Home ::: Berita Perpustakaan ::: Mengintip Ajang Frankfurt Book Fair 2016, Siapa Bilang Buku Akan Mati
sumber gambar: young-germany.de

Mengintip Ajang Frankfurt Book Fair 2016, Siapa Bilang Buku Akan Mati

Mengintip Ajang Frankfurt Book Fair 2016, Siapa Bilang Buku Akan Mati!

Dunia Perpustakaan | Di era digital terkadang memang harus diakui banyak orang beralih media bacanya, dari buku beralih kepada ebook [digital]. Namun di pagelaran Frankfurt Book Fair 2016 di Jerman menunjukan bahwa buku tak akan pernah ada matinya.

Baru-baru ini sebagaimana dikutip dari detik.com [19/10/16], yang membuat pemberitaan laporan khusus terkait dengan kemeriahan Ajang Frankfurt Book Fair 2016, disana menunjukan bahwa antusias penduduk dari penjuru dunia untuk membaca buku sangatlah tinggi.

Seribuan orang memadati ruang Congress Center Messa Frankfurt, Saal Harmonie, Jerman. Mereka datang dari berbagai penjuru dunia. Belanda yang didaulat sebagai tamu kehormatan datang dipimpin langsung oleh Raja Belanda, Willem-Alexander dan Ratu Maxima.

Kursi yang disediakan terisi penuh. Tamu undangan diberikan alat penerjemah dalam tiga bahasa yaitu Inggris, Perancis dan Belanda. Tepat pukul 17.00 waktu setempat, Selasa (18/19/2016), Presiden Frankfurt Book Fair, Jeurgen Boss memberikan sambutan. Antusias yang cukup memukau itu memberi semangat baru dalam dunia perbukuan di Indonesia.

“Kalau seperti ini, siapa yang bilang buku akan mati?” kata penulis buku Indonesia, Seno Gumira Ajidarma optimis.

Optimisme Seno bukannya tanpa alasan. Eropa yang sudah modern dalam dunia digital, buku masih menjadi pilihan utama mengisi waktu luang. Di Jepang, osarang membaca buku di dalam kereta api, bersaing dengan orang membaca Hp pintar.

“Budaya membaca negara kita masih sangat rendah, nomor dua dari bawah,” kata anggota stering commmite Frankfurt Book Fair 2016 Indonesia, Goenawan Mohamad.

Dubes RI untuk Jerman Fauzi Bowo pun mengakui keaktifan Indonesia di FBF menjadikan Indonesia dipandang di Eropa dan dunia. Buku menjadi alat diplomasi budaya untuk mensejajarkan bangsa Indonesia setara dengan negara maju di belahan dunia lain.

“Dampak kepada kita yang signifikan itu, dengan keikutsertaan di Frankfurt Book Fair ini, di Eropa ini yang paling besar, itu membuat panggung bagi para penulis-penulis muda kita. Memberikan kepada penulis-penulis muda untuk tampil di panggung dunia. Eka Kurniawan salah satunya. Eka salah satu yang fenomenal,” ucap Foke, demikian mantan Gubernur DKI Jakarta itu biasa disapa.

Pembukaan yang dimulai pukul 17.00 waktu setempat disudahi pukul 18.30 waktu setempat. Pembukaan diisi dengan sambutan dari Presiden Frankfurt Book Fair Juergen Boos dan diakhiri dengan pembacaan puisi oleh duet Charlotte van den Boreck-Arnon Grunberg. Sepanjang pembukaan, tepuk tangan saling bersahutan sepanjang acara.

Tentang Dunia Perpustakaan

DuniaPerpustakaan.com merupakan salah satu portal berita dan informasi yang dimiliki CV DP GROUP yang berisi terkait dengan semua informasi bidang ilmu perpustakaan. Didalamnya membahas terkait dengan Software Perpustakaan, Lowongan Kerja untuk Pustakawan, Profile Perpustakaan di dalam negeri dan luar negeri, Sosok Inspirasi terkait Pustakawan dan pejuang literasi, dll

Mungkin Anda Ingin Baca Tulisan ini Seperti Pengunjung yang Lain?

Perpustakaan Unik di Australia ini Sedang Viral, Ini Penyebabnya!

Perpustakaan Unik di Australia ini Sedang Viral, Ini Penyebabnya! Dunia Perpustakaan | Jika anda pegiat …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *