Stephen King

Ingin publikasi GRATIS kegiatan perpustakaan, TBM, sudut baca, dan aktivis kegiatan literasi lainya, Artikel, Makalah, dll segera hubungi kami DISINI!

Khusus pegiat literasi dan pustakawan yang ingin punya akun khusus disini, segera hubungi WhatsApp kami: 08586 8080 173

-----------------------------------------------------------

6 Jurus Jitu Menjadi Penulis ‘Best Seller’ Ala Stephen King.

Dunia Perpustakaan | Sosok Stephen King sudah lama menjadi sumber inspirasi bagi para penulis atau bahkan calon penulis dari seluruh dunia. Sebagai seorang penulis kontemporer dan novelis legendaris, ia telah melahirkan puluhan buku yang memukau banyak orang.

Kesuksesan Stephen terbukti dengan sejumlah karyanya yang diangkat ke layar lebar sebagian karyanya juga pernah diadaptasi untuk beberapa acara tv seri dan film pendek. Sejumlah karyanya seperti ‘In The Tall Grass’, ‘The Shining’, ‘Dreamcatcher’,  ‘The Mist’ dan ‘Carrie’ adalah sedikit dari sekian banyak karyanya yang telah difilmkan.

Melansir dari laman resmi Barnes and Nobles & Liputan6.com, Stephen King dipandang sebagai raja novel sepanjang hidupnya ia telah menulis 50 novel yang mendapat sambutan luar biasa dengan 350 juta bukunya terjual laris di seluruh dunia.

Jadi, apa rahasia Stephen King hingga bisa sukses seperti sekarang? Berikut tips dari sang raja novel untuk siapa saja yang gemar menulis dan ingin karyanya mendunia.

#1. Rajin Membaca dan Menulis

Stephen menjelaskan bahwa untuk menjadi seorang penulis, seseorang harus rajin membaca untuk mendapatkan sumber inspirasi dan juga rajin menulis untuk mendapatkan kelihaian dalam merangkai kata-kata.

“Tidak ada jalan pintas. Anda harus luangkan waktu dan energi untuk membaca dan menulis,” katanya seperti dikutip dari The Guardian.

Dalam kurun waktu 41 tahun, Stephen memperkaya ilmunya dengan membaca ratusan buku dan juga menghasilkan puluhan buku karya imajinasinya sendiri.

#2. Jangan Takut Salah

Menurut sang novelis, seseorang tidak harus mendapatkan nilai bagus atau mahir dalam kelas bahasa untuk menjadi seorang penulis. Tujuan utama menulis sebuah karya fiksi bukan untuk mementingkan ketepatan tata bahasa tetapi untuk menceritakan sebuah kisah menarik kepada pembaca yang mampu membuat mereka hanyut seakan mereka adalah pemeran utama dari kisah anda.

#3. Ciptakanlah Sebuah ‘Happy Ending’

Sebagai seorang pemenang sejumlah penghargaan, Stephen menyarankan agar penulis menghasilkan sebuah karya yang bersifat membahagiakan atau kalau tidak pun, setidaknya elemen zero-to-hero atau kepahlawanan ada dalam kisah yang ditulis.

“Menulis itu bukan soal menghasilkan uang, menjadi terkenal, mendapatkan seorang kekasih dan teman. Pada akhirnya, menulis adalah sebuah bentuk upaya untuk membuat hidup sang penulis dan pembaca lebih berarti dan lebih berwarna. Kisah Anda harus bisa membuat orang mau bangkit, mau menjadi lebih baik, mau menyelesaikan sesuatu, dan mau meraih kebahagiaan,” jelasnya seperti dilansir dari Forbes.

Walaupun banyak dari karyanya ber-genre horor, Stephen selalu berusaha menyelipkan makna-makna positif tertentu seperti keberanian dan perjuangan melawan rasa takut. Untuk kisah non-fiksi, ia menilai banyak pembaca gemar dengan kisah yang menonjolkan aksi seorang pahlawan sebagai salah satu karakter utamanya.

#4. Gunakan Imajinasi

Kerap kali seorang penulis ragu untuk memainkan imajinasinya karena dikuasai oleh rasa takut. Takut tidak dihargai, takut dibilang aneh, takut dipandang ‘abnormal’ karena merasa tidak sesuai dengan pandangan masyarakat pada umumnya.

“Rasa ketakutan melahirkan tulisan yang buruk,” kata Stephen.

Sebagai seorang ahli pengarang cerita fiksi, ia menjelaskan bahwa hal-hal di luar kepala atau yang tidak umum justru dianggap normal. Seperti dilansir New York Times, tulisan Stephen King tidak beda jauh dengan karya penulis terkenal di abad 20, Agatha Christie. Keduanya sama-sama berpotensi untuk menggerakkan imajinasi namun perbedaannya ada di genre: Stephen fokus lebih kepada horor dan Agatha kepada cerita misteri.

#5. Jaga Kesejahteraan Lahir dan Batin

Kondisi badan dan akal pikiran yang sehat akan membuahkan hasil yang positif dan produktif. Untuk Stephen, menjaga kesehatan fisik dan hubungan pernikahannya merupakan dua hal penting yang bisa jadi penentu bagus atau tidaknya karya yang ia tulis.

“Kombinasi antara kesehatan yang baik dan hubungan yang stabil mempermudah saya berpikir, bekerja dan berkarya,”terangnya.

#6. Fokus

Pusatkan pikiran kepada satu hal, yaitu kisah yang akan anda ceritakan. Jauhkan telefon genggam, matikan televisi dan apapun yang berpotensi untuk mengganggu konsentrasi. Demikian saran Stephen. Menurutnya, ketenangan memberikan energi kepada seseorang untuk melakukan satu hal dengan efektif dan maksimal.

Tentang Penulis: Dunia Perpustakaan

DuniaPerpustakaan.com merupakan salah satu portal berita dan informasi yang dimiliki CV Dunia Perpustakaan GROUP yang berisi terkait dengan semua informasi bidang ilmu perpustakaan. Didalamnya membahas terkait dengan Software Perpustakaan, Lowongan Kerja untuk Pustakawan, Profile Perpustakaan di dalam negeri dan luar negeri, Sosok Inspirasi terkait Pustakawan dan pejuang literasi, dll

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Skip to toolbar