Home / Berita Perpustakaan / Tidak Hanya Menyediakan Buku Bacaan, Perpustakaan Juga Harus Kreatif dan Inovatif
foto: merahputih.com

Tidak Hanya Menyediakan Buku Bacaan, Perpustakaan Juga Harus Kreatif dan Inovatif

Ingin publikasi GRATIS kegiatan perpustakaan, TBM, sudut baca, dan aktivis kegiatan literasi lainya, Artikel, Makalah, dll segera hubungi kami DISINI!

Khusus pegiat literasi dan pustakawan yang ingin punya akun khusus disini, segera hubungi WhatsApp kami: 08586 8080 173

Tidak Hanya Menyediakan Buku Bacaan, Perpustakaan Juga Harus Kreatif dan Inovatif.

Dunia Perpustakaan | Untuk menarik minat baca, perpustakaan wilayah Kecamatan Mauk, Kabupaten Tangerang gencar melakukan sosialisasi ke sekolah-sekolah. Selain itu, di persutakaan juga menggelar berbagai kegiatan perlombaan antar pelajar, seperti loma bercerita atau mendongeng, dan mewarnai gambar untuk anak-anak TK dan sekolah dasar. Selain itu juga menggelar kegiatan diskusi bedah buku.

Petugas Pepustakaan Kecamatan Mauk, Bambang Suhendar menjelaskan, seminggu sekali ia bersama-sama dengan timnya melakukan sosialisasi ke sekolah-sekolah. “Kita terus melakukan sosialisasi ke sekolah-sekolah, seminggu sekali,” ujar Bambang Suhendar kepada merahputih.com, Senin (26/09).

Ia juga mengakui, semakin mudahnya masyarakat dalam mengakses internet, juga menjadi salah satu tantangan dalam menggalakkan minat baca, terutama kepada generasi muda. Untuk itu, di perpustakaan wilayah Mauk juga disediakan internet gratis untuk pengunjung.

Kepala Kantor Perpustakaan Daerah (Perpusda) Kabupaten Tangerang, Yusrizal menjelaskan, untuk menarik minat baca masyarakat, tidak cukup menyediakan buku-bukau bacaan baru saja, namun juga harus kreatif dan inovatif. Berbagai trobosan pun ia lakukan. Malah, saat ini di Kantor Perpusda Kabupaten Tangerang disediakan bioskop mini.

Dalam bioskop mini ini, berbagai film Nasional tentang perjuangan, serta film-film yang sifatnya memberikan pendidikan yang positif kepada masyarakat disuguhkan untuk pengunjung perpustakaan.

Namun kata Yusrizal, untuk bisa menonton di bioskop mini ini, pengunjung cukup menyerahkan rangkuman tulisan tentang hasil membaca buku diperpustakaan. Bioskop mini ini juga didesign mirip seperti bioskop XXI.

“Kalau di XXI masuk harus bayar pakai tiket, tapi kalau di perpustakaan tiketnya tulisan rangkuman dari hasil membaca. Ini juga merupakan strategi kami untuk membudayakan generasi, terutama pelajar untuk gemar membaca dan menulis,” tandasnya.

About Dunia Perpustakaan

DuniaPerpustakaan.com merupakan salah satu portal berita dan informasi yang dimiliki CV DP GROUP yang berisi terkait dengan semua informasi bidang ilmu perpustakaan. Didalamnya membahas terkait dengan Software Perpustakaan, Lowongan Kerja untuk Pustakawan, Profile Perpustakaan di dalam negeri dan luar negeri, Sosok Inspirasi terkait Pustakawan dan pejuang literasi, dll

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *