Home ::: Berita Perpustakaan ::: Pemenuhan Buku Bacaan Non Pelajaran Tak Jadi Penghambat

Pemenuhan Buku Bacaan Non Pelajaran Tak Jadi Penghambat

Pemenuhan Buku Bacaan Non Pelajaran Tak Jadi Penghambat.

Dunia Perpustakaan | Pemenuhan kebutuhan buku bacaan non pelajaran, sebenarnya tidak menjadi penghambat bagi sekolah dalam melaksanakan program gerakan baca buku selama 15 menit sebelum kegiatan pembelajaran dimulai. Pasalnya hampir sebagian besar sekolah mampu menyediakan buku bacaan yang berasal dari perpustakaan milik sekolah.

Menurut Kasi Pengendalian Mutu Dikdas Dinas Pendidikan Kabupaten Banyumas, Taufik Widjatmoko, pada umumnya sekolah-sekolah di Banyumas sudah banyak yang memiliki perpustakaan sendiri. Namun demikian, diakui untuk gedung perpustakaan memang masih ada beberapa sekolah yang belum memiliki.

Dikutip dari suaramerdeka.com, [29/07/16]. ”Kalau perpustakaan, sebagian besar sekolah sudah memiliki. Tetapi untuk gedungnya memang ada sebagian yang belum mempunyai, sehingga mereka biasanya menggunakan ruang kelas atau gedung kosong di sekolah yang tidak digunakan untuk dijadikan sebagai kantor perpustakaan,” jelas dia.

Dengan melihat kondisi tersebut, lanjut dia, semestinya sekolah tidak mengalami kesulitan untuk memenuhi kebutuhan buku bacaan selain buku pelajaran yang diperlukan siswa dalam program gerakan membaca sebelum kegiatan belajar mengajar dilakukan. Oleh karena itu, yang diperlukan adalah kemauan sekolah untuk melaksanakan.

”Selain melakukan pengadaan buku bacaan di perpustakaan, selama ini masih ada beberapa sekolah yang menerapkan kebijakan bagi siswa yang akan lulus diminta untuk memberikan sumbangan berupa buku. Hal tersebut tentu akan menambah koleksi buku bacaan di perpustakaan milik sekolah,” ujarnya.

Gerakan membaca buku di kalangan peserta didik perlu digalakkan, tidak terkecuali dengan para guru. Pasalnya dengan adanya aktivitas guru yang gemar membaca dapat merangsang para peserta didik untuk memiliki kemauan yang kuat untuk menyukai aktivitas membaca.

”Awalnya memang terkesan ada pemaksaan terhadap peserta didik untuk membaca melalui gerakan membaca tersebut, namun bila hal itu dilaksanakan secara terus menerus, maka akan menjadi sebuah kebiasaan yang dilakukan oleh peserta didik,” tambah dia.

Sementara Kasi Sarana dan Prasarana Dikdas, Gunadi, mengungkapkan, saat ini masih ada sekolah di wilayah Banyumas, terutama jenjang SD yang belum memiliki gedung perpustakaan sendiri. Data terakhir menyebutkan, dari 825 SD yang ada, setidaknya masih ada 124 sekolah yang belum memiliki gedung perpustakaan.

Menurutnya, ada sejumlah hal yang menjadi penyebab sekolah belum memiliki ruang perpustakaan. Di antaranya belum ada dana maupun tidak adanya lahan yang bisa digunakan untuk membangun gedung perpustakaan.

Tentang Dunia Perpustakaan

DuniaPerpustakaan.com merupakan salah satu portal berita dan informasi yang dimiliki CV DP GROUP yang berisi terkait dengan semua informasi bidang ilmu perpustakaan. Didalamnya membahas terkait dengan Software Perpustakaan, Lowongan Kerja untuk Pustakawan, Profile Perpustakaan di dalam negeri dan luar negeri, Sosok Inspirasi terkait Pustakawan dan pejuang literasi, dll

Mungkin Anda Ingin Baca Tulisan ini Seperti Pengunjung yang Lain?

Angkutan Umum di Tangerang akan Dilengkapi Perpustakaan!

Angkutan Umum di Tangerang akan Dilengkapi Perpustakaan! Dunia Perpustakaan | Tahukah anda bahwa, sebagaimana keburukan …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *