Home ::: Berita Perpustakaan ::: Mengintip Layanan Pojok Braille di Perpustakaan Kota Malang
Inilah Pelayanan Pojok Braile di Perpustakaan Kota Malang yang sangat mengistimewakan penyandang tunanetra |gambar: perpustakaan.malangkota.go.id

Mengintip Layanan Pojok Braille di Perpustakaan Kota Malang

Ingin publikasi GRATIS kegiatan perpustakaan, TBM, sudut baca, dan aktivis kegiatan literasi lainya, Artikel, Makalah, dll segera hubungi kami DISINI!

Khusus pegiat literasi dan pustakawan yang ingin punya akun khusus disini, segera hubungi WhatsApp kami: 08586 8080 173

-----------------------------------------------------------

Mengintip Layanan Pojok Braille di Perpustakaan Kota Malang.

Dunia Perpustakaan | Perpustakaan Daerah Kota Malang memang memiliki prestasi yang sudah membuat kagum pengelola perpustakaan lain di Indonesia.

Hal tersebut dikarenakan keberhasilan para pustakawan yang bersatupadu dengan pihak-pihak terkait sehingga mampu menjadikan masyarakat Kota Malang menjadi rajin ke perpustakaan.

Salah satu hal yang tidak [belum] dilakukan oleh perpustakaan lain tapi dilakukan oleh perpustakaan Kota Malang, yaitu terkait dengan pelayanan khusus untuk para penyandang tuna netra.

Layanan tersebut dikenal dengan istilah LAPOBRA [Layanan Pojok Braille].

Karena keistimewaan layanan inipula, rencananya Wali Kota Malang, M Anton akan mempresentasikan Layanan Pojok Braille (Lapobra) ke Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (KemenPAN-RB) pada awal Mei 2017. 

Lapobra termasuk layanan untuk tunanetra di Perpustakaan Kota Malang. Anton menuturkan Kota Malang masuk di TOP 99 untuk inovasi layanan publik di KemenPAN-RB. 

Sebelumnya tersaring 3.050 inovasi dari seluruh Indonesia. Dari jumlah inovasi layanan publik itu kemudian dikerucutkan menjadi 1.550 inovasi, kemudian menjadi 150 inovasi. Selaramg masuk ke TOP 99. 

“Kami memunculkan inovasi Lapobra ini, yakni layanan untuk warga tunanetra,” ujar Anton sebagaimana dikutip dari suryamalang.com, Jumat (28/4/2017). 

Inovasi itu tidak ada di perpustakaan lain. Menurutnya, ada 1.388 tunanetra di Kota Malang. Penyandang tunanetara ini harus tetap mendapat layanan dan akses ke perpustakaan. 

“Lapobra sudah ada. Selanjutnya kami akan lengkapi dengan fasilitas antar-jemput untuk penyandang tunanetra. Akan ada mobil antar-jemput untuk tunanetra ke perpustakaan pada tahun ini,” imbuh Anton. 

Sementara itu, Kepala Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah Kota Malang, Djoko Yuwono mengakui Lapobra termasuk inovasi di Perpustakaan Kota Malang. Lapobra dilengkapi dengan buku bacaan huruf braille  dan peratalan audio. 

“Kami tidak bisa mengesampingkan warga tunanetra. Mereka juga harus diberi akses terhadap buku bacaan. Ada sekitar 5 ribu buku bacaan memakai huruf braille di Lapobra,” ujar Djoko.

Semoga saja pelayanan-pelayanan khusus sebagaimana yang ada di Perpustakaan Kota Malang ini bisa diikuti oleh perpustakaan-perpustakaan lain di Indonesia.

Tentang Penulis: Dunia Perpustakaan

DuniaPerpustakaan.com merupakan salah satu portal berita dan informasi yang dimiliki CV Dunia Perpustakaan GROUP yang berisi terkait dengan semua informasi bidang ilmu perpustakaan. Didalamnya membahas terkait dengan Software Perpustakaan, Lowongan Kerja untuk Pustakawan, Profile Perpustakaan di dalam negeri dan luar negeri, Sosok Inspirasi terkait Pustakawan dan pejuang literasi, dll

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Skip to toolbar