Home ::: Berita Perpustakaan ::: Kota Muntilan Menjadi Lokasi Favorit Pembangunan Perpustakaan Terpadu
ilustrasi

Kota Muntilan Menjadi Lokasi Favorit Pembangunan Perpustakaan Terpadu

Ingin publikasi GRATIS kegiatan perpustakaan, TBM, sudut baca, dan aktivis kegiatan literasi lainya, Artikel, Makalah, dll segera hubungi kami DISINI!

Khusus pegiat literasi dan pustakawan yang ingin punya akun khusus disini, segera hubungi WhatsApp kami: 08586 8080 173

-----------------------------------------------------------

Kota Muntilan Menjadi Lokasi Favorit Pembangunan Perpustakaan Terpadu.

Dunia Perpustakaan | Kota Muntilan dinilai menjadi lokasi paling layak untuk lokasi pembangunan gedung perpustakaan dan arsip daerah.

Kota Muntilan mengalahkan dua kandidat lain, yakni wilayah Kecamatan Mertoyudan dan Kecamatan Mungkid. Berdasarkan hasil studi kelayakan konsultan CVWisanggeni, Kota Muntilan unggul dalam seluruh aspek penilaian mulai dari aspek akademis, teknis, maupun kebijakan wilayah.

”Ini menjadi pertimbangan Pemkab Magelang dalam memilih lokasi pembangunan gedung perpus dan arsip daerah Kabupaten Magelang,” kata Staf Ahli Bupati Bidang Pemerintahan, Hukum, dan Politik, Dian Setia Dharma.

Dian menjelaskan, kajian CV Wisanggeni menunjukkan Kecamatan Muntilan memeroleh nilai 25 dalam matrik faktor penentuan lokasi. Nilai ini jauh di atas wilayah Kecamatan Mertoyudan yang mendapat nilai 21, dan Kecamatan Mungkid 17.

Hal serupa juga terlihat dalam matrik penentuan lahan. Kecamatan Muntilan memeroleh nilai 12 sementara Kecamatan Mertoyudan mendapat nilai 10, dan Kecamatan Mungkid 5. Atas hasil kajian CVWisanggeni ini, Pemkab Magelang menggelar sosialisasi kepada masyarakat.

Dikatakan bahwa sosialisasi dilaksanakan untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat bahwa lokasi yang layak untuk pembangunan dan pengembangan perpus dan arsip daerah telah dikaji.

Pembangunan gedung perpustakaan akan dimulai tahun 2017 dengan anggaran sebesar Rp 21.026.316.000. ”Pembangunan perpustakaan ini merupakan bukti kesungguhan Pemkab Magelang mengembangkan perpustakaan,” kata Dian.

Pembangunan perpustakaan ini sudah dituangkan dalam DSP-RPJMD 2014-2019 dan Perda No 9 tahun 2015 tentang pembentukan dana cadangan pembangunan gedung perpustakaan dan arsip daerah sebesar Rp 21.026.316.000.

Sementara itu, Kepala Kantor Perpustakaan dan Arsip Kabupaten Magelang Agus Rudito mengatakan, hasil kajian CVWisanggeni ini sudah mendapatkan lampu hijau dari Perpusnas-RI di Jakarta. ”Perpusnas sudah memberikan rekomendasi lokasi pembangunan perpustakaan di Kota Muntilan,” kata Agus. Dikutip dari suaramerdeka.com, [01/07/16].

Menurut Agus, peserta sosialisasi ikut memberikan apresiasi atas hasil kajian yang memilih Kota Muntilan. Dikatakan banyak pihak menghadiri sosialisasi di antaranya SKPD terkait, pustakawan, tim teknis penyusunan study, dan para pengelola perpustakaan sekolah. Mereka berharap segera terwujud gedung perpustakaan dan arsip daerah yang representatif dengan kelengkapan yang menyesuaikan zaman dan ITyang modern.

Sastrawan Magelang Triman Laksana menambahkan lokasi pembangunan perpustakaan harus memiliki keunggulan dalam aspek akses transportasi, lokasi strategis, dan memiliki komunitas pembaca. Jika tidak maka perpustakaan baru bisa ditinggalkan masyarakat. ”Saya setuju Kota Muntilan karena aksesnya mudah. Muntilan juga punya banyak komunitas pembaca, ,” kata Triman, yang pada 2015 meraih Hadiah Sastra Rancage.

Tentang Penulis: Dunia Perpustakaan

DuniaPerpustakaan.com merupakan salah satu portal berita dan informasi yang dimiliki CV Dunia Perpustakaan GROUP yang berisi terkait dengan semua informasi bidang ilmu perpustakaan. Didalamnya membahas terkait dengan Software Perpustakaan, Lowongan Kerja untuk Pustakawan, Profile Perpustakaan di dalam negeri dan luar negeri, Sosok Inspirasi terkait Pustakawan dan pejuang literasi, dll

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Skip to toolbar