Home / Sosok / Aan Mansyur, ‘Pendekar Literasi’ yang Sudah 20 Tahun Tinggal di Perpustakaan
Aan Mansyur.

Aan Mansyur, ‘Pendekar Literasi’ yang Sudah 20 Tahun Tinggal di Perpustakaan

Ingin publikasi GRATIS kegiatan perpustakaan, TBM, sudut baca, dan aktivis kegiatan literasi lainya, Artikel, Makalah, dll segera hubungi kami DISINI!

Khusus pegiat literasi dan pustakawan yang ingin punya akun khusus disini, segera hubungi WhatsApp kami: 08586 8080 173

Aan Mansyur, ‘Pendekar Literasi’ yang Sudah 20 Tahun Tinggal di Perpustakaan.

Dunia Perpustkaan | Tak dipungkiri, karya sastra Aan Mansyur kerap kali membuat pembacanya jadi baper (bawa perasaan).

Laki-laki lajang kelahiran Bone ini kian populer di tanah air usai membuat puisi dalam film Ada Apa Dengan Cinta 2. Puisi-puisi itu turut dirangkum dalam buku berjudul “Tidak Ada New York Hari Ini”.

Aan memang dijuluki ‘Pendekar Literasi’. Hampir 20 tahun terakhir ini ia memilih ‘menyendiri’ di perpustakaan. “Jika kalian ingin sendiri, maka keperpustakaanlah. Karena, perpustakaan adalah tempat tersunyi,” ucap Aan dikutip dari Rakyatku.com, [21/05/16].

Berbagai data menunjukkan, minat baca warga Indonesia masih rendah. Data OECD (2009) menunjukkan, Indonesia menduduki tempat terendah dalam minat baca di kawasan Asia Timur.

Penelitian UNESCO Tahun 2012 menunjukkan kebiasaan membaca masyarakat Indonesia lebih rendah dibanding warga Asia lainnya. Penelitian itu juga menggambarkan hanya 1 dari 1.000 orang Indonesia yang memiliki minat baca serius.

Rata-rata membaca buku orang Indonesia 1 judul buku/tahun, sementara Jepang 10-15 buku/tahun, dan Amerika Serikat 20-30 buku/tahun.

“Salah satu persoalan sekarang karena kita selalu menganggap perpustakaan itu urusannya hanya buku,” kata Aan.

Jauh lebih penting itu, kata Aan, adalah mengenai urusan dengan manusianya. Bagaimana perpustakaan untuk mempertemukan manusia.

Atas dasar itulah, Aan membuat sebuah komunitas literasi, Perpustakaan Kata Kerja yang beralamat di Kompleks Wessabbe Kota Makassar.

Sebelumnya, Aan sempat membuat Perpustakaan Punggung. Ia bersama beberapa teman-temannya setiap hari membawa tas punggung besar berisi 20-40an buku untuk dibawa ke kampus. Tujuannya, untuk mencari teman yang sama-sama suka baca buku.

Kini, Aan memiliki ruangan perpustakaan ala kadarnya di Wessabbe (Kata Kerja). Perpustakaan ini bisa dikatakan unik. Bukunya tidak diatur secara kategori. Alasannya, jika diatur sesuai kategori, orang meminjam buku langsung di rak tertentu dan kemudian pulang. Tidak berkomunikasi dengan pustakawan.

“Di komunitas Perpustakaan Kata Kerja fungsinya adalah mempertemukan mereka di ruang publik. Fungsi perpustakaan komunitas sebagai ruang untuk melakukan kerja-kerja kolaboratif bertemu lalu bekerja bersama-sama,” urai Aan.

Prosedur menjadi anggotapun sangat mudah. Hanya dengan mendonasikan 2 buku. Setelah itu setiap orang bisa menjadi anggota dan berhak meminjam buku apapun tanpa syarat waktu peminjaman dan jumlah buku.

Apakah tidak takut jika buku di dalam perpustakaan tersebut akan habis? “Bagi saya perpustakaan tidak hanya urusan buku tapi juga manusia. Bagaimana kita ingin membangun sebuah perpustakaan tanpa didasari kepercayaan,” demikian Aan.

About Dunia Perpustakaan

DuniaPerpustakaan.com merupakan salah satu portal berita dan informasi yang dimiliki CV DP GROUP yang berisi terkait dengan semua informasi bidang ilmu perpustakaan. Didalamnya membahas terkait dengan Software Perpustakaan, Lowongan Kerja untuk Pustakawan, Profile Perpustakaan di dalam negeri dan luar negeri, Sosok Inspirasi terkait Pustakawan dan pejuang literasi, dll

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Skip to toolbar