Dunia PerpustakaaN || Pada beberapa minggu terakhir ini DuniaPerpustakaaN.Com melakukan penelitian kecil-kecilan dengan melakukan pencarian melalui internet (googling). Penelitian yang dimaksud bertujuan untuk mengetahui seberapa banyak Badan Arsip dan Perpustakaan Daerah yang belum memiliki website dan perpustakaan online.
Hasilnya sangat miris sekali karena rata-rata Barpusda belum memiliki website sendiri apalagi perpustakaan online. Hal ini bisa di lihat misalnya untuk Barpusda di wilayah Propinsi Jawa Tengah. Dari beberapa Badan Arsip dan Perpustakaan di wilayah Propinsi Jawa Tengah hampir semuanya belum memiliki website dan perpustakaan online sendiri.
Untuk sementara semua data dan profile dari masing-masing Profile dari Badan Arsip dan Perpustakaan Daerah di wilayah Jawa Tengah bisa dilihat di Website Badan Arsip dan Perpustakaan Propinsi Jawa Tengah yang bisa anda akses di http://arpusda.jatengprov.go.id/. Sedangkan untuk mengetahui berbagai koleksi katalog online Perpustakaan Daerah di wilayah Jawa Tengah bisa dilihat DISINI.
Hal ini tentunya sangat menyulitkan masyarakat di masing-masing daerah untuk mengetahui kegiatan dan program dari Barpusda di daerah tersebut.
Hal ini tentunya tidak akan terjadi ketika setiap BARPUSDA di seluruh Indonesia sudah memiliki website dan perpustakaan online sendiri sehingga masyarakat bisa mengetahui program dan kegiatan dari masing-masing BARPUSDA melalui website.
Alasan klasik tentunya karena minimnya anggaran dan Sumber Daya Manusia (SDM) sehingga impian untuk memiliki website dan perpustakaan online sendiri masih sebatas “mimpi”.
Sebenarnya jika melihat perkembangan kemajuan Teknologi Informasi yang kemudian berimbas kepada murahnya jasa pembuatan website dan perpustakaan online di Indonesia, biaya bukanlah alasan utama. Hal ini karena untuk membuat sebuah website dan perpustakaan online biayanya tidak lebih dari 5 juta rupiah sudah bisa memiliki website dan perpustakaan online sendiri.
Biaya tersebut akan jauh lebih murah jika BARPUSDA di dukung oleh seorang pustakawan yang tidak hanya ahli dalam mengelola perpustakaan manual saja tapi juga harus menguasai kemajuan TI. Karena sesungguhnya untuk memiliki sebuah website dan Perpustakaan online cukup membeli domain dan hosting yang biayanya semakin murah dengan tetap terjaminya kwalitas.






