Home ::: Berita Perpustakaan ::: Mengembangkan Perpustakaan Hibrida
ilustrasi

Mengembangkan Perpustakaan Hibrida

Ingin publikasi GRATIS kegiatan perpustakaan, TBM, sudut baca, dan aktivis kegiatan literasi lainya, Artikel, Makalah, dll segera hubungi kami DISINI!

Khusus pegiat literasi dan pustakawan yang ingin punya akun khusus disini, segera hubungi WhatsApp kami: 08586 8080 173

-----------------------------------------------------------

Mengembangkan Perpustakaan Hibrida.

Dunia Perpustakaan | Tidak salah Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI menetapkan Retno Setiowati, pengelola Perpustakaan SMP 3 Salatiga sebagai Pustakawan Terbaik Nasional 2016. Visi dan misinya terhadap pengembangan perpustakaan sekolah tergambar jelas.

Bahkan dia berniat memajukan perpustakaan SMP 3 Salatiga yang dikelolanya menjadi perpustakaan lokal berbasis digital.

ALUMNI FKIP Bahasa dan Sastra Indonesia Universitas Muhammadiya Surakarta (UMS) Solo ini bercita-cita menjadikan Perpustakaan SMP 3 sebagai Perpustakaan Hibrida, di mana perpustakaan dilengkapi koleksi buku cetak dan digital.

Rencana itu pun mendapat dukungan dari Kepala SMP 3 Kota Salatiga, Suyudi. Dia menargetkan dalam dua tahun, program itu bisa berjalan. Termasuk di dalamnya menambah koleksi buku-buku bacaan.

”Bila Perpustakaan Hibrida sudah terealisasi dengan dilengkapinya buku cetak dan buku digital, maka ke depan Perpustakaan SMP 3 bisa diakses siswa dan guru dari rumah dengan sistem online selama 24 jam,” kata Retno.

Era digital yang mememudahkan siswa mengakses internet lewat gadget harus dapat dimanfaatkan secara positif. Salah satunya untuk mengakses perpustakaan digital yang ingin dibangun Retno.

Merangkum dari suaramerdeka.com, [13/09/16]. Menurutnya untuk mewujudkan hal itu tidak sulit tapi juga tidak juga semudah membalikkan tangan. Terlebih untuk mewujudkan perpustakaan digital, perlu peran orang tua dan guru, sebagai pemangku kepentingan siswa di sekolah dan di rumah.

Meski demikian secara tradisional, perpustakaan sekolah tetap harus dibuat sedemikian rupa sehingga ketika siswa berada di sekolah mau mengunjunginya. Interior dan eksterior perpustakaan sekolah harus diciptakan sebaik mungkin agar siswa nyaman.

Tentunya yang sudah pasti harus dilakukan adalah memenuhi koleksi buku yang dibutuhkan siswa. Dia bersyukur perpustakaan sekolah yang dikelolanya sudah memiliki koleksi lebih dari 9.800 buku.

Sistem pengelolaan perpustakaan sekolah juga telah ditata Retno dan pengelola sebelumnya sangat baik, sehingga memudahkan dalam mencari buku, proses peminjaman, dan penataan kembali buku di rak, serta lainnya.

Tentang Penulis: Dunia Perpustakaan

DuniaPerpustakaan.com merupakan salah satu portal berita dan informasi yang dimiliki CV Dunia Perpustakaan GROUP yang berisi terkait dengan semua informasi bidang ilmu perpustakaan. Didalamnya membahas terkait dengan Software Perpustakaan, Lowongan Kerja untuk Pustakawan, Profile Perpustakaan di dalam negeri dan luar negeri, Sosok Inspirasi terkait Pustakawan dan pejuang literasi, dll

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Skip to toolbar