Home ::: Berita Perpustakaan ::: Miris dan Mengenaskan! 4 Bulan Tak Mampu Bayar Karyawan, Museum Tertua di Indonesia ini Tutup!
Prihatin memang, nasib museum tertua dan bersejarah sepeerti Radya Pustaka saja bisa terabaikan begini, bagaimana dengan nasib perpustakaan kecil seperti perpustakaan desa, TBM? :-( |Gambar: koleksi DP GROUP

Miris dan Mengenaskan! 4 Bulan Tak Mampu Bayar Karyawan, Museum Tertua di Indonesia ini Tutup!

Miris dan Mengenaskan! 4 Bulan Tak Mampu Bayar Karyawan, Museum Tertua di Indonesia ini Tutup!

Dunia Perpustakaan | Museum dan Perpustakaan Radya Pustaka | Jika mendengar kabar seperti inilah yang menjadikan salah satu alasan kenapa banyak orang yang tidak setuju jika DPR akan berencana bangun perpustakaan dengan dana hingga Rp 500 miliar lebih.

Padahal kondisi perpustakaan dan museum di daerah-daerah masih banyak yang sangat memprihatinkan.

Salah satu contoh kisah memilukan yaitu yang dialami oleh Museum dan perpustakaan Radya Pustaka di Solo ini. Dikabarkan jika museum dan perpustakaan Radya Pustaka di Solo ini sudah beberapa hari ini tutup karena karyawanya sudah 4 bulan belum diberikan gaji.

Dikutip dari detik.com [15/4/16] disebutkan jika sudah tiga hari Museum Radyapustaka Solo tutup.

Karyawannya menolak bekerja karena sudah 4 bulan tidak digaji. Komite Museum Radyapustaka selaku pengelola pasrah dan berencana mengembalikan mandat yang diberikan Pemkot kepada mereka.

“Kami tidak bisa memaksa para karyawan kami tetap bekerja karena kami menyadari sudah tidak bisa menggaji mereka semenjak Januari. Kami berusaha membujuk mereka akan Sabtu besok bisa masuk kerja kembali namun hingga saat ini kami juga belum berhasil menghubungi mereka. Semua telepon dari kami tidak diangkat,” ujar Sekretaris Komite Radyapustaka, St Wiyono, Jumat (15/4/2016).

Menurut rencana, besok diharapkan seluruh karyawan bisa masuk kerja dan selanjutnya akan langsung dipertemukan dengan Wali Kota Surakarta, Hadi Rudyatmo.

Kepada wali kota, pihak komite juga akan sekalian meminta arahan apakah pengelolaan museum akan diteruskan atau dihentikan karena tidak ada dana yang dimiliki museum untuk biaya operasional, sedangkan Pemkot mengalami kesulitan memberikan bantuan.

Terdapat dana Rp 300 juta yang semula dianggarkan untuk dana hibah dari Pemkot ke Museum Radyapustaka namun terkendala aturan baru yang melarang Pemkot memberikan dana hibah selain kepada lembaga berbadan hukum.

Padahal Museum Radyapustaka bukan merupakan badan hukum. Rencana membentuk badan hukum untuk mengelola museum tertua di tanah air tersebut ditangguhkan mengingat status historisnya yang cukup panjang dan dikhawatirkan menimbulkan pro dan kontra.

“Padahal saat ini kami sudah tidak punya uang sama sekali. Jangankan membayar 8 pegawai kami, untuk membayar tagihan listrik saja sudah tidak mampu. Padahal listrik adalah persoalan vital karena pada bagian khusus, AC ruangan harus tetap hidup 24 jam untuk menjaga kondisi koleksi dan menghidupkan kamera CCTV. Belum lagi tagihan air dan biaya perawatan koleksi. Padahal pendapatan dari tiket masuk juga tidak memadai. Kami sudah pasrah,” lanjut Wiyono.

Museum Radyapustaka sendiri berada pada lahan sengketa di Taman Sriwedari. Lahan seluas 10 hektar di tengah Kota Solo tersebut diperebutkan oleh Pemkot Surakarta dengan pihak ahli waris Wiryodiningrat yang mengaku memiliki akta kepemilikan sah atas lahan itu.

Tentang Dunia Perpustakaan

DuniaPerpustakaan.com merupakan salah satu portal berita dan informasi yang dimiliki CV DP GROUP yang berisi terkait dengan semua informasi bidang ilmu perpustakaan. Didalamnya membahas terkait dengan Software Perpustakaan, Lowongan Kerja untuk Pustakawan, Profile Perpustakaan di dalam negeri dan luar negeri, Sosok Inspirasi terkait Pustakawan dan pejuang literasi, dll

Mungkin Anda Ingin Baca Tulisan ini Seperti Pengunjung yang Lain?

Bupati Banyuwangi Wajibkan Pelajar Kunjungi Perpustakaan

Bupati Banyuwangi Wajibkan Pelajar Kunjungi Perpustakaan! Dunia Perpustakaan | Kita tentunya ikut bangga karena di …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *