Home ::: Museum ::: Museum Aceh Pamer Naskah Kuno Langka

Museum Aceh Pamer Naskah Kuno Langka

Ingin publikasi GRATIS kegiatan perpustakaan, TBM, sudut baca, dan aktivis kegiatan literasi lainya, Artikel, Makalah, dll segera hubungi kami DISINI!

Khusus pegiat literasi dan pustakawan yang ingin punya akun khusus disini, segera hubungi WhatsApp kami: 08586 8080 173

-----------------------------------------------------------

Museum Aceh Pamer Naskah Kuno Langka.

Dunia Perpustakaan | Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Aceh melalui UPTD Museum Aceh, Kamis (22/9) di Kompleks Museum Aceh, Jalan Sultan Alaidin Mahmudsyah, No 12 Peuniti Banda Aceh, menggelar pameran naskah kuno warisan Intelaktual Aceh dengan judul “Tempo Dulu Orang Aceh Pintar.”

“Tempo dulu orang Aceh pintar menjadi judul pameran temporer tahun ini, pengambilan tema ini, untuk menggambarkan kegemilangan Aceh tempo dulu dan tingginya peradaban dan pengetahuan yang dihasilkan orang Aceh,” jelas kepala Museun Aceh, Junaidah Hasnawati. Dikutip dari tribunAceh.com, [22/09/16].

Naskah-naskah yang ditampilkan diantaranya hasil karya Hamzah Fansuri, Syamsuddin as-Sumatrani, dan Nuruddin Ar-Raniry.

Pameran temporer ini dibuka selama 3 bulan ke depan dimulai 22 September dan berakhir 22 November 2016. “Kami berharap Aceh baik pelajar maupun masyarakat umum mengunjungi pameran ini, dimana ada sebuah naskah yang sangat langka yang akan ditampilkan salah satunya yaitu tafsir Alquran tertua di Asia tenggara karya Abdurrauf As Singkili yang berjudul Tarjuman al Mustafid,” ujar Junaidah.

Selain naskah-naskah tempo dulu, disini akan ditampilan juga lukisan kaligrafi, dari para pelukis terkenal yang sebagian besar merupakan hadiah dari Ibu Negara Tien Suharto yang berasal dari pameran MTQ Nasional tahun 1981 yang dilaksanakan di Banda Aceh.

Dalam pameran itu akan menampilan 63 buah koleksi yang terdiri dari 48 buah naskah, baik Alquran dan 15 buah lukisan kaligrafi.

Pada kesempatan lain, Kepala Disbudpar Aceh Reza Fahlevi menjelaskan, bahwa pameran temporer itu yang berlangsung elama tiga bulan ini dengan tujuan memperkenalkan khasanah intelektual Aceh masa lalu kepada masyarakat.

“Kita harapkan dengan kegiatan ini akan menumbuhkan rasa kecintaan terhadap hasil karya intelektual Aceh terdahulu dan menstimulus generasi muda untuk menggali kembali khasanah intelektual masa lalu,” ujar Reza Fahlavi.

Diakuinya masih banyak naskah kuno Aceh yang tersimpan di beberapa lembaga baik dalam negeri maupun luar negeri seperti di Belanda. “Ke depan kita akan memperjuangkan agar naskah-naskah Aceh yg diluar negeri dapat kembali kita bawa pulang ke Aceh, “ujarnya.

Menurut Reza Fahlevi, paradigma baru yang kini memandang bahwa museum tidak lagi hanya menjadi tempat barang antik, seperti anggapan masyarakat umumnya. Tetapi museum harus terus berusaha untuk menjadi tempat di mana pengunjung dapat merasakan sesuatu suasana berbeda yang dan menjadi sumber ilmu pengetahuan.

Tentang Penulis: Dunia Perpustakaan

DuniaPerpustakaan.com merupakan salah satu portal berita dan informasi yang dimiliki CV Dunia Perpustakaan GROUP yang berisi terkait dengan semua informasi bidang ilmu perpustakaan. Didalamnya membahas terkait dengan Software Perpustakaan, Lowongan Kerja untuk Pustakawan, Profile Perpustakaan di dalam negeri dan luar negeri, Sosok Inspirasi terkait Pustakawan dan pejuang literasi, dll

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Skip to toolbar