Home ::: Museum ::: Museum Tamansiswa, Tempat Memorial Ki Hadjar Dewantara

Museum Tamansiswa, Tempat Memorial Ki Hadjar Dewantara

Museum Tamansiswa, Tempat Memorial Ki Hadjar Dewantara.

Dunia Perpustakaan | Buah perjuangan Ki Hadjar Dewantara dalam pendidikan untuk anak bangsa bisa kita rasakan melalui sistem pendidikan nasional. Sebagian rekam jejak kehidupan Bapak Pendidikan Nasional tersebut bisa kita lihat di Museum Dewantara Kirti Griya Yogyakarta. Lokasinya berada di Tamansiswa, Yogyakarta.

“Ini merupakan memorial tempat tinggal Ki Hadjar Dewantara bersama keluarga,” kata Ketua Museum Dewantara, Sri Muryani seprti yang dikutip dari Okezone.com, [02/05/16].

Dewantara Kirti Griya, berarti rumah yang berisi karya-karya dan rekaman perjuangan Ki Hadjar Dewantara. Kehidupan Pahlawan Nasional dari muda hingga wafat juga diabadikan di museum ini.

“Masih ada mesin ketik yang dipergunakan Ki Hadjar Dewantara, ada ruang tamu, tempat tidur, kamar mandi dan lainnya,” jelasnya.

Beberapa patung Ki Hadjar Dewantara juga terpampang. Begitu juga penghargan dari pemerintah atas jasa-jasanya tersimpan rapi dalam kotak dan lemari kaca.

Museum ini menceritakan biografi pria yang lahir dengan nama Raden Mas Suwardi Suryaningrat tersebut. Semua koleksi tertata rapi dan menggambarkan kehidupan Ki Hadjar Dewantara semasa hidup.

“Ada juga buku-buku beliau, naskah-naskah kuno terdapat di perpustakan. Karya-karya beliau di media cetak, buku-bukunya dengan bahasa jawa, bahasa Belanda, dan bahasa Indonesia dengan ejaan tempo dulu,” katanya.

Perubahan rumah tinggal sebagai museum, kata Sri, atas keinginan Ki Hadjar Dewantara sendiri sebelum wafat pada 1958. Saat itu, beliau berpesan agar tempat tinggalnya menjadi memorial agar dapat dicontoh generasi berikutnya.

Pada 26 April 1958 di usia 69 tahun, Ki Hadjar Dewantara tutup usia. Beliau dimakamkan di Pemakaman Wijayabrata. Tak lama setelah itu, Presiden Soekarno memberikan anugerah kehormatan sebagai Pahlawan Nasional pada 28 November 1959.

“Sekira sepuluh tahun kemudian, tepatnya pada 2 Mei 1970 tempat ini diresmikan sebagai museum. Yang meresmikan Nyi Hadjar Dewantara,” jelasnya.

Saat ini, kata dia, ada sekira 300 hingga 500 orang yang berkunjung ke museum tersebut. Selain ingin mengetahui kehidupan Ki Hadjar Dewantara, mereka yang berkunjung mencari koleksi-koleksi catatan sang tokoh di perpustakaan.

Indah, salah satu mahasiswi dari jurusan Pendidikan Daerah Universitas Negeri Yogyakarta mengaku tengah mencari referensi dalam penelitian untuk tugas akhir yang dikerjakannya. Ditanya sosok Ki Hadjar Dewantara, perempuan berkerudung itu mengaku sangat mengagumi tokoh luar biasa tersebut.

Ki Hadjar Dewantara itu pahlawan nasional yang sangat inspiratif. Ide dan gagasan dalam perjuangan di masa penjajahan agar memperoleh pendidikan yang sama,” katanya.

Tentang Dunia Perpustakaan

DuniaPerpustakaan.com merupakan salah satu portal berita dan informasi yang dimiliki CV DP GROUP yang berisi terkait dengan semua informasi bidang ilmu perpustakaan. Didalamnya membahas terkait dengan Software Perpustakaan, Lowongan Kerja untuk Pustakawan, Profile Perpustakaan di dalam negeri dan luar negeri, Sosok Inspirasi terkait Pustakawan dan pejuang literasi, dll

Mungkin Anda Ingin Baca Tulisan ini Seperti Pengunjung yang Lain?

5 Museum Eropa yang Punya Koleksi Sejarah Islam

5 Museum Eropa yang Punya Koleksi Sejarah Islam. Dunia Perpustakaan | Islam telah menyebar di …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *