Home ::: Berita Perpustakaan ::: Pelayanan Perpustakaan Unand Gunakan Sistem Flat Barrier
Foto: gentaandalas.com

Pelayanan Perpustakaan Unand Gunakan Sistem Flat Barrier

Pelayanan Perpustakaan Unand Gunakan Sistem Flat Barrier.

Dunia Perpustakaan | Setelah sukses mencapai akreditasi A, kini Universitas Andalas (Unand) melakukan pembaharuan dalam pelayanan perpustakaan yaitu penggunaan sistem Flat Barrier. Sistem Flat Barrier ini merupakan strategi pihak perpustakaan untuk melihat data jumlah pengunjung setiap harinya.

Kepala Perpustakaan Unand Yasir mengatakan penerapan sistem ini mudah. “Hanya menggunakan scanning barcode Kartu Tanda Mahasiswa (KTM) sebagai pembuka pintu masuk perpustakaan. Cara lainnya yaitu dengan memasukan nomor Buku Pokok (BP) pada komputer yang telah disediakan.

Selain itu, bisa juga dengan menggunakan kartu perpustakaan yang dipegang oleh petugas. Hal ini biasa dilakukan ketika kondisi antrean terlalu panjang,” katanya saat ditemui di ruangan, Kamis (25/8).

Salah seorang staf perpustakaan bidang Teknologi Informasi (TI) Meiriza Paramita mengatakan bahwa sistem Flat Barrier diusulkan untuk mempermudah penyusunan laporan pengunjung perpustakaan. “Berkaca dari tahun sebelumnya, pengunjung perpustakaan Unand tidak terkontrol dengan maksimal.

Dikutip dari gentaandalas.com, [26/08/16].Jumlah pengunjung meningkat ketika Satuan Pengamanan (Satpam) melakukan pengawasan saat melakukan registrasi. Kemudian, ketika Satpam tidak ada, jumlah pengunjung tiba-tiba menurun,” ungkapnya.

Selanjutnya, Mita mengatakan sistem baru perpustakaan Unand saaat ini lebih efektif. Pengunjung dari dalam dan luar Unand dapat terdata dengan baik sehingga diperoleh data yang valid.

“Tingginya jumlah pengunjung akan membantu perpustakaan dalam merealisasikan program kerjanya karena dipercaya telah banyak yang menggunakan fasilitas di Perpustakaan Unand. Jika jumlah pengunjung sedikit, maka akan sulit melakukan pengajuan pengembangan fasilitas perpustakaan yang lebih baik lagi,” tambahnya.

Sependapat dengan Mita, Mahasiswi Psikologi Sri Rahma Liza juga mengutarakan sistem baru yang dikelola oleh Unand dalam melakukan pendataan pengunjung perpustakaan lebih terstruktur. “Sistem seperti ini lebih aman dan terstruktur.

Hal ini juga berdampak positif karena dapat meminimalisir kehilangan buku di Perpustakaan. Terkait antrean panjang, sejauh ini cepat teratasi karena didampingi oleh petugas sehingga lebih efektif,” tutur mahasiswi angkatan 2016 ini saat diwawancarai.

Tentang Penulis: Dunia Perpustakaan

DuniaPerpustakaan.com merupakan salah satu portal berita dan informasi yang dimiliki CV Dunia Perpustakaan GROUP yang berisi terkait dengan semua informasi bidang ilmu perpustakaan. Didalamnya membahas terkait dengan Software Perpustakaan, Lowongan Kerja untuk Pustakawan, Profile Perpustakaan di dalam negeri dan luar negeri, Sosok Inspirasi terkait Pustakawan dan pejuang literasi, dll

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *