Home ::: Berita Perpustakaan ::: Kinerja Pengelola Perpustakaan Daerah Diragukan

Kinerja Pengelola Perpustakaan Daerah Diragukan

Ingin publikasi GRATIS kegiatan perpustakaan, TBM, sudut baca, dan aktivis kegiatan literasi lainya, Artikel, Makalah, dll segera hubungi kami DISINI!

Khusus pegiat literasi dan pustakawan yang ingin punya akun khusus disini, segera hubungi WhatsApp kami: 08586 8080 173

-----------------------------------------------------------

Kinerja Pengelola Perpustakaan Daerah Diragukan.

Dunia Perpustakaan | Sorotan miring terus mengalir terhadap fasilitas di Kantor Perpustakaan dan Arsip Daerah (Perpusda) Kabupaten Sampang.

Dari catatan Kabar Madura, keberadaan 3800 unit buku bacaan dan bahan referensi di Perpusda Sampang tidak jelas. Aset yang siap dipinjam tersebut sudah mulai ada yang tidak dikembalikan oleh para pengunjung, bahkan laporan pembukuannya dilakukan di luar kantor Perpusda.

Terbaru, Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sampang menilai bahwa tak pantas pekerjaan yang seharusnya dilakukan di kantor malah dikerjakan di rumahnya.

“Kalau itu pekerjaan perpus iya jangan dilakukan di rumahnya,” ujar Wakil Ketua Komisi I DPRD Sampang, Agus Husnul Yakin.

Menurut Agus, masyarakat Sampang sangat gampang untuk mengkroscek dan mengetahui terkait kepemilikan dan ketersedian buku di perpustakaan itu dengan cara melihat katalog yang tersedia.

“Tinggal melihat di katalog itu jumlah dan tempatnya juga ada di sana, jadi kalau masih ditutup–tutupi sangat miris melihat kinerja yang ada,” tambahnya.

Pihaknya menilai bahwa ketidakterbukaan kepada publik tersebut akan menimbulkan tanda tanya yang besar bagi masyarakat terhadap aset yang dimiliki oleh perpusatakaan tersebut. Agus berencana mendalami kondisi yang terjadi untuk memastikan katalog itu tersedia atau tidak.

Terkait tertutupnya hasil laporan yang ada di Perpusda Sampang tersebut, Agus mengingatkan bahwa keterbukaan terhadap publik harus diikuti. Sehingga dengan transparansi akan meningkatkan tingkat kepercayaan masyarakat Sampang terhadap kinerja Perpusda tersebut.

Dikutip dari korankabar.com, [10/06/16]. “Kalau ada yang ditutupi nantinya akan berimbas pada tingkat kepercayaan masyarakat yang akan menurun,” tuturnya.

Diberitakan sebelumnya bahwa keberadaan 3800 buku dan referensi di Perpusda Sampang terindikasi hilang, pasalnya banyak buku yang tidak jelas keberadaanya dan sistem pelaporan per triwulannya yang seakan–akan ditutupi dengan alasan dikerjakan di rumahnya.

Tentang Penulis: Dunia Perpustakaan

DuniaPerpustakaan.com merupakan salah satu portal berita dan informasi yang dimiliki CV Dunia Perpustakaan GROUP yang berisi terkait dengan semua informasi bidang ilmu perpustakaan. Didalamnya membahas terkait dengan Software Perpustakaan, Lowongan Kerja untuk Pustakawan, Profile Perpustakaan di dalam negeri dan luar negeri, Sosok Inspirasi terkait Pustakawan dan pejuang literasi, dll

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *