Home ::: Berita Perpustakaan ::: Masyarakat DIY Paling Sering Kunjungi Perpustakaan, Dibandingkan dengan Daerah lain
Ilustrasi

Masyarakat DIY Paling Sering Kunjungi Perpustakaan, Dibandingkan dengan Daerah lain

Ingin publikasi GRATIS kegiatan perpustakaan, TBM, sudut baca, dan aktivis kegiatan literasi lainya, Artikel, Makalah, dll segera hubungi kami DISINI!

Khusus pegiat literasi dan pustakawan yang ingin punya akun khusus disini, segera hubungi WhatsApp kami: 08586 8080 173

-----------------------------------------------------------

Masyarakat DIY Paling Sering Kunjungi Perpustakaan, Dibandingkan dengan Daerah lain.

Dunia Perpustakaan | Tingkat kunjungan masyarakat Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) ke perpustakaan tertinggi dibandingkan dengan daerah lain di Indonesia.

“Mengunjungi perpustakaan merupakan salah satu kegiatan mengisi waktu luang yang bersifat positif. Pengunjung perpustakaan biasanya memiliki tujuan tertentu, misalnya untuk mendapatkan pengetahuan yang dicari atau hanya sekedar membaca,” kata Deputi Bidang Statistik Sosial Badan Pusat Statistik (BPS) Sairi saat dihubungi Antara dari Yogyakarta, Jumat.

Bahkan, kata dia, secara sengaja mayoritas masyarakat DIY meluangkan waktu untuk pergi ke perpustakaan.

“Itu salah satu bukti, DIY disebut Kota Pelajar di Indonesia,” ucap dia.

Hingga saat ini, lanjut Sairi, pemerintah masih menganggap perpustakaan tempat yang berfungsi menyebarkan pengetahuan dan membantu masyarakat memperoleh dan menambah pengetahuan.

Dikutip dari ANTARA News, “Masyarakat yang masih terus berkunjung ke perpustakaan untuk belajar dan mencari pengetahuan, perlu diapresiasi di tengah persaingan perpustakaan dengan sumber-sumber pengetahuan lainnya, seperti perpustakaan digital,” terang dia.

Data BPS mencatat, secara total persentase masyarakat berusia lima hingga 44 tahun yang paling banyak mengunjungi perpustakaan adalah Provinsi Bali sebesar 75,62 persen.

Berikutnya, kata dia, posisi kedua dan ketiga ditempati Provinsi DIY sebesar 74,67 persen dan Gorontalo sebesar 68,41. Persentase ini terdiri dari lima kategori.

Pertama, masyarakat tidak bersekolah yang mengunjungi perpustakaan pada posisi tiga besar ditempati oleh DIY sebesar 4,10 persen. Posisi kedua dan ketiga ditempati oleh Provinsi Kalimantan Timur (3,12 persen) dan Gorontalo (2,67 persen).

Kedua, masyarakat dengan jenjang SD yang mengunjungi perpustakaan pada posisi 3 besar ditempati oleh DIY (71,92 persen). Posisi kedua dan ketiga ditempati oleh Kepulauan Bangka Belitung (49,02 persen) dan Bali (46,22).

Ketiga, masyarakat dengan jenjang SMP yang mengunjungi perpustakaan pada posisi tiga besar ditempati oleh DIY (82,95 persen). Posisi kedua dan ketiga ditempati oleh Bali 64,54 persen, dan Kepulauan Bangka Belitung 62,59 persen.

Keempat, pelajar dengan jenjang SMU/Kejuruan yang mengunjungi perpustakaan paling banyak adalah Kalimantan Selatan 61,76 persen. Posisi kedua dan ketiga adalah Bengkulu (59,67 persen) dan Kalimantan Utara (58,31 persen). Sementara DIY menempati posisi kedelapan sebesar 52,47 persen.

Kelima, mahasiswa yang paling banyak mengunjungi perpustakaan berasal dari Bali (75,62 persen), diikuti oleh DIY (74,67 persen), dan Gorontalo (68,41 persen)

Tentang Penulis: Dunia Perpustakaan

DuniaPerpustakaan.com merupakan salah satu portal berita dan informasi yang dimiliki CV Dunia Perpustakaan GROUP yang berisi terkait dengan semua informasi bidang ilmu perpustakaan. Didalamnya membahas terkait dengan Software Perpustakaan, Lowongan Kerja untuk Pustakawan, Profile Perpustakaan di dalam negeri dan luar negeri, Sosok Inspirasi terkait Pustakawan dan pejuang literasi, dll

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Skip to toolbar