Home ::: Museum ::: Aga Khan Museum, Museum Islam Termegah di Amerika Utara
(Aga Khan Museum)

Aga Khan Museum, Museum Islam Termegah di Amerika Utara

Ingin publikasi GRATIS kegiatan perpustakaan, TBM, sudut baca, dan aktivis kegiatan literasi lainya, Artikel, Makalah, dll segera hubungi kami DISINI!

Khusus pegiat literasi dan pustakawan yang ingin punya akun khusus disini, segera hubungi WhatsApp kami: 08586 8080 173

-----------------------------------------------------------

Aga Khan Museum, Museum Islam Termegah di Amerika Utara.

Dunia Perpustakaan | Peninggalan artefak, benda seni dan sejarah Islam dunia tersimpan di Aga Khan Museum, Kanada. Inilah museum Islam termegah di kawasan Amerika Utara.

Siapa sangka, jauh di Amerika Utara sana terdapat museum Islam bernama Aga Khan Museum. Bukan museum biasa, karena bangunannya megah dan koleksinya benda-benda di dalamnya berjumlah 1.000 buah yang berasal dari berbagai belahan dunia.

Melansir detikTravel dari situs resmi Aga Khan Museum, Kamis [16/6/16] Aga Khan Museum umurnya masih muda, baru dibuka pada bulan September 2014 silam. Adalah Aga Khan, seorang Muslim yang lahir di Swiss dan menyelesaikan kuliah sejarah Islam di Harvard University.

Dia kemudian pindah ke Kanada, yang lalu membentuk Aga Khan Development Network (AKDN). Suatu komunitas yang bergerak dalam bidang kemanusian dan islam, dengan tujuan membantu semua umat Muslim di dunia dari kemiskinan, kelaparan dan lain-lain.

Museum ini berlokasi di Kota Toronto yang beralamat di 77 Wynford Drive, Toronto, Kanada. Panjangnya 81 meter dan lebar 54 meter, dengan warna putih sebagai warna utama bangunannya. Total luasnya, 6,8 hektar.

Aga Khan Museum memiliki dua ruangan pameran, teater dengan 350 kursi, dua ruang kelas, ruang penelitian dan taman. Masuk ke bagian pameran, di sinilah kita akan melihat banyak koleksi benda-benda bersejarah dari Al Quran kuno, artefak, kaligrafi serta masih banyak lagi.

   Manuskrip Al Quran berumur ratusan tahun dalam kotak kaca (Aga Khan Museum)
Manuskrip Al Quran berumur ratusan tahun dalam kotak kaca (Aga Khan Museum)

 

Yang menarik, tentu saja peninggalan-peninggalan Al Quran kuno yang usianya ratusan tahun. Al Quran kuno tersebut masih berbentuk manuskrip, walau tentu saja isinya tidak ada yang berubah sedikit pun. Hanya tampilan saja dan media untuk menulisnya yang berbeda.

Seperti contoh, manuskrip Al Quran dari Afrika Utara yang dibuat sejak abad ke-10 dan ditulis dengan tinta. Yang paling tua, adalah manuskrip Al Quran surat An-Naba yang ditemukan di Iran yang ditulis pada abad ke-8.

     Pengunjung melihat-lihat koleksi museum (Aga Khan Museum)
             Pengunjung melihat-lihat koleksi museum (Aga Khan Museum)

 

Koleksi benda-benda peninggalan dari kerajaan-kerajaan Islam di Timur Tengah juga turut dipamerkan. Kebanyakan adalah perkakas sehari-hari, seperti piring, mangkuk, lonceng sampai tempat tinta namun terbuat dari perunggu dan perak yang dihiasi oleh kaligrafi.

Agar membuat Aga Khan Museum lebih hidup, setiap bulan sering diadakan atraksi budaya dan seni. Ada yang bertemakan India, Arab sampai Mesir. Pokoknya, segala hal tentang kehidupan budaya dan seni umat Muslim dari berbagai dunia, termasuk juga musik serta tarian. Tapi sepertinya, belum ada yang dari Indonesia.

Untuk lebih tahu jadwal atraksi tersebut, silakan cek langsung situs resmi Aga Khan Museum. Museumnya sendiri buka setiap hari, kecuali hari Senin dari pukul 10.00 sampai 20.00 waktu setempat. Tiket masuknya USD 20 atau sekitar Rp 267 ribu.

Tentang Penulis: Dunia Perpustakaan

DuniaPerpustakaan.com merupakan salah satu portal berita dan informasi yang dimiliki CV Dunia Perpustakaan GROUP yang berisi terkait dengan semua informasi bidang ilmu perpustakaan. Didalamnya membahas terkait dengan Software Perpustakaan, Lowongan Kerja untuk Pustakawan, Profile Perpustakaan di dalam negeri dan luar negeri, Sosok Inspirasi terkait Pustakawan dan pejuang literasi, dll

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Skip to toolbar