Home ::: Berita Perpustakaan ::: Perpustakaan Balai Pemuda Surabaya Memiliki Ruang Khusus Anak Disleksia

Perpustakaan Balai Pemuda Surabaya Memiliki Ruang Khusus Anak Disleksia

Ingin publikasi GRATIS kegiatan perpustakaan, TBM, sudut baca, dan aktivis kegiatan literasi lainya, Artikel, Makalah, dll segera hubungi kami DISINI!

Khusus pegiat literasi dan pustakawan yang ingin punya akun khusus disini, segera hubungi WhatsApp kami: 08586 8080 173

-----------------------------------------------------------

Perpustakaan Balai Pemuda Surabaya Memiliki Ruang  Khusus Anak Disleksia.

Dunia Perpstakaan | Perpustakaan Umum Balai Pemuda Surabaya kini menyediakan ruang baru khusus anak-anak disleksia, yang disebut Pojok Disleksia di salah satu sudut ruangan.

Dikutip dari tribunnews.com, [30/07/16]. Ruang yang dulunya hanya berisi buku anak-anak itu, kini semakin lengkap dengan dua buah komputer dengan program LexiPal.

Program LexiPal adalah software pertama yang dikhususkan untuk anak-anak disleksia umur lima sampai tujuh tahun.

Program ini dipersembahkan oleh DPSG (Dyslexia Support Parent Group) Jawa Timur Yayasan Darma Wanita Surabaya, Assosiasi Disleksia Indonesia serta Tim LexiPal.

Masing-masing komputer dilengkapi sensor untuk bergerak. Beberapa macam permainan disediakan dalam program, untuk merangsang dan melatih kemampuan disleksia.

Kristiantini Dewi, Ketia Asosiasi Disleksia Indonesia menuturkan alat ini mambuat anak-anak disleksia senang sekaligus belajar.

“Secara umum10 sampai 17% warga Indonesia disleksia. Orang tua masih banyak yang belum paham bagaimana cara menangani disleksia. Untuk itu kami bekerjasama membuat Pojok Disleksia ini. Nanti petugas perpustakaan akan kami latih cara menggunakannya agar tidak ada kendala jika ada yang ingin bermain dengan LexiPal,” ujarnya usai peresmian.

Dewi melanjutkan bermain 20 menit dengan program LexiPal, bertujuan melatih bicara dan gerak anak disleksia. Untuk latihan rutin bisa bermain tiga kali seminggu selama 20 menit secara konsisten.

Alat ini juga mampu memberitahukan bahwa seorang anak mengidap disleksia atau tidak.

Menurut Dewi, jika tidak bisa menjawab pertanyaan LexiPal sementara umurnya sudah cukup untuk itu, berarti ada sesuatu yang harus dicurigai. Segera periksa ke psikolog atau dokter terdekat untuk melakukan diagnosa.

Yasmine, salah satu anggota DPSG menuturkan anaknya mulai mengalami sedikit perubahan setelah intens melakukan latihan. Program LexiPal yang dirancang mudah agar dipahami anak disleksia.

“Dulu telat ngga bisa bilang terima kasih, lalu saya konsultasikan ke psikolog lalu menemukan asosiasi disleksia ini. Makanya kami sangat ingin membawa ini menjadi fasilitas umum. Syukurlah sekarang semua orang bisa memakainya,” ujarnya lalu senyum.

Pojok Disleksia, diresmikan Wali Kota Surabaya, Tri Rismaharini usai menyaksikan pentas dan foto bersama anak-anak berkebutuhn Khusus, pada Acara Pesta Anak Berani di Balai Pemuda Surabaya.

Ia juga ikut mencoba LexiPal dan bertanding bersama anak-anak disleksia lainnya.

Tentang Penulis: Dunia Perpustakaan

DuniaPerpustakaan.com merupakan salah satu portal berita dan informasi yang dimiliki CV Dunia Perpustakaan GROUP yang berisi terkait dengan semua informasi bidang ilmu perpustakaan. Didalamnya membahas terkait dengan Software Perpustakaan, Lowongan Kerja untuk Pustakawan, Profile Perpustakaan di dalam negeri dan luar negeri, Sosok Inspirasi terkait Pustakawan dan pejuang literasi, dll

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *