Dunia Perpustakaan | Menengok 5 Perpustakaan Terbesar di Iran: Dari Arsip Negara hingga Warisan Manuskrip Dunia.
Iran kerap dikenal melalui dinamika politik dan geopolitiknya. Namun di balik itu, negara ini menyimpan kekuatan lain yang jarang disorot: tradisi literasi dan pengelolaan perpustakaan yang kuat. Tidak hanya dari sisi jumlah koleksi, tetapi juga dalam menjaga warisan intelektual yang telah berusia ratusan bahkan ribuan tahun.
Sejumlah perpustakaan besar di Iran menunjukkan bagaimana negara ini membangun fondasi pengetahuan melalui kombinasi antara arsip nasional, riset akademik, dan pelestarian manuskrip klasik. Berikut lima perpustakaan terbesar dan paling berpengaruh di Iran.
#1. National Library and Archives of Iran
Jantung Pengetahuan Nasional
Perpustakaan ini menyimpan lebih dari 15 juta koleksi, mulai dari buku, terbitan berkala, disertasi, hingga manuskrip langka. Sementara itu, unit arsip nasional menyimpan dokumen-dokumen resmi negara yang menjadi bagian penting dari memori administratif Iran.
Dari sisi akses, pengunjung internasional dapat memanfaatkan transportasi publik seperti Metro Teheran dengan turun di Stasiun Shahid Haghani. Proses masuk juga tergolong ketat: pengunjung wajib membawa dokumen resmi seperti paspor dan hanya diperbolehkan membawa laptop serta dokumen penelitian ke dalam ruang koleksi.
#2. Central Library of University of Tehran
Central Library of University of Tehran, Pusat Riset Akademik
Perpustakaan ini juga mengembangkan layanan digital repository dan akses terbuka bagi peneliti, mencerminkan integrasi antara koleksi tradisional dan teknologi informasi modern.
#3. Mar’ashi Najafi Library
Mar’ashi Najafi Library, Surga Manuskrip Dunia Islam
Koleksinya mencapai sekitar satu juta buku, dengan lebih dari 80 ribu manuskrip langka. Angka ini menjadikannya salah satu pusat manuskrip Islam terbesar secara global. Banyak di antaranya merupakan naskah kuno yang tidak ditemukan di tempat lain.
Fokus utama perpustakaan ini adalah pelestarian dan kajian teks-teks klasik, didukung oleh fasilitas konservasi manuskrip dan ruang penelitian khusus. Keberadaannya menunjukkan komitmen Iran dalam menjaga warisan intelektual berbasis agama dan sejarah.
#4. Malek National Museum and Library
Malek National Museum and Library, Perpaduan Perpustakaan dan Museum
Kini, perpustakaan ini menyimpan sekitar 19 ribu manuskrip dan puluhan ribu buku, disertai koleksi artefak sejarah dan karya seni. Gedung barunya yang terdiri dari enam lantai menjadi pusat pelestarian budaya sekaligus ruang edukasi publik.
Perpaduan antara literatur dan artefak menjadikan perpustakaan ini tidak hanya sebagai tempat membaca, tetapi juga sebagai ruang memahami sejarah Iran secara visual dan kontekstual.
#5. Isfahan Central Library
Isfahan Central Library, Wajah Layanan Publik Modern
Koleksinya mencakup ratusan ribu buku, materi multimedia, serta dokumen lokal. Selain menyediakan ruang baca, perpustakaan ini aktif menyelenggarakan kegiatan literasi seperti diskusi buku, pelatihan, dan program komunitas.
Perannya sebagai pusat aktivitas masyarakat menunjukkan bahwa perpustakaan di Iran tidak hanya berfungsi sebagai tempat penyimpanan buku, tetapi juga sebagai ruang interaksi sosial dan edukasi publik.
Menjaga Peradaban Melalui Perpustakaan
Kelima perpustakaan tersebut memperlihatkan satu benang merah: kuatnya komitmen Iran dalam menjaga pengetahuan sebagai bagian dari identitas bangsa. Baik melalui arsip negara, riset akademik, maupun pelestarian manuskrip klasik, perpustakaan menjadi pilar penting dalam pembangunan intelektual.
Di tengah keterbatasan informasi mengenai aspek sumber daya manusia seperti jumlah pustakawan atau tingkat kesejahteraannya, Iran justru tampil menonjol dalam hal pengelolaan koleksi dan pelestarian warisan ilmiah.
Perpustakaan di Iran, dengan demikian, tidak hanya berfungsi sebagai fasilitas pendidikan, tetapi juga sebagai penjaga memori peradaban yang terus hidup hingga hari ini.
