Home ::: Berita Perpustakaan ::: Perpustakaan Canggih Pertama untuk Tunanetra Ada di Yogyakarta
sumber gambar: rri.co.id

Perpustakaan Canggih Pertama untuk Tunanetra Ada di Yogyakarta

Ingin publikasi GRATIS kegiatan perpustakaan, TBM, sudut baca, dan aktivis kegiatan literasi lainya, Artikel, Makalah, dll segera hubungi kami DISINI!

Khusus pegiat literasi dan pustakawan yang ingin punya akun khusus disini, segera hubungi WhatsApp kami: 08586 8080 173

-----------------------------------------------------------

Perpustakaan Canggih Pertama untuk Tunanetra Ada di Yogyakarta.

Dunia Perpustakaan | Ilmu pengetahuan adalah hak setiap orang, termasuk juga mereka para penyandang disabilitas.

Salah satu bentuk dukungan terhadap para penyandang disabilitas yaitu dengan cara menyediakan kemudahan akses ilmu pengetahuan terhadap mereka.

naru-baru ini dikabarkan jika untuk pertama kalinya perpustakaan khusus penyandang disabilitas berdiri di Yogyakarta. Perpustakaan itu berlokasi di sekretariat Sentra Adovkasi Perempuan Difabel dan Anak (SAPDA).

Selain infrastrukturnya yang mempermudah ruang gerak para penyandang disabilitas, buku serta komputer yang tersedia di dalamnya juga bisa digunakan para tunanetra, demikian sebagaimana dikutip dari liputan6.com [12/6/16].

“Kami lebih memilih memberikan pelayanan dalam bentuk digital karena lebih ringkas dan mudah diakses,” ujar Koordinator Program Perpustakaan Inklusi SAPDA Dinda Panji di sela-sela peluncuran perpustakaan di Yogyakarta pada Jumat sore 10 Juni 2016.

Bentuk digital yang dimaksud meliputi mesin scanner berjenis Gestetner tipe MP2001SP serta komputer dengan program Jaws. Meskipun demikian, ada pula rak berisi 400-an buku.

Mekanismenya, setelah buku di-scan, file akan ditransfer dalam bentuk PDF ke program AbbyFindReader lalu dibuka dengan program Jaws.

Dinda mengungkapkan, perpustakaan ini diinisiasi SAPDA dan memperoleh bantuan buku dari pemerintah. Perpustakaan itu sengaja memprioritaskan layanan bagi kaum tunanetra.

Pasalnya, 4.138 dari 35.189 penyandang disabilitas yang terdata di SAPDA Yogyakarta merupakan tunanetra. Menurut dia, para tunanetra memiliki minat baca yang sama dengan orang awam, hanya saja keterbatasan fasilitas menjadi kendalanya.

Perpustakaan yang beroperasi pada jam kerja Senin sampai Jumat ini, kata dia, juga mendapat dukungan dari Perpustakaan Kota Yogya, Perpusda DIY, Perpustakaan di Badan Sosial Mardi Wuto dan beberapa perpustakaan kampus ternama di DIY.

“Sejak 3 bulan berdiri sudah tercatat 40 anggota,” tutur Dinda.

Tentang Penulis: Dunia Perpustakaan

DuniaPerpustakaan.com merupakan salah satu portal berita dan informasi yang dimiliki CV Dunia Perpustakaan GROUP yang berisi terkait dengan semua informasi bidang ilmu perpustakaan. Didalamnya membahas terkait dengan Software Perpustakaan, Lowongan Kerja untuk Pustakawan, Profile Perpustakaan di dalam negeri dan luar negeri, Sosok Inspirasi terkait Pustakawan dan pejuang literasi, dll

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Skip to toolbar