Home ::: Berita Perpustakaan ::: Baperpus Surabaya Tambah 13 Taman Bacaan Masyarakat

Baperpus Surabaya Tambah 13 Taman Bacaan Masyarakat

Ingin publikasi GRATIS kegiatan perpustakaan, TBM, sudut baca, dan aktivis kegiatan literasi lainya, Artikel, Makalah, dll segera hubungi kami DISINI!

Khusus pegiat literasi dan pustakawan yang ingin punya akun khusus disini, segera hubungi WhatsApp kami: 08586 8080 173

-----------------------------------------------------------

Baperpus Surabaya Tambah 13 Taman Bacaan Masyarakat.

Dunia Perpustakaan | Warga Kota Pahlawan akan semakin mudah mengakses taman bacaan masyarakat (TBM). Tahun ini Badan Arsip dan Perpustakaan (Baperpus) Surabaya menambah 13 TBM.

Total, Surabaya memiliki 1.438 TBM. Di antara 1.438 TBM, 462 titik merupakan perpustakaan mini, sedangkan 976 titik lainnya adalah TBM layanan.

”Kami mengirim petugas teknis perpustakaan ke perpustakaan di sekolah-sekolah,” kata Kepala Baperpus Surabaya Arini Pakistyaningsih.

Dia menyebutkan, TBM tersebar di seluruh wilayah Surabaya. Namun, jumlah di setiap kecamatan berbeda. Kecamatan Sawahan memiliki TBM terbanyak. Yakni, 49 TBM.

Kecamatan dengan jumlah TBM paling sedikit adalah Pabean Cantian. Jumlahnya hanya lima TBM. Banyaknya TBM berdampak pada meningkatnya minat baca warga Surabaya.

Arini mengungkapkan, berdasar penelitian Baperpus Surabaya pada 2011, hanya 42 persen warga Surabaya yang memiliki minat baca. Pemkot kemudian meneliti lagi minat baca warga Surabaya pada 2015.

Penelitian dilakukan Badan Perencanaan Pembangunan Kota (Bappeko) Surabaya. Hasil penelitian yang diterbitkan pada Desember 2015 itu menunjukkan bahwa minat baca warga Surabaya melonjak menjadi 60 persen dari total penduduk Kota Pahlawan.

Nah, dengan penambahan 13 TBM tahun ini, angka minat baca tersebut diharapkan terus meningkat. Hal itu sejalan dengan upaya menjadikan Surabaya sebagai kota literasi.

Arini menyatakan, 12 TBM dibangun di sejumlah RW di Surabaya. Lalu, satu TBM dibangun di Kantor Kelurahan Sukomanunggal.

Dikutip dari jawapos.com, [06/06/16]. ’’Di kantor kelurahan ada satu ruangan yang kosong. Makanya, mereka mengajukan ke kami untuk dibangun TBM,’’ jelasnya.

Arini menuturkan, baperpus tidak pernah menargetkan jumlah TBM yang bakal dibangun di Surabaya. Sebab, pembangunan TBM mengacu pada hasil musyawarah perencana pembangunan (musrenbang).

Jadi, seluruh elemen masyarakat, mulai RW, kelurahan, kecamatan, sekolah, hingga kantor instansi, bisa mengisi formulir pengajuan pembangunan TBM lewat musrenbang.

Namun, lanjut dia, tidak semua pengajuan disetujui. Ada persyaratan yang harus dipenuhi sebelum baperpus memutuskan membangun TBM di daerah tersebut.

Misalnya, pemohon harus memiliki lokasi untuk perpustakaan. Selain itu, pemohon harus menyediakan pegawai yang bertugas mengawasi dan mengelola TBM. Jika syaratnya sudah terpenuhi, pemkot bakal membangun TBM.

Arini menambahkan, pemkot menyediakan anggaran Rp 25 juta–Rp 40 juta untuk pembangunan tiap TBM. Kini TBM tersebar merata di semua wilayah.

Baperpus telah memiliki TBM di tingkat RW, kelurahan, kecamatan, sekolah, rumah sakit, hingga terminal. Bahkan, mereka juga telah memiliki lima armada yang digunakan sebagai perpustakaan keliling.

Menurut Arini, satu armada perpustakaan keliling itu merupakan hasil corporate social responsibility (CSR) 2015.

Tentang Penulis: Dunia Perpustakaan

DuniaPerpustakaan.com merupakan salah satu portal berita dan informasi yang dimiliki CV Dunia Perpustakaan GROUP yang berisi terkait dengan semua informasi bidang ilmu perpustakaan. Didalamnya membahas terkait dengan Software Perpustakaan, Lowongan Kerja untuk Pustakawan, Profile Perpustakaan di dalam negeri dan luar negeri, Sosok Inspirasi terkait Pustakawan dan pejuang literasi, dll

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Skip to toolbar