Home ::: Museum ::: Ribuan Manuskrip Kuno Tersimpan di Museum Radya Pustaka
Kitab berisi pengasihan ada di Museum Radya pustaka

Ribuan Manuskrip Kuno Tersimpan di Museum Radya Pustaka

Ingin publikasi GRATIS kegiatan perpustakaan, TBM, sudut baca, dan aktivis kegiatan literasi lainya, Artikel, Makalah, dll segera hubungi kami DISINI!

Khusus pegiat literasi dan pustakawan yang ingin punya akun khusus disini, segera hubungi WhatsApp kami: 08586 8080 173

-----------------------------------------------------------

Ribuan Manuskrip Kuno Tersimpan di Museum Radya Pustaka.

Dunia Perpustakaan | Museum Radya Pustaka menyimpan ribuan manuskrip kuno. Salah satu yang terkuno adalah Primbon Mangkuprajan keluaran abad 17. Buku kuno itu memuat tentang ramalan sejarah dinasti versi Jawa. Tak hanya itu, kitab kuno itu juga berisi mantra pengasihan alias pelet asmara.

Buku ini memiliki tebal 327 halaman. Primbon Mangkuprajan ditulis sekitar 1785-1815 dan 1847 saat Pakubuwono IV, Raja Keraton Surakarta masih bertakhta. Buku ini berisi kumpulan naskah dan potongan doa.

“Ini merupakan buku kumpulan. Yang mengumpulkan adalah KRA Mangkupraja yang menjabat Pepayih Dalem Pakubuwono IV,” tutur Kurnia Heniwati, bagian pengelolaan manuskrip Museum Radya Pustaka Solo, Kamis (4/8).

Meski buku ini memiliki tebal lebih dari 300 halaman, tetapi tidak terlalu berat lantaran buku terbuat dari dluwang gendhong (kertas kulit kayu Panaraga). Karena umurnya yang sangat tua, kitab kuno itu sudah rapuh. Ada beberapa bagian kecil yang dimakan rayap dan beberapa lembar kertas nyaris lepas dari penjilidannya.

Selain dalam tulisan Jawa kuno, sebagian naskah ditulis dalam gaya Pegon, yakni bahasa Jawa yang ditulis dengan tulisan Arab. Manuskrip juga memuat gambar dan diagram wajah. Keunikan lain adalah ada beberapa lembar yang dijilid terbalik.

Manuskrip kuno berisi mantra pengasihan alias pelet asmara. [Liputan6.com]
         Manuskrip kuno berisi mantra pengasihan alias pelet asmara. [Liputan6.com]

 

Dikutip dari liputan6.com. “Buku ini jarang diminati pengunjung. Mungkin karena gaya penulisan Jawa kuno dan Pegon. Jadi tidak semua orang bisa memahaminya,” ucap Nia.

Nia menjelaskan kumpulan naskah kuno memuat tentang doa, mantra pengasihan, rajah, ramalan, pengetahuan, firasat, tasawuf, dan sejarah dinasti Jawa. “Termasuk catatan lain tentang sejarah Keraton Solo pada akhir abad 18 hingga 19,” kata dia.

Pada manuskrip halaman 10-25 berjudul “Azimat Tuwin Donga” memuat tentang beberapa guna-guna, doa, dan mantra. Kebanyakan tentang mantra pengasihan. Pada bagian ini ditulis dalam Pegon dengan gambar rajah.

“Harus hati-hati untuk mempelajarinya, kalau untuk tujuan buruk, bagian yang dicari enggak akan ketemu,” kata Nia mengingatkan.

Tentang Penulis: Dunia Perpustakaan

DuniaPerpustakaan.com merupakan salah satu portal berita dan informasi yang dimiliki CV Dunia Perpustakaan GROUP yang berisi terkait dengan semua informasi bidang ilmu perpustakaan. Didalamnya membahas terkait dengan Software Perpustakaan, Lowongan Kerja untuk Pustakawan, Profile Perpustakaan di dalam negeri dan luar negeri, Sosok Inspirasi terkait Pustakawan dan pejuang literasi, dll

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Skip to toolbar