Home / Berita Perpustakaan / Bupati Banyuwangi Wajibkan Pelajar Kunjungi Perpustakaan
Bupati Banyuwangi saat menerima penghargaan dari Badan Pariwisata Perserikatan Bangsa-Bangsa (The United Nations World Tourism Organization/UNWTO) dalam ajang 12th UNWTO Awards Forum di Madrid, Spanyol, (20/1/2016)

Bupati Banyuwangi Wajibkan Pelajar Kunjungi Perpustakaan

Ingin publikasi GRATIS kegiatan perpustakaan, TBM, sudut baca, dan aktivis kegiatan literasi lainya, Artikel, Makalah, dll segera hubungi kami DISINI!

Khusus pegiat literasi dan pustakawan yang ingin punya akun khusus disini, segera hubungi WhatsApp kami: 08586 8080 173

Bupati Banyuwangi Wajibkan Pelajar Kunjungi Perpustakaan!

Dunia Perpustakaan | Kita tentunya ikut bangga karena di Indonesia ada beberapa tokoh yang begitu terang-terangan mendukung program budaya bacadi Indonesia. Jika di Kota Bandung ada Ridwan Kamil, maka di Surabaya ada Tri Rismaharini, dan di Banyuwangi ada, Bupati Banyuwangi, Abdullah Azwar Anas.

Untuk di Banyuwangi sendiri, beberapa waktu lalu sudah menegaskan akan melakukan revitalisasi total untuk perpustakaan di Banyuwangi.

[Baca juga: Perpustakaan di Banyuwangi Akan Dilakukan Revitalisasi Besar-besaran]

Kabar terbaru yaitu cukup membanggakan pula karena, sebagaimana dikutip dari tempo.co [8/2/2017], Pemerintah Kabupaten Banyuwangi mewajibkan siswa sekolah dasar di daerah itu mengunjungi perpustakaan minimal sepekan sekali dalam rangka meningkatkan minat baca di kalangan pelajar.

“Tidak hanya membaca, mereka juga diminta membuat ringkasan buku yang telah dibacanya,” kata Bupati Abdullah Azwar Anas di Banyuwangi, Jawa Timur, Rabu 8 Februari 2017.

Ia mengatakan kewajiban mengunjungi perpustakaan merupakan salah satu cara mendorong budaya membaca sejak dini di kalangan masyarakat. Membangun budaya baca tidak dapat dipisahkan dari buku dan perpustakaan.

“Di awal memang perlu kami sedikit memaksa siswa untuk datang ke perpustakaan, untuk membentuk kebiasaan. Setelah mereka terbiasa dengan rutinitas ini, harapan kami, tumbuh minat baca pada tiap siswa,” kata Anas.

Anas menjelaskan, peran perpustakaan di sebuah negara sangat penting. Perpustakaan adalah institusi yang turut berperan melestarikan kebudayaan dan ilmu pengetahuan sebuah bangsa. “Perpustakaan menggambarkan perkembangan ilmu pengetahuan suatu negara. Apa yang dihasilkan oleh generasi-generasinya, ada di sana,” ujarnya.

[Baca juga:Literasi Rendah Ladang Hoax : Warga Membaca Berita Tak Sampai 1 Menit!]

Anas menambahkan, kemajuan suatu bangsa sangat dipengaruhi oleh minat baca masyarakatnya. Terlebih saat ini dihadapkan pada kenyataan rendahnya minat baca penduduk Indonesia, termasuk di kalangan anak-anak.

[Baca juga: Miris! Minat Baca Indonesia Diurutan ke 60 dari 61 Negara!]

Dia menyebut data UNESCO menunjukkan pada 2012 persentase minat baca anak Indonesia sekitar 0,001 persen saja. Perbandingannya, hanya satu dari 10 ribu anak yang mempunyai kegemaran membaca. “Ini tantangan kita bersama,” ucapnya.

[Baca juga: Minat Baca Rendah, Tapi Cerewet Banget! Itulah Netizen Indonesia]

Karena itu, kata Anas, perlu dilakukan pendekatan khusus untuk menumbuhkan kecintaan siswa pada buku. “Menambah pengetahuan itu kuncinya, ya, baca buku,” kata Anas.

Anas telah menyiapkan berbagai program untuk meningkatkan literasi di masyarakat. Dari sisi sarana dan prasarana, selain menyediakan mobil dan motor perpustakaan keliling yang bertugas di seluruh wilayah Banyuwangi, pemkab juga mewajibkan di setiap kantor desa diadakan perpustakaan desa. Ada tiga mobil keliling yang setiap harinya mengunjungi sekolah, pondok pesantren, dan perguruan tinggi.

“Seiring dengan program Smart Kampung, di tiap kantor desa harus disediakan perpustakaan,” kata Anas.

Selain itu, Banyuwangi kini menyiapkan container library yang diletakkan di sejumlah titik strategis. Untuk tahap awal dibangun di dekat Stadion Diponegoro. Kontainer tersebut berisi beragam buku dengan suasana di sekitarnya dibangun senyaman mungkin.

“Kontainernya sudah datang, sekarang sedang didesain dan ditata isinya. Tahun ini juga akan kita tambah kontainer serupa di sejumlah titik, termasuk di destinasi wisata,” kata Anas.

[Baca juga: Genjot Minat Baca, Banyuwangi Sediakan Container Library]

Untuk menambah perpustakaan yang mudah dijangkau oleh publik, Anas juga menginstruksikan perpustakaan milik sekolah dibuka bagi umum. “Kemarin sudah resmi Perpustakaan SMPN 1 dibuka untuk publik. Ini bertahap semua sekolah harus membuka perpustakaannya untuk umum,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Perpustakaan dan Arsip Pemerintah Kabupaten Banyuwangi Abdul Kadir menambahkan, program mewajibkan berkunjung ke perpustakaan daerah dilakukan sejak Februari 2017.

Masing-masing sekolah diwajibkan mengirim 50-100 siswanya setiap minggunya. Dengan skema itu, satu siswa paling tidak berkunjung ke perpustakaan sekali dalam sepekan. “Selain membaca buku, anak-anak juga diwajibkan membuat resume buku yang telah dibacanya,” kata Kadir.

About Dunia Perpustakaan

DuniaPerpustakaan.com merupakan salah satu portal berita dan informasi yang dimiliki CV DP GROUP yang berisi terkait dengan semua informasi bidang ilmu perpustakaan. Didalamnya membahas terkait dengan Software Perpustakaan, Lowongan Kerja untuk Pustakawan, Profile Perpustakaan di dalam negeri dan luar negeri, Sosok Inspirasi terkait Pustakawan dan pejuang literasi, dll

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *