Home ::: Berita Perpustakaan ::: Perpustakaan Australia Restorasi Benda Paling Langka di Dunia
Peta kuno kawasan Timur dan Kepulauan Asia yang mencakup kawasan Belanda Baru dan Tasmania buatan Belanda tahun 1633 akan dianalisis dan direhabilitasi oleh tin konservator dari Universitas Melbourne. (ABC via Kompas.com)

Perpustakaan Australia Restorasi Benda Paling Langka di Dunia

Ingin publikasi GRATIS kegiatan perpustakaan, TBM, sudut baca, dan aktivis kegiatan literasi lainya, Artikel, Makalah, dll segera hubungi kami DISINI!

Khusus pegiat literasi dan pustakawan yang ingin punya akun khusus disini, segera hubungi WhatsApp kami: 08586 8080 173

-----------------------------------------------------------

Perpustakaan Australia Upayakan Restorasi Salah Satu Benda Paling Langka di Dunia.

Dunia Perpustakaan | Restorasi benda-benda langka sangat penting dilakukan. Hal tersebut dikarenakan benda-benda kuno tersebut sangat rentan rusak, hilang, bahkan beresiko pencurian.
Diberbagai Negara sudah banyak dilakukaan restorasi benda-benda langka di dunia. Salah satu benda kuno yang baru-baru ini dilakukan restorasi yaitu sebuah peta kuno kawasan Timur dan Kepulauan Asia.
Dikutip dari National Geographic Indonesia ( 3/5/2016), Peta kuno kawasan Timur dan Kepulauan Asia yang mencakup kawasan Belanda Baru dan Tasmania buatan Belanda tahun 1633 merupakan salah satu benda paling langka.

Pengusaha bangunan di Canberra, Pete Faulkner menghabiskan waktu selama tiga minggu merancang dan membuat peti kayu besar.

Peti itu akan digunakan untuk mengangkut salah satu harta paling berharga milik Perpustakaan Nasional Australia (NLA), dari Canberra ke Melbourne.

Peta Kepulauan Orientalis tahun 1633 buatan Belanda, sive Asiaticus (Timur dan kepulauan Asia) merupakan salah satu benda yang paling langka di dunia, dan kini dalam kondisi yang sangat rentan.

“Tugas ini sangat menyita perhatian saya,” kata Faulkner, menjelaskan pekerjaan yang dia lakukan.

“Saya banyak melakukan perekatan dan menempel dan mengukur,” kata dia seperti dikutip Australia ABC Plus, Senin (3/5/2016).

“Pada akhirnya kami harus meletakkan kotak kayu di atas kotak kayu dengan perlindungan yang baik. Kami berusaha mengeluarkan lembaran peta itu tanpa menyentuhnya sama sekali,” kata dia lagi.

Peta itu, menurut pakar Kartograp asal Belanda, Joan Blaeu, merupakan penggambaran awal dari New Holland dan Tasmania.

Dokumen itu pula yang menjadi sumber rujukan pembuatan peta-peta Australia selanjutnya.

Peta langka ini diakuisisi oleh NLA pada tahun 2013 setelah ditemukan di sebuah fasilitas penyimpanan di Swedia.

Sumbangan untuk pemeliharaan peta ini berdatangan, setelah sebelumnya peta ini dipamerkan di pameran peta dunia.

Dalam ajang itu pula telah memungkinkan peta ini dianalisis oleh tim ahli dari Universitas Melbourne.

Manager pelestarian artefak dari NLA, Danyl Cloughley mengatakan para tim konservator akan mengidentifikasi opsi perlakuan terbaik untuk menstabilkan dan melindungi peta itu.

“Universitas Melbourne diberikan seluruh akses untuk menggunakan seluruh peralatan yang bisa melihat jenis pelapis, jenis kertas, maupun lapisan kain linen dibelakang peta tersebut – jadi kita akan memiliki pemahaman yang baik mengenai peta ini,” kata Cloughley.

Disebutkan, keprihatinan terbesar adalah bagian vedigris — pewarna dasar berwarna biru kehijauan yang digunakan sebagai dekorasi. Kini kondisinya telah berkarat selama berabad-abad, sehingga membentuk kerak coklat pada permukaan peta ini.

“Kami akan mencoba dan melihat apakah kerak coklat itu benar-benar menjadi masalah, dan apakah kita perlu melakukan tindakan yang menggunakan zat kimia untuk menstabilkan ion-ion tembaga itu,” kata Cloughley.

“Kami memiliki keyakinan yang sangat baik kalau pakar dari Universitas Melbourne ini memiliki kemampuan untuk bisa melakukan pekerjaan yang menakjubkan,” sebutnya.

“Kami berharap kondisi peta langka ini akan kembali dengan aman ke perpustakaan Nasional di Canberra, mudah-mudahan sebelum akhir tahun,” sambung dia lagi.

Kurator peta NLA, Martin Woods berharap peta ini akan bisa ditampilkan kembali pada tahun 2017.

“Peta ini sudah akan benar-benar bersih dan jelas,” kata Woods.

“Orang-orang akan bisa melihat gambar dari New Holland dan memahami serta mengapresiasi bagaimana pentingnya peta ini,” sebut dia.

Sementara itu, Pete Faulkner, dalam beberapa hari kedepan akan sangat fokus dengan pekerjaannya untuk mengantarkan perjalanan peta itu dari Selatan dengan menggunakan truk bersuspensi untuk mencegah getaran.

(Glori K. Wadrianto/Kompas.com, Sumber: Australia Plus ABC)

Tentang Penulis: Dunia Perpustakaan

DuniaPerpustakaan.com merupakan salah satu portal berita dan informasi yang dimiliki CV Dunia Perpustakaan GROUP yang berisi terkait dengan semua informasi bidang ilmu perpustakaan. Didalamnya membahas terkait dengan Software Perpustakaan, Lowongan Kerja untuk Pustakawan, Profile Perpustakaan di dalam negeri dan luar negeri, Sosok Inspirasi terkait Pustakawan dan pejuang literasi, dll

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Skip to toolbar