Home ::: Berita Perpustakaan ::: Pasca Penertiban, Kodam III/Siliwangi Janji Fasilitasi Perpustakaan Jalanan

Pasca Penertiban, Kodam III/Siliwangi Janji Fasilitasi Perpustakaan Jalanan

Ingin publikasi GRATIS kegiatan perpustakaan, TBM, sudut baca, dan aktivis kegiatan literasi lainya, Artikel, Makalah, dll segera hubungi kami DISINI!

Khusus pegiat literasi dan pustakawan yang ingin punya akun khusus disini, segera hubungi WhatsApp kami: 08586 8080 173

-----------------------------------------------------------

Pasca Penertiban, Kodam III/Siliwangi Janji Fasilitasi Perpustakaan Jalanan.

Dunia Perpustakaan | Panglima Kodam III/Siliwangi Mayjen TNI Hadi Prasojo menegaskan tidak memusuhi ataupun melarang kegiatan Perpustakaan Jalanan. Alih-alih menertibkan, Kodam mengaku mendukung tujuan Perpustakaan Jalanan menyediakan buku bacaan bagi masyarakat.

“Bahkan di koramil juga kami ada perpustakaan bagi masyarakat yang tidak sekolah. Kami juga ada perpustakaan digital. Jadi kalau diblow up kami memusuhi perpustakaan itu, tidak benar dan tidak ada pemukulan,” kata Hadi kepada wartawan di Markas Kodam III/Siliwangi, Jalan Aceh, Kota Bandung, Dikutip dari detik.com, Kamis (25/8/2016).

[BACA JUGA:

Menurut Hadi, kegiatan yang dilakukan Perpustakaan Jalanan selaras dengan program Literasi Buku Pemkot Bandung. Tujuannya tak lain untuk meningkatkan minat baca masyarakat khususnya anak-anak usia sekolah.

Sebagai bentuk dukungan, lanjut Hadi, pihaknya juga mengajak Perpustakaan Jalanan bekerjasama dengan Kodam III/Siliwangi. Hadi berjanji akan memfasilitasi apa yang dibutuhkan Perpustakaan Jalanan dalam melakukan kegiatannya.

“Kami akan fasilitasi mereka (Perpustakaan Jalanan), butuh kendaraan atau apapun itu. Karena kami dukung kegiatan positif itu,” jelas Hadi.

Hadi menegaskan pihaknya tidak pernah menerapkan aturan jam malam terhadap komunitas selain klub motor. Hanya saja dia menyarankan lebih baik kegiatan dilakukan pada siang hari bukan larut malam.

Hadi menyebut kegiatan malam hari lebih rawan terhadap tindakan negatif. Mengingat, aktivitas geng motor yang kerap meresahkan masyarakat terjadi pada malam hari diatas jam 22.00 WIB.

“Kami khawatir geng motor itu berkamuflase menjadi komunitas-komunitas lainnya. Bahkan bisa saja mereka (Perpustakaan Jalanan) menjadi korban geng motor,” ucap dia.

Kendati demikian, pihaknya menepis tudingan jajarannya tidak menjunjung hak asasi manusia dan mendukung demokrasi. Hal itu dengan adanya batasan waktu berkumpul komunitas bermotor yang dinilai mengekang kebebasan berkumpul.

“Kami juga demokratis dan menjunjung HAM. Tapi sebagai unsur pemerintahan, kalau lihat generasi muda masih begadangan, apalagi sampai minum miras, itu khawatirnya timbul aksi kejahatan. Kejadian itu yang kami hindari. Demokrasi kami junjung, tapi kalau untuk kepentingan orang banyak kami lebih kami utamakan,” ujar dia.

Tiga pria pengurus Komunitas Perpustakaan Jalanan mengaku menjadi korban kekerasan fisik diduga oleh oknum TNI pada Sabtu (20/8/2016).

Malam itu, sekitar pukul 23.00 WIB, saat mereka menggelar buku bacan gratis untuk publik di Taman Cikapayang Dago, Kota Bandung, tiba-tiba kedatangan rombongan truk dan kendaraan TNI yang meminta mereka membubarkan diri. Sementara pihak Kodam III/Siliwangi membantah adanya kekerasan fisik dalam penertiban tersebut.

Tentang Penulis: Dunia Perpustakaan

DuniaPerpustakaan.com merupakan salah satu portal berita dan informasi yang dimiliki CV Dunia Perpustakaan GROUP yang berisi terkait dengan semua informasi bidang ilmu perpustakaan. Didalamnya membahas terkait dengan Software Perpustakaan, Lowongan Kerja untuk Pustakawan, Profile Perpustakaan di dalam negeri dan luar negeri, Sosok Inspirasi terkait Pustakawan dan pejuang literasi, dll

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Skip to toolbar