Home ::: Berita Perpustakaan ::: Miris! Perpustakaan SD 001 Desa Air Asuk Ditutup, Karena Dibangun di Lahan Warga
Perpustakaan SD 001 Desa Air Asuk yang tampak ditutup. [batampos]

Miris! Perpustakaan SD 001 Desa Air Asuk Ditutup, Karena Dibangun di Lahan Warga

Ingin publikasi GRATIS kegiatan perpustakaan, TBM, sudut baca, dan aktivis kegiatan literasi lainya, Artikel, Makalah, dll segera hubungi kami DISINI!

Khusus pegiat literasi dan pustakawan yang ingin punya akun khusus disini, segera hubungi WhatsApp kami: 08586 8080 173

-----------------------------------------------------------

Miris! Perpustakaan SD 001 Desa Air Asuk Ditutup, Karena Dibangun di Lahan Warga.

Dunia Perpustakaan  | Bangunan Perpustakaan SD 001 Desa Air Asuk hingga saat ini tidak bisa digunakan secara maksimal lantaran ada salah seorang warga setempat mengaku bahwasanya perpustakaan itu dibangun di lahan miliknya.

Pantauan di lapangan, tidak ada salah seorang muridpun yang masuk ke perpustakaan yang dibangun dibagian belakang sekolah karena bangunan terkunci rapat. Penjaga perpustakaan juga tidak ada sehingga tampak sepi tanpa penjagaan.

Kepala Sekolah SD 001 Desa Air Asuk, Syamsul, menjelaskan perpustakaan itu dibangun sekitar tahun 2012 tapi hanya digunakan sebentar saja. “Sebelum ada klaim dari pemilik lahan, perpustakaan itu sempat digunakan,” ungkapnya kepada wartawan Jumat (26/8)

Meski tidak digunakan secara normal, tapi bangunan perpustakaan yang ada itu digunakan untuk menyimpan buku. “Kita tidak bisa menggunakan perpustakaan itu secara maksimal karena perpustakaan itu diklaim milik warga, makanya kita kunci saja dan kita pakai untuk menyimpan sebagian buku sekolah,” ungkapnya kepada wartawan beberapa waktu lalu.

Dikutip dari batampos.co.id, [08/16]. Namun demikian dirinya tidak berani menyebut siapa nama pemilik lahan itu. Yang jelas pernah terjadi keributan ketika perpustakaan itu digunakan. “Pada awalnya kita gunakan tapi ada yang klaim jadi tidak kita gunakan lagi,” jelasnya.

Salah seorang warga setempat, Wardi mengaku prihatin bahkan menyayangkan sikap pemda yang ceroboh dengan mendirikan bangunan perpustakaan tapi tidak teliti secara administrasi. Sehingga menimbulkan masalah dibelakang.

“Seharusnya pemda sebelum mendirikan bangunan, harus cek benar-benar apakah dilahan yang akan didirikan bangunan itu jelas atau tidak, jadi tidak menimbulkan permasalahan kedepannya,” ungkapnya.

Dengan adanya permasalahan seperti ini pemda harus mencari solusi. Apakah lahan yang sudah terlanjur didirikan bangunan itu akan diganti rugi atau bangunan itu dibongkar supaya ada kejelasan.

“Kalau tidak segera diselesaikan, maka permasalahan ini akan berlarut-larut tanpa ujung, kalau seperti ini murid yang dirugikan
karena tidak bisa membaca buku di perpustakaan,” tutupnya.

Tentang Penulis: Dunia Perpustakaan

DuniaPerpustakaan.com merupakan salah satu portal berita dan informasi yang dimiliki CV Dunia Perpustakaan GROUP yang berisi terkait dengan semua informasi bidang ilmu perpustakaan. Didalamnya membahas terkait dengan Software Perpustakaan, Lowongan Kerja untuk Pustakawan, Profile Perpustakaan di dalam negeri dan luar negeri, Sosok Inspirasi terkait Pustakawan dan pejuang literasi, dll

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Skip to toolbar