Home ::: Berita Perpustakaan ::: Pelayanan Perpusda Kurang Maksimal, Minat Baca Warga TTU Minim

Pelayanan Perpusda Kurang Maksimal, Minat Baca Warga TTU Minim

 Pelayanan Perpusda Kurang Maksimal, Minat Baca Warga TTU Minim.

Dunia Perpustakaan | Minat baca masyarakat di Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU) tergolong sangat minim. Hal ini tercermin dari para pencari jendela dunia ke Perpustakaan Daerah (Perpusda) setempat walaupun sebagai perpustakaan umum namun hanya didatangi segelintir orang per hari.

Ironisnya, perpustakaan setempat hanya buka sampai pukul 14.00 Wita saat jam pulang sekolah. Hal ini menjadi perhatian perpustakaan setempat.

Seperti yang dkutip Pos Kupang Senin [20/6/16], pukul 11.00 Wita hingga 11.40 Wita perpustakaan cuma didatangi dua orang mahasiswi dan beberapa pelajar SMP. Suasana sangat sepi. Ruangan perpustakaan sangat pengap tanpa AC. Plafon ruangan sudah terkelupas. Ada dua penjaga siap melayani setiap pengunjung.

“Seharusnya 200 orang pengunjung per hari. Tapi masih puluhan orang per hari. Kita harus akui minat baca masyarakat di TTU masih minim,” aku Kepala Perpustakaan Daerah TTU, Dominikus Opat, kepada Pos Kupang di ruanganya, Senin (20/6/2016) siang.

Opat mengatakan, peranan Perpustakaan Daerah sangat penting. Pasalnya, sebagai perpustakaan umum dan perpustakaan pembina dituntut menjadi pilot project bagi perpustakaan di seluruh satuan jenjang pendidikan di Bumi Biinmaffo mulai tingkat SD, SMP, SMA hingga perguruan tinggi. “Jumlah perpustakaan di TTU sekitar 480 tersebar di semua jenjang pendidikan di TTU, ” ungkapnya.

Kekurangan di Perpusda TTU, demikian Opat, sesuai standar nasional harus ada empat tenaga pustakawan dan dua tenaga teknis. Faktanya, tidak ada. Akibatnya pelayanan Perpustakaan Daerah kurang maksimal. Untungnya yayasan Cocacola Foundation sempat bantu empat unit komputer. Jaringan Telkomsel baik softwer maupun hardwer belum terinstal masuk ke Perpustakaan Daerah.

Penjaga perpustakaan di sekolah belum sesuai profesi. Imbasnya, ada guru merangkap jadi penjaga perpustakaan.

“Mau jaga perpustakaan atau mengajar,”spontan Opat.
Opat mengatakan, jika ada tenaga pustakawan dan dua tenaga teknis maka bisa ada pengontrolan baik di Perpustakaan Daerah, kemudian ke seluruh perpustakaan di sekolah-sekolah.
Opat mengakui pelayanan Perpustakaan Daerah hanya sampai pukul 14.00 wita.

“Kita hanya bayar sampai jam dua siang. Tahun 2015 masih ada biaya operasional sampai jam lima sore. Kita terus memaksimalkan pelayanan melalui perpustakaan keliling dan program silang layanan,” pungkasnya.

Tentang Dunia Perpustakaan

DuniaPerpustakaan.com merupakan salah satu portal berita dan informasi yang dimiliki CV DP GROUP yang berisi terkait dengan semua informasi bidang ilmu perpustakaan. Didalamnya membahas terkait dengan Software Perpustakaan, Lowongan Kerja untuk Pustakawan, Profile Perpustakaan di dalam negeri dan luar negeri, Sosok Inspirasi terkait Pustakawan dan pejuang literasi, dll

Mungkin Anda Ingin Baca Tulisan ini Seperti Pengunjung yang Lain?

Mengintip Kemegahan dan Kenyamanan Perpustakaan Nasional China

Mengintip Kemegahan dan Kenyamanan Perpustakaan Nasional China. Dunia Perpustakaan || “Tuntutlah Ilmu sampai ke negeri …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *