Home ::: Berita Perpustakaan ::: Baperpus Surabaya Tambah Taman Bacaan & Depo Arsip

Baperpus Surabaya Tambah Taman Bacaan & Depo Arsip

Baperpus Surabaya Tambah Taman Bacaan & Depo Arsip.

Dunia Perpustakaan | Baperpus Surabaya tidak hanya menambah jumlah taman bacaan masyarakat (TBM) tahun ini.

Rencananya, satuan kerja perangkat daerah (SKPD) yang berkantor di Jalan Dukuh Kupang itu juga menambah depo arsip.

Kepala Baperpus Surabaya Arini Pakistyaningsih menyatakan, depo arsip masih dalam tahap pembangunan gedung.

Rencananya, awal 2017 gedung arsip tersebut beroperasi. Sebelumnya, Surabaya hanya memiliki satu gedung khusus untuk menyimpan arsip-arsip penting.

Yakni, di Perpustakaan Dukuh Kupang. Kini kondisinya sudah overload. ’’Banyak arsip yang akhirnya tidak bisa disimpan karena ruangan penuh.

Padahal, arsip-arsip penting dari SKPD banyak yang harus diselamatkan,’’ kata Arini saat ditemui di Perpustakaan Rungkut Asri (1/7).

Akhirnya, pada 2015 pemkot merancang pembangunan depo arsip. Lokasinya berada di Balasklumprik, Kecamatan Wiyung.

Pembangunan gedung depo arsip merupakan proyek multiyear. Pada 2015 dinas pekerjaan umum cipta karya dan tata ruang (DPUCKTR) membangun gedung depo arsip tahap 1.

Anggarannya tercatat Rp 2,32 miliar dari APBD Surabaya 2015. Saat itu DPUCKTR baru menuntaskan gedung lantai 1 dan fondasi lantai 2.

Nah, tahun ini pembangunan depo arsip dilanjutkan. Anggaran yang dikucurkan Rp 2,98 miliar untuk pembangunan tahap 2.

Arini menyebutkan, saat ini pembangunan sampai tahap fondasi lantai 3. Targetnya, akhir tahun pembangunan tuntas.

Selanjutnya, awal 2017 baperpus bisa memanfaatkan gedung tersebut untuk menyimpan ribuan arsip.

Rencananya, lantai 1 dan 2 digunakan untuk menyimpan arsip berupa dokumen Surabaya dan berkas-berkas penting SKPD.

Sementara itu, gedung lantai 3 khusus untuk arsip kuno. Sama seperti perpustakaan, lanjut Arini, depo arsip juga terbuka untuk umum.

Bedanya, untuk mengakses dokumen di depo arsip, pengunjung harus mengantongi izin dari Bakesbanglinmas Surabaya.

Dikutip dari jawapos.com, [03/07/16].’’Mereka minta surat pengantar dari sana dulu. Tujuannya apa. Jika untuk penelitian, pasti diperbolehkan,’’ jelasnya.

Langkah tersebut bertujuan meminimalkan penyalahgunaan arsip. Sebab, lanjut Arini, yang disimpan di depo arsip adalah dokumen penting.

’’Beberapa malah ada dokumen negara. Jadi, supaya tidak terjadi penyalahgunaan, harus ada izin dari bakesbang dulu,’’ paparnya.

Tentang Dunia Perpustakaan

DuniaPerpustakaan.com merupakan salah satu portal berita dan informasi yang dimiliki CV DP GROUP yang berisi terkait dengan semua informasi bidang ilmu perpustakaan. Didalamnya membahas terkait dengan Software Perpustakaan, Lowongan Kerja untuk Pustakawan, Profile Perpustakaan di dalam negeri dan luar negeri, Sosok Inspirasi terkait Pustakawan dan pejuang literasi, dll

Mungkin Anda Ingin Baca Tulisan ini Seperti Pengunjung yang Lain?

Bupati Banyuwangi Wajibkan Pelajar Kunjungi Perpustakaan

Bupati Banyuwangi Wajibkan Pelajar Kunjungi Perpustakaan! Dunia Perpustakaan | Kita tentunya ikut bangga karena di …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *