Home ::: Berita Perpustakaan ::: Diundang Presiden, Pegiat Literasi Bicara Setumpuk Masalah Buku

Diundang Presiden, Pegiat Literasi Bicara Setumpuk Masalah Buku

Ingin publikasi GRATIS kegiatan perpustakaan, TBM, sudut baca, dan aktivis kegiatan literasi lainya, Artikel, Makalah, dll segera hubungi kami DISINI!

Khusus pegiat literasi dan pustakawan yang ingin punya akun khusus disini, segera hubungi WhatsApp kami: 08586 8080 173

-----------------------------------------------------------

Diundang Presiden, Pegiat Literasi Bicara Setumpuk Masalah Buku.

Dunia Perpustakaan | Ada kabar baik karena sekarang pemerintah mulai serius merangkul para pejuang dan pegiat literasi untuk diajak bersuara dan mencari solusi terkait budaya baca di Indonesia.

Dikutip dari detik.com [5/3/2017], disebutkan bahwa Pengelola Forum Taman Bacaan Masyarakat (TBM) dan pegiat literasi hari ini diundang dan berdialog bersama Presiden Jokowi. Undangan tersebut bertepatan dengan Hari Pendidikan Nasional.

Firman Hadiansyah, Ketua Forum TBM sekaligus pegiat literasi lewat Moli (Motor Literasi), yang bekerja sama dengan KPK, mengucapkan terima kasih atas undangan Presiden. Firman, yang mewakili pengelola TBM dan pegiat literasi, mengatakan ada beberapa hal yang akan disampaikan terkait buku dalam pertemuan nanti.

Pertama, kami tidak percaya minat baca masyarakat Indonesia rendah. Ketersediaan dan akses bukulah yang menjadi kendala. Kami berharap pemerintah mengoptimalkan ketersediaan dan akses buku yang merata sampai ke desa-desa dan daerah terpencil,” kata Firman Hadiansyah kepada detikcom, Selasa (2/5/2017).

Kedua, menurut Firman, gerakan literasi hendaknya menjadi gerakan nasional. Aktivis literasi akan mendorong Presiden mengeluarkan instruksi presiden (inpres) terkait literasi agar semua elemen pemerintah sampai di desa berperan aktif mendukung gerakan ini.

Masalah lain adalah pemerintah harus mengeluarkan regulasi khusus agar harga buku terjangkau masyarakat luas. Pajak komponen terkait buku dan regulasi biaya pengiriman buku ke daerah-daerah diminta dihapuskan.

“Pemerintah mendorong penerbitan buku berkaitan dengan penumbuhan budi pekerti dan nilai-nilai integritas oleh berbagai pihak, termasuk penerbit, agar bisa menciptakan generasi muda yang menjadi pemimpin yang tangguh dan berkarakter terbebas dari korupsi dan penyakit sosial lainnya,” ucapnya lagi.

Selanjutnya, Firman juga mengatakan layanan perpustakaan harus lebih dioptimalkan, apalagi di ruang publik dan fasilitas umum. Ini dilakukan agar memudahkan warga mendapatkan informasi dan pengetahuan secara mudah.

Selain itu, perusahaan penerbitan atau perusahaan seperti milik negara diminta mengembangkan konten program literasi atau donasi buku, khususnya TBM dan perpustakaan sekolah di Indonesia.

“Terakhir, Presiden memberikan apresiasi kepada pemerintah daerah yang terus berupaya dalam mengembangkan gerakan literasi di daerahnya secara berkelanjutan,” katanya.

Tentang Penulis: Dunia Perpustakaan

DuniaPerpustakaan.com merupakan salah satu portal berita dan informasi yang dimiliki CV Dunia Perpustakaan GROUP yang berisi terkait dengan semua informasi bidang ilmu perpustakaan. Didalamnya membahas terkait dengan Software Perpustakaan, Lowongan Kerja untuk Pustakawan, Profile Perpustakaan di dalam negeri dan luar negeri, Sosok Inspirasi terkait Pustakawan dan pejuang literasi, dll

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *