Home ::: Artikel Perpustakaan ::: Alkitab Masuk Daftar Buku Paling Dilarang di Amerika

Alkitab Masuk Daftar Buku Paling Dilarang di Amerika

Ingin publikasi GRATIS kegiatan perpustakaan, TBM, sudut baca, dan aktivis kegiatan literasi lainya, Artikel, Makalah, dll segera hubungi kami DISINI!

Khusus pegiat literasi dan pustakawan yang ingin punya akun khusus disini, segera hubungi WhatsApp kami: 08586 8080 173

-----------------------------------------------------------

Alkitab Masuk Daftar Buku Paling Dilarang di Amerika.

Dunia Perpustakaan | Disebut penuh tindakan yang dipertanyakan secara moral, kini Alkitab masuk dalam daftar buku paling dilarang di Amerika Serikat.

The Huffington Post merilis, Alkitab masuk daftar  10 buku yang paling dilarang tahun 2015 di Amerika Serikat, yang justru merupakan rumah bagi lebih banyak orang Kristen dibanding negara lain di dunia.

Menurut laporan terbaru American Library Association, Kitab Suci atau Alkitab menempati peringkat keenam sebagai buku yang paling dilarang di Amerika karena faktor “sudut pandang agama.”

Kantor ALA telah mengumpulkan data tentang buku-buku yang dilarang beredar di sekolah-sekolah Amerika atau perpustakaan sejak tahun 1990.

James LaRue, direktur OIF, kepada The Huffington Post menyebut bahwa Alkitab muncul dalam daftar tersebut.

Apa yang sebenarnya terjadi? Mengapa Alkitab juga masuk dalam daftar buku yang dilarang dibaca anak sekolah?

ALA mendefinisikan kata ‘Dilarang’ kemudian muncul setelah adanya pengaduan tertulis yang diajukan oleh perpustakaan atau sekolah.

Dikutip dari tribunnews.com [15/04/16]. ” Pada 2015, tercatat 275 buku masuk dalam daftar dilarang, turun dari jumlah di tahun sebelumnya yaitu 311. Daftar tahun ini untuk buku-buku dilarang muncul dari sebagian besar di sekolah-sekolah tinggi di Selatan dan Barat Daya.

Buku yang masuk dalam daftar paling atas dilarang tahun ini adalah Mencari Alaska, oleh John Green, yang dilarang karena memiliki bahasa yang kasar dan menjadi eksplisit secara seksual.”

LaRue mengatakan bahwa Alkitab kemudian masuk dalam daftar dilarang sejumlah materi di dalamnya mengandung “konten seksual yang tidak pantas untuk anak-anak” dan “hasutan untuk melakukan kekerasan.”

Ryan Cragun, seorang sosiolog di Universitas Tampa yang telah mempelajari sekularisasi, mengatakan kepada The Huffington Post bahwa masuknya Alkitab dalam daftar buku yang paling dilarang kemungkinan hasil dari suara vokal para aktivis sekuler.

“Dengan kata lain, para aktivis sekuler cenderung tidak benar-benar ingin Alkitab dilarang. Apa yang mereka inginkan adalah menunjukkan ada standar ganda yang memungkinkan Alkitab tetapi tidak pada buku-buku lain, meskipun Alkitab adalah buku yang penuh dengan tindakan dipertanyakan secara moral.”

Tentang Penulis: Dunia Perpustakaan

DuniaPerpustakaan.com merupakan salah satu portal berita dan informasi yang dimiliki CV Dunia Perpustakaan GROUP yang berisi terkait dengan semua informasi bidang ilmu perpustakaan. Didalamnya membahas terkait dengan Software Perpustakaan, Lowongan Kerja untuk Pustakawan, Profile Perpustakaan di dalam negeri dan luar negeri, Sosok Inspirasi terkait Pustakawan dan pejuang literasi, dll

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Skip to toolbar