Home ::: Inspirasi Literasi ::: Arpusda Kota Yogyakarta Gelar Bedah “Gerakan Literasi Sekolah”

Arpusda Kota Yogyakarta Gelar Bedah “Gerakan Literasi Sekolah”

Ingin publikasi GRATIS kegiatan perpustakaan, TBM, sudut baca, dan aktivis kegiatan literasi lainya, Artikel, Makalah, dll segera hubungi kami DISINI!

Khusus pegiat literasi dan pustakawan yang ingin punya akun khusus disini, segera hubungi WhatsApp kami: 08586 8080 173

-----------------------------------------------------------

Arpusda Kota Yogyakarta Gelar Bedah “Gerakan Literasi Sekolah”.

Dunia Perpustakaan | Kantor Arsip dan Perpustakaan Daerah (Arpusda) Kota Yogyakarta menghadirkan tiga narasumber dalam diskusi buku berjudul ‘Gerakan Literasi Sekolah (GLS)’.

Buku tersebut diterbitkan Direktorat Jenderal Pendidikan Dasar Dan Menengah (Dikdasmen) Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan RI.

Ketiga narasumber yang membedah buku GLS di Lantai II Kantor Arpusda Kota Jalan Suroto No 9 Yogya, Selasa (19/4) tersebut, adalah Wahyu Hendratmoko SE MM (Kepala Kantor Arpusda Kota Yogya), Arsidi MIP (Pengurus ATPUSI Pusat) dan RUA Zainal Fanani SH MM Prac NLP (Motivator dan pemerhati perpustakaan). Bertindak sebagai moderator Agus Subagyo SIP, Ketua Asosiasi Tenaga Perpustakaan Seluruh Indonesia (ATPUSI) DIY.

Wahyu mengatakan, semua perpustakaan di dunia adalah sama. Hanya saja yang membedakan bagaimana meningkatkan intelektualitas masyarakat, sehingga nantinya dapat menjamin kesejahteraan yang diinginkan.

“Jadi untuk meningkatkan kesejahteraan hidup layak, diperlukan sumber daya dan intelektualitas masyarakat yang tinggi,”tegas Wahyu.

Arsidi menyoroti tentang judul buku Gerakan Literasi Sekolah, seharusnya judul buku terkait akan lebih mengena lagi jika judulnya ditambah dengan Gerakan  Literasi Informasi di sekolah.

Gerakan tersebut adalah upaya menyeluruh guru, siswa dan warga sekolah untuk melakukan aksi 15 menit membaca buku-buku non mata pelajaran (Mapel) sebelum kegiatan belajar resmi dimulai.

“Untuk itu, aksi membaca 15 menit sebelum masuk Mapel biasa, pihak sekolah tidak harus membaca buku di perpustakaan, tapi di setiap kelas harus disediakan ruangan untuk menaruh buku-buku penunjang selain buku pelajaran misalnya novel,” ujar Arsidi.

Zaenal Fanani menambahkan, untuk meningkatkan minat baca siswa, pihak sekolah dan pengelola perpustakaan harus menyediakan buku-buku yang sesuai minat pembacanya. Misalnya, buku mengenai ‘impian menjadi seorang dokter’.

“Caranya untuk mendapatkan buku-buku yang diminati para siswa, pengelola perpustakaan harus kerja sama dengan bagian kurikulum di sekolah terkait,” beber Zainal Fanani yang dikutip dari krjogja.com [21/04/16].

Tentang Penulis: Dunia Perpustakaan

DuniaPerpustakaan.com merupakan salah satu portal berita dan informasi yang dimiliki CV Dunia Perpustakaan GROUP yang berisi terkait dengan semua informasi bidang ilmu perpustakaan. Didalamnya membahas terkait dengan Software Perpustakaan, Lowongan Kerja untuk Pustakawan, Profile Perpustakaan di dalam negeri dan luar negeri, Sosok Inspirasi terkait Pustakawan dan pejuang literasi, dll

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *