Dunia Perpustakaan | Menengok 5 Perpustakaan Terbesar di Iran: Dari Arsip Negara hingga Warisan Manuskrip Dunia.
Iran kerap dikenal melalui dinamika politik dan geopolitiknya. Namun di balik itu, negara ini menyimpan kekuatan lain yang jarang disorot: tradisi literasi dan pengelolaan perpustakaan yang kuat. Tidak hanya dari sisi jumlah koleksi, tetapi juga dalam menjaga warisan intelektual yang telah berusia ratusan bahkan ribuan tahun.
Sejumlah perpustakaan besar di Iran menunjukkan bagaimana negara ini membangun fondasi pengetahuan melalui kombinasi antara arsip nasional, riset akademik, dan pelestarian manuskrip klasik. Berikut lima perpustakaan terbesar dan paling berpengaruh di Iran.
#1. National Library and Archives of Iran
Jantung Pengetahuan Nasional
National Library and Archives of Iran merupakan institusi perpustakaan terbesar di Iran sekaligus pusat arsip resmi negara. Didirikan pada 1937, lembaga ini mengalami transformasi penting pada 2002 ketika bergabung dengan Arsip Nasional Iran. Meski kini berada dalam satu institusi, fungsi perpustakaan dan arsip tetap dijalankan di gedung terpisah yang berlokasi berdekatan.
Perpustakaan ini menyimpan lebih dari 15 juta koleksi, mulai dari buku, terbitan berkala, disertasi, hingga manuskrip langka. Sementara itu, unit arsip nasional menyimpan dokumen-dokumen resmi negara yang menjadi bagian penting dari memori administratif Iran.
Menariknya, layanan perpustakaan ini relatif terbuka dan panjang. Ruang baca tersedia setiap hari dari pukul 08.00 hingga 21.00 dan hanya tutup selama empat hari dalam setahun. Namun, akses ke manuskrip dan arsip memiliki jadwal lebih terbatas, yakni hingga pukul 15.30 dan hanya pada hari kerja dalam kalender Iran.
Dari sisi akses, pengunjung internasional dapat memanfaatkan transportasi publik seperti Metro Teheran dengan turun di Stasiun Shahid Haghani. Proses masuk juga tergolong ketat: pengunjung wajib membawa dokumen resmi seperti paspor dan hanya diperbolehkan membawa laptop serta dokumen penelitian ke dalam ruang koleksi.
#2. Central Library of University of Tehran
Central Library of University of Tehran, Pusat Riset Akademik
Sebagai perguruan tinggi tertua di Iran, Central Library of University of Tehran memiliki perpustakaan pusat yang menjadi salah satu yang terbesar di lingkungan akademik negara tersebut. Didirikan sekitar 1971, perpustakaan ini menjadi pusat riset utama bagi mahasiswa dan peneliti.
Bangunan perpustakaan terdiri dari sembilan lantai dan menampung puluhan ribu karya ilmiah, termasuk lebih dari 40 ribu tesis dan disertasi dalam format digital. Selain itu, terdapat ribuan manuskrip klasik Persia yang menjadi bagian penting dari khazanah intelektual Iran.
Perpustakaan ini juga mengembangkan layanan digital repository dan akses terbuka bagi peneliti, mencerminkan integrasi antara koleksi tradisional dan teknologi informasi modern.
#3. Mar’ashi Najafi Library
Mar’ashi Najafi Library, Surga Manuskrip Dunia Islam
Di kota Qom, Mar’ashi Najafi Library berdiri sebagai salah satu perpustakaan Islam terbesar di dunia. Perpustakaan ini didirikan oleh Ayatollah Mar’ashi Najafi dan berkembang pesat sebagai pusat studi keislaman.
Koleksinya mencapai sekitar satu juta buku, dengan lebih dari 80 ribu manuskrip langka. Angka ini menjadikannya salah satu pusat manuskrip Islam terbesar secara global. Banyak di antaranya merupakan naskah kuno yang tidak ditemukan di tempat lain.
Fokus utama perpustakaan ini adalah pelestarian dan kajian teks-teks klasik, didukung oleh fasilitas konservasi manuskrip dan ruang penelitian khusus. Keberadaannya menunjukkan komitmen Iran dalam menjaga warisan intelektual berbasis agama dan sejarah.
#4. Malek National Museum and Library
Malek National Museum and Library, Perpaduan Perpustakaan dan Museum
Berbeda dari yang lain, Malek National Museum and Library menggabungkan fungsi perpustakaan dan museum dalam satu institusi. Didirikan pada awal abad ke-20 oleh filantropis Hossein Agha Malek, lembaga ini awalnya merupakan koleksi pribadi.
Kini, perpustakaan ini menyimpan sekitar 19 ribu manuskrip dan puluhan ribu buku, disertai koleksi artefak sejarah dan karya seni. Gedung barunya yang terdiri dari enam lantai menjadi pusat pelestarian budaya sekaligus ruang edukasi publik.
Perpaduan antara literatur dan artefak menjadikan perpustakaan ini tidak hanya sebagai tempat membaca, tetapi juga sebagai ruang memahami sejarah Iran secara visual dan kontekstual.
#5. Isfahan Central Library
Isfahan Central Library, Wajah Layanan Publik Modern
Sementara itu, Isfahan Central Library and Information Center merepresentasikan wajah perpustakaan publik modern di Iran. Dengan luas sekitar 12 ribu meter persegi, perpustakaan ini menjadi salah satu yang terbesar di tingkat kota.
Koleksinya mencakup ratusan ribu buku, materi multimedia, serta dokumen lokal. Selain menyediakan ruang baca, perpustakaan ini aktif menyelenggarakan kegiatan literasi seperti diskusi buku, pelatihan, dan program komunitas.
Perannya sebagai pusat aktivitas masyarakat menunjukkan bahwa perpustakaan di Iran tidak hanya berfungsi sebagai tempat penyimpanan buku, tetapi juga sebagai ruang interaksi sosial dan edukasi publik.
Menjaga Peradaban Melalui Perpustakaan
Kelima perpustakaan tersebut memperlihatkan satu benang merah: kuatnya komitmen Iran dalam menjaga pengetahuan sebagai bagian dari identitas bangsa. Baik melalui arsip negara, riset akademik, maupun pelestarian manuskrip klasik, perpustakaan menjadi pilar penting dalam pembangunan intelektual.
Di tengah keterbatasan informasi mengenai aspek sumber daya manusia seperti jumlah pustakawan atau tingkat kesejahteraannya, Iran justru tampil menonjol dalam hal pengelolaan koleksi dan pelestarian warisan ilmiah.
Perpustakaan di Iran, dengan demikian, tidak hanya berfungsi sebagai fasilitas pendidikan, tetapi juga sebagai penjaga memori peradaban yang terus hidup hingga hari ini.
Dunia Perpustakaan Informasi Lengkap Seputar Dunia Perpustakaan
