Home ::: Inspirasi Literasi ::: Hari Aksara! Ini 3 Provinsi di Indonesia dengan Minat Baca Tertinggi
Hasil penelitian sejumlah ilmuwan Yale University AS menunjukan bahwa penggemar baca buku hidup 2 tahun lebih lama daripada yang tidak. (sumber: New York Post)

Hari Aksara! Ini 3 Provinsi di Indonesia dengan Minat Baca Tertinggi

Ingin publikasi GRATIS kegiatan perpustakaan, TBM, sudut baca, dan aktivis kegiatan literasi lainya, Artikel, Makalah, dll segera hubungi kami DISINI!

Khusus pegiat literasi dan pustakawan yang ingin punya akun khusus disini, segera hubungi WhatsApp kami: 08586 8080 173

-----------------------------------------------------------

Hari Aksara! Ini 3 Provinsi di Indonesia dengan Minat Baca Tertinggi.

Dunia Perpustakaan | Minat baca di Indonesia memang tergolong masih rendah. Pada Maret 2016 studi dari Most Littered Nation In the World menyatakan, Indonesia menempati peringkat 60 dari 61 negara dengan minat baca. Indonesia berada di bawah Thailand yang menduduki posisi 59 dan berada di atas Bostwana peringkat 61.

Kendati demikian di kancah tanah air, Indonesia patut berbangga karena memiliki tiga provinsi yang tercatat memiliki minat baca tinggi.

Dilansir Liputan6.com dari laman resmi kemendikbud.go.id, provinsi di Indonesia yang memiliki minat baca paling tinggi diraih oleh:

  1. Provinsi Kepulauan Riau dengan jumlah 94,01 persen.
  2. Provinsi DKI Jakarta sebanyak 93,10 persen,
  3. Provinsi Bali mencapai 92,44 persen selisih tipis dengan Provinsi DIY yakni 91,00 persen.

Data itu dirilis oleh Badan Pusat Statistik (BPS).

BPS mengklaisifikasikan tingginya minat baca berdasarkan jenis bacaan yang dibaca misalnya, surat kabar, majalah, artikel elektronik, buku pelajaran, dan buku nonpelajaran.

Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan setiap tahun menyelenggarakan acara peringatan HAI tingkat nasional untuk mengingatkan betapa pentingnya membaca.

Penyelenggaraan peringatan HAI dimaknai sebagai bukti komitmen berkesinambungan terhadap kemajuan pencapaian keaksaraan setiap individu sebagai kunci pembangunan sosial ekonomi dalam budaya damai dan berkarakter.

Pada tahun 1965 Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menetapkan International Literacy Day atau Hari Aksara Internasional (HAI) untuk meningkatkan kesadaran seluruh pemangku kepentingan pendidikan bahwa masih ada masyarakat dewasa di dunia yang buta aksara.

Sesuai dengan konteksnya, pada setiap tahun dideklarasikan tema tertentu untuk mencapai misi yang diharapkan.

Tentang Penulis: Dunia Perpustakaan

DuniaPerpustakaan.com merupakan salah satu portal berita dan informasi yang dimiliki CV Dunia Perpustakaan GROUP yang berisi terkait dengan semua informasi bidang ilmu perpustakaan. Didalamnya membahas terkait dengan Software Perpustakaan, Lowongan Kerja untuk Pustakawan, Profile Perpustakaan di dalam negeri dan luar negeri, Sosok Inspirasi terkait Pustakawan dan pejuang literasi, dll

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Skip to toolbar