Site icon Dunia Perpustakaan

Pantai Bondi: Tragedi 2025 dan Kisah Perpustakaan Pantai yang Pernah Ada

Pantai Bondi

Dunia PerpustakaanPada 14 Desember 2025, Pantai Bondi di Sydney menjadi saksi salah satu serangan teroris paling mematikan dalam sejarah modern Australia, ketika dua pria bersenjata membuka tembakan di tengah perayaan Hanukkah yang dihadiri ratusan orang. Insiden itu menewaskan setidaknya 15 orang dan melukai puluhan lainnya dalam kebaktian yang semestinya damai. Salah satu pelaku tewas di tempat, sedangkan yang lain ditangkap. Serangan itu mengguncang tidak hanya komunitas lokal tetapi juga dunia internasional. Dan kini Bondi dikenang oleh banyak orang karena tragedi ini.

Namun di balik kenangan kelam itu, Pantai Bondi menyimpan cerita lain yang jauh lebih ringan dan inspiratif. Sebuah jejak kecil yang layak diingat bersama tragedi tersebut. Keberadaan perpustakaan pantai yang unik, yang pernah mengundang publik untuk menikmati buku di bawah langit terbuka, di antara hembusan angin laut dan deru ombak.

Ingatan tentang rak-rak buku outdoor yang pernah berdiri di pasir Bondi menjadi pengingat bahwa tempat ini bukan hanya lokasi tragedi. Pantai Bondi pernah menjadi ruang pertemuan manusia dan pengetahuan. Kita akan menengok pada sisi lain — sisi kreatif dan humanis dari sebuah ruang publik yang menjadi tempat pertemuan antara pembaca dan buku-buku mereka di bawah langit terbuka.

Rak Buku di Pantai: Ketika IKEA Membawa Perpustakaan ke Bondi

Pada 31 Januari 2010, perusahaan furnitur asal Swedia, IKEA, melakukan sesuatu yang tak biasa di Bondi Beach. Untuk merayakan ulang tahun ke-30 rak buku ikonik mereka, Billy, IKEA menyusun 30 rak buku berwarna merah secara berjajar di atas pasir Pantai Bondi, menciptakan apa yang disebut sebagai “perpustakaan outdoor terpanjang di dunia”.

Rak-rak tersebut dipenuhi dengan ribuan buku dari berbagai genre — mulai dari fiksi ringan hingga bacaan serius. Wisatawan dan warga lokal yang datang ke pantai saat itu bisa mengambil buku untuk dibaca, menukar buku mereka sendiri, atau membeli buku dengan sumbangan koin emas, di mana hasilnya kemudian disumbangkan untuk Australian Literacy & Numeracy Foundation, sebuah yayasan yang fokus pada peningkatan kemampuan literasi dan numerasi di Australia.

Suasana di Tepi Pantai

Bayangkan suasana Bondi di musim panas: matahari cerah, ombak berirama, dan pasir hangat di bawah kaki. Di tengah semuanya itu, berdiri rak-rak buku Billy — jauh dari ruang baca konvensional. Kegiatan membaca yang biasanya identik dengan keheningan perpustakaan tertutup, justru berlangsung di tempat terbuka yang ramai dan penuh energi.

Buku-buku yang tersedia tidak hanya memberikan hiburan bagi para pengunjung, tetapi juga mendorong percakapan lintas budaya, generasi, dan latar belakang. Bagi sebagian orang, ini mungkin hanya satu hari yang berbeda di pantai; bagi komunitas pembaca, ini adalah bentuk pendekatan kreatif terhadap literasi yang menghubungkan buku dengan pengalaman sehari-hari.

Makna dan Jejak Perpustakaan Pantai

Walau aksi IKEA ini hanya berlangsung satu hari, jejaknya masih dikenang sebagai salah satu contoh unik. Bagaimana ruang publik bisa menjadi tempat literasi yang hidup, bukan sekadar destinasi wisata. Rak-rak buku tersebut menjadi simbol bahwa akses kepada buku dan pengetahuan bisa dibawa keluar.

Beberapa karya foto dari acara ini menunjukkan puluhan rak berjejer di atas pasir. Antara satu rak saling bertaut membentuk lorong bacaan yang unik di tengah kerumunan pengunjung pantai.

Warisan Ide: Literasi di Mana Saja

Peristiwa ini menyiratkan sebuah pesan sederhana namun kuat: buku dan bacaan bukan hanya untuk ruang tertutup dan tingkat formal saja. Dengan kreatifitas dan dukungan komunitas, buku bisa hadir di mana saja — bahkan di tepi pantai yang ramai. Ide perpustakaan outdoor seperti ini memberi inspirasi bahwa literasi dapat diterapkan dalam konteks yang menyenangkan, menghubungkan orang dengan buku di luar dinding perpustakaan tradisional.


Exit mobile version