Home ::: Berita Perpustakaan ::: eBooke Semolowaru Perpustakaan Online Pertama di Surabaya, Karya Wisnu Suhariyanto
Wisnu menunjukkan aplikasi eBooke Semolowaru serta QR code.

eBooke Semolowaru Perpustakaan Online Pertama di Surabaya, Karya Wisnu Suhariyanto

eBooke Semolowaru Perpustakaan Online Pertama di Surabaya, Karya Wisnu Suhariyanto.

Dunia Perpustakaan | eBooke Semolowaru merupakan aplikasi perpustakaan online berbasis Android karya Wisnu Suhariyanto bersama enam anggota timnya. Di antaranya, Ketua Lembaga Ketahanan Masyarakat Kelurahan (LKMK) Semolowaru Paul Meindert Budiman, Ketua Perpustakaan Semolowaru Dian Andrianto, dan staf IT Badan Arsip dan Perpustakaan (Baperpus) Surabaya Hamzah. ”Sisanya, ada yang dari anggota LKMK dan ada juga dari karang taruna,” kata Wisnu.

Dia mengungkapkan, ide membuat eBooke Semolowaru berawal dari keresahan melihat warga Semolowaru, khususnya anak usia sekolah, yang lebih suka berlama-lama menatap layar gadget jika dibandingkan dengan membaca buku. Mereka lebih suka bermain game dan berbalas pesan di media sosial.

Padahal, penggunaan gadget yang berlebihan dan tidak terarah justru merugikan. Atas keresahan tersebut, Wisnu langsung tergerak untuk membuat aplikasi gadget yang mendidik. Dia berinisiatif menciptakan perpustakaan online berbasis Android.

Pada Oktober 2015, Wisnu yang saat itu menjabat ketua karang taruna mengajak sejumlah anggotanya untuk merumuskan perpustakaan online. Setelah ide matang, pemuda 26 tahun tersebut lantas berkonsultasi dengan Ketua LKMK Semolowaru Paul Meindert Budiman.

”Abah Budi (sapaan Paul, Red) langsung setuju. Lalu, kami berkunjung ke baperpus untuk minta izin sekaligus minta saran terkait materi apa saja yang harus ditampilkan di eBooke Semolowaru,” tutur Wisnu.

Hasilnya, Kepala Baperpus Surabaya Arini Pakistyaningsih menyetujui ide tersebut. Bahkan, lanjut Wisnu, baperpus mendelegasikan seorang ahli teknologi informasi (TI) untuk membantu proses pembuatan aplikasi perpustakaan online.

eBooke Semolowaru mulai digarap pada Agustus tahun lalu. Wisnu mengungkapkan, eBooke Semolowaru beberapa kali mengalami perubahan. Awalnya, aplikasi tersebut hanya bisa diakses dengan Android yang dilengkapi bluetooth.

Dahulu pengguna eBooke Semolowaru sangat terbatas. Tidak semua orang bisa mengakses aplikasi berkapasitas 27,20 megabyte (MB) tersebut. Untuk memilikinya, mereka harus minta seseorang yang telah memiliki aplikasi eBook Semolowaru untuk mengirimnya via bluetooth. Sebab, saat itu, aplikasi eBook Semolowaru belum bisa diunduh lewat internet.

Namun, saat ini aplikasi tersebut telah mengalami perubahan. Wisnu dan tim berhasil mengembangkan aplikasi eBooke Semolowaru yang lebih mudah diakses warga. Untuk memiliki aplikasi tersebut, warga tidak perlu saling mengirim via bluetooth. Cukup mengunduh di link yang tersedia.

Cara kerjanya, cukup scan kode QR (quick response) dengan aplikasi scanning QR code. ”Pakai Line juga bisa. Pokoknya, aplikasi apa pun yang bisa memindai QR code,” katanya.

Dikutip dari jawapos.com, [25/06/16]. Setelah berhasil memindai QR code, ponsel akan langsung terhubung ke internet. Pada laman pertama, akan muncul link untuk mengunduh eBooke Semolowaru. ”Tinggal klik, langsung mengunduh secara otomatis,” ujarnya.

Di mana bisa mendapatkan QR code? Wisnu mengatakan, seluruh tempat umum di Kelurahan Semolowaru telah ditempeli QR code eBooke Semolowaru. Mulai sekolah, pos ronda, balai RW, kantor kelurahan, puskesmas, hingga pasar.

Alumnus D-1 Teknik Informatika Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya (ITS) itu mengakui, eBooke Semolowaru memang belum secanggih aplikasi lain. Bahkan, eBooke Semolowaru belum masuk dalam jajaran aplikasi yang dapat diunduh di Play Store atau AppStore.

Sebab, menurut dia, eBooke Semolowaru dibuat secara swadaya. Jadi, sebisanya aplikasi tersebut dibuat tanpa mengeluarkan biaya apa pun. ”Warga bisa mengaksesnya gratis. Pihak karang taruna juga tidak terlalu dibebani dengan harus membayar domain,” bebernya.

Meski masih membutuhkan banyak penyempurnaan, aplikasi eBooke Semolowaru kembali melambungkan nama Surabaya di tingkat Jatim. Pada Mei 2016, Perpustakaan Semolowaru diminta mewakili Surabaya dalam lomba perpustakaan terbaik. Hasilnya, Surabaya meraih peringkat pertama. ”Juri mengapresiasi eBooke Semolowaru. Karena di Surabaya, bahkan Jatim, ini perpustakaan online pertama,” beber Wisnu.

Wisnu mengakui, awalnya dirinya dan tim tidak percaya bahwa Perpustakaan Semolowaru berhasil menjadi yang terbaik di Jatim. Sebab, ketika tim juri bertemu, Wisnu dan enam rekannya nyaris gagal mempresentasikan eBooke Semolowaru. ”Saat itu, kami ingin menunjukkan yang versi komputer. Tapi, di tengah-tengah presentasi, listrik mati. Akhirnya, ya juri ikut nunggu sekitar 15 menit sampai listrik menyala,” tutur dia.

Mengingat aplikasi tersebut tidak masuk dalam jajaran Play Store, Wisnu mengaku tidak tahu data jumlah orang yang mengunduh eBooke Semolowaru. Jumlah kunjungan per hari juga tidak dapat dilihat.

Namun, ungkap dia, mayoritas warga Kelurahan Semolowaru telah mengetahui aplikasi tersebut. Bahkan, yang semula sasarannya hanya anak-anak, kini eBooke Semolowaru juga dinikmati ibu-ibu dan bapak-bapak. Wisnu mengungkapkan, anak-anak dan remaja cenderung suka membaca buku bergenre novel. ”Kalau ibu-ibu, yang dibuka setiap hari resep masakan,” ujar Wisnu.

Dia menambahkan, saat ini ada 200 judul buku yang dapat dibaca di eBooke Semolowaru. Pemuda kelahiran 20 Mei 1990 itu menyebutkan, 200 buku tersebut terbagi dalam enam kelompok. Yakni, karya umum, novel, humor, komputer, budi daya, dan masakan.

Meraih peringkat pertama perpustakaan terbaik Jatim tidak lantas membuat Wisnu bersama enam rekannya terlena. Sebab, rencananya, pada Oktober, karya mereka bakal diadu dengan perpustakaan lain untuk memperebutkan predikat perpustakaan terbaik nasional.

Tentang Dunia Perpustakaan

DuniaPerpustakaan.com merupakan salah satu portal berita dan informasi yang dimiliki CV DP GROUP yang berisi terkait dengan semua informasi bidang ilmu perpustakaan. Didalamnya membahas terkait dengan Software Perpustakaan, Lowongan Kerja untuk Pustakawan, Profile Perpustakaan di dalam negeri dan luar negeri, Sosok Inspirasi terkait Pustakawan dan pejuang literasi, dll

Mungkin Anda Ingin Baca Tulisan ini Seperti Pengunjung yang Lain?

Bupati Banyuwangi Wajibkan Pelajar Kunjungi Perpustakaan

Bupati Banyuwangi Wajibkan Pelajar Kunjungi Perpustakaan! Dunia Perpustakaan | Kita tentunya ikut bangga karena di …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *