Home / Berita Perpustakaan / Kisah Mahasiswa Indonesia di China: Perpustakaan Selalu Penuh

Kisah Mahasiswa Indonesia di China: Perpustakaan Selalu Penuh

Ingin publikasi GRATIS kegiatan perpustakaan, TBM, sudut baca, dan aktivis kegiatan literasi lainya, Artikel, Makalah, dll segera hubungi kami DISINI!

Khusus pegiat literasi dan pustakawan yang ingin punya akun khusus disini, segera hubungi WhatsApp kami: 08586 8080 173

Kisah Mahasiswa Indonesia di China: Perpustakaan Selalu Penuh!

Dunia Perpustakan | China | Ada cerita dan kesan yang sama jika kita mendengar cerita orang-orang Indonesia ketika hidup di negara-negara maju seperti Jepang dan China.

Mereka pasti selalu memiliki cerita yang sama tentang banyaknya pengunjung di Perpustakaan di negara-negara maju tersebut.

Hal ini juga yang dirasakan oleh Jenmar, salah satu Mahasiswa dari Indonesia yang saat ini sedang belajar di China dari program beasiswa. Kurniawan Zainmar.

Jenmar begitu ia biasa disapa berstatus sebagai Mahasiswa Universitas Mercu Buana sebelum mendapat kesempatan untuk melanjutkan semester limanya di Beijing, China.

Tidak tanggung-tanggung, beasiswa yang Jenmar dapatkan berprogram Double Degree. Artinya, ia mendapatkan dua gelar berbeda dengan bidang keilmuan yang berbeda.

Selama belajar di China, dirinya memiliki kesan yang diakuinya sangat jarang ditemui di Indonesia yaitu tentang banyaknya pengunjung perpustakaan yang selalu antri ketika ingin masuk ke perpustakaan disana. Bahkan jika datangnya kesiangan sedikit saja, jangan berharap bisa mendapatkan tempat duduk karena perpustakaan selalu penuh.

Sebagaimana dikutip dari koran-sindo.com, Jenmar mengatakan, ada beberapa hal yang tidak ia temui di Indonesia. Yang unik di sini tuh perpustakaan selalu rame.

Perpustakaan buka jam 8 pagi sampai jam 11 malam, tiap hari pasti penuh, katanya. Bahkan, kalau ingin ke perpustakaan harus antri pagi-pagi supaya bisa mendapatkan tempat duduk. Datang siang pasti nggak bakal dapat tempat, katanya.

Di sini, orang yang dateng ke perpustakaan tuh suka bawa yang aneh-aneh. Ada yang bawa hewan peliharaannya, ada juga yang bawa bantal. Kocak deh.. tambahnya.

“Selain itu, jika ingin berpergian, harus berjalan kaki. Gue kemana-mana jalan kaki. Tapi akhirnya gue beli sepeda, soalnya kampus gue gede banget, capek juga kalo jalan,” katanya.

Jenmar mengaku ada hal yang tidak ia dapatkan di Beijing.

“Semua mahasiswa selalu sibuk di sini. Nggak ada yang nongkrong-nongkrong seperti di Indonesia. Kalau lagi di kantin, makan ya makan, ngobrol paling seadanya. Nggak ada tuh yang ngobrol sambil bercanda, ketawa-tawa. Itu sih yang kadang gue kangenin,” ungkap Jenmar.

Dari kisah ini, apakah menunjukan jika mahasiswa di sana [negara maju] memang terkesan selalu serius sehingga membuat negara mereka maju?

About Dunia Perpustakaan

DuniaPerpustakaan.com merupakan salah satu portal berita dan informasi yang dimiliki CV DP GROUP yang berisi terkait dengan semua informasi bidang ilmu perpustakaan. Didalamnya membahas terkait dengan Software Perpustakaan, Lowongan Kerja untuk Pustakawan, Profile Perpustakaan di dalam negeri dan luar negeri, Sosok Inspirasi terkait Pustakawan dan pejuang literasi, dll

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *