Home ::: Berita Perpustakaan ::: Perpustakaan Sediakan Komputer Game Online

Perpustakaan Sediakan Komputer Game Online

Ingin publikasi GRATIS kegiatan perpustakaan, TBM, sudut baca, dan aktivis kegiatan literasi lainya, Artikel, Makalah, dll segera hubungi kami DISINI!

Khusus pegiat literasi dan pustakawan yang ingin punya akun khusus disini, segera hubungi WhatsApp kami: 08586 8080 173

-----------------------------------------------------------

Perpustakaan Sediakan Komputer Game Online.

Dunia Perpustakaan | Ragam komputer di Perpustakaan Pamekasan, ternyata tidak hanya digunakan buat mengakses informasi via internet. Tapi, juga ditujukan buat game online bagi anak-anak. Sedikitnya, terdapat 3 hingga 4 komputer yang dimanfaatkan untuk bermain game online, Selasa (17/5).

Wakil Ketua Komisi IV DPRD Pamekasan Muhsin Salim mengatakan, potensi penyalahgunaan sejumlah fasilitas komputer perpustakaan tidak terlepas dari keoptimalan para petugas dalam mengelola perpustakaan. Terutama dari segi pengawasan terhadap pengunjung agar menggunakan fasilitas sesuai dengan manfaatnya.

”Semua fasilitas yang disediakan itu harus mendapat pengawsaan dari para petugas. Bila perlu, dilakukan bimbingan terhadap para pengunjung yang ingin menggunakan fasilitas komputer itu. Tujuannya, agar tidak tersalahgunakan,” ujarnya.

Menurutnya, jika keberadaan fasilitas komputer di perpustakaan dibiarkan tanpa adanya pengawasan, maka tidak menutup kemungkinan akan menimbulkan dampak buruk bagi para pengunjung. Sebab, fasilitas komputer tersebut dilengkapi dengan internet. Pihaknya khawatir para pengunjung terutama kalangan anak-anak membuka akses fulgar di media sosial (medsos).

”Kami meminta agar pengawasan terhadap penggunaan komputer perpustakaan lebih dioptimalkan. Demi menghindari hal-hal yang tidak diinginkan. Terutama di kalangan pelajar atau anak-anak,” tegas politisi dari Partai Persatuan Pembangunan (PPP) tersebut.

Sementara itu, Kepala Perpustakaan Pamekasan Akhmad Zaini menuturkan, ketersediaan komputer di instansinya memang ada yang bisa untuk mengakses jaringan sosial seperti facebook maupun game online. Dari jumlah keseluruhan, hanya terdapat 5 buah komputer yang bisa mengakses jaringan sosial dan game.

”Keseluruhan terdapat 25 komputer untuk pengunjung. Jadi dari 25, terdapat 5 komputer yang memang bisa mengakses game atau medsos lainnya seperti facebook. Selain 5 komputer itu, kami blokir akses gamenya. Jaringan internetnya khusus edukasi. Semisal, digunakan untuk mencari referensi dan informasi,” tuturnya.

Ditanya berkenaan dengan keoptimalan pengawasan, Zaini menegaskan, instansinya memiliki beberapa strategi yang digunakan agar pemanfaatan sejumlah fasilitas sesuai dengan fungsinya.

Salah satunya, posisi komputer dibentuk secara terbuka dan berhadapan ke area publik. Kemudian, memasang CCTV untuk menekan terjadinya penyalahgunaan maupun pencurian barang di perpustakaan.

”Untuk bimbingan ini tergantung dari pengunjung. Kalau mereka Tanya, maka kami layani. Kami memang sudah siapkan petugas di dalam perpustakaan itu. Intinya, komputer yang tidak diblokir akses gamenya ini tidak boleh bermain di lokasi. Hanya untuk didownload saja. Kecuali anak-anak. Karena perpustakaan ini bukan hanya untuk belajar, tapi juga untuk rekreasi,” tegasnya.

Sumber: korankabar.com

Tentang Penulis: Dunia Perpustakaan

DuniaPerpustakaan.com merupakan salah satu portal berita dan informasi yang dimiliki CV Dunia Perpustakaan GROUP yang berisi terkait dengan semua informasi bidang ilmu perpustakaan. Didalamnya membahas terkait dengan Software Perpustakaan, Lowongan Kerja untuk Pustakawan, Profile Perpustakaan di dalam negeri dan luar negeri, Sosok Inspirasi terkait Pustakawan dan pejuang literasi, dll

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Skip to toolbar