Inilah 3 Profesor Bidang Perpustakaan di Indonesia

Dunia Perpustakaan | Profesor Bidang Perpustakaan di Indonesia | Gelar Profesor kalau kita baca dari penjelasan wikipedia, disebutkan bahwa Profesor menurut bahasa Latin memiliki arti “seseorang yang dikenal oleh publik berprofesi sebagai pakar”; dalam bahasa Inggris: Professor, disingkat dengan prof, merupakan seorang guru senior, dosen dan/atau peneliti yang biasanya dipekerjakan oleh lembaga-lembaga/institusi pendidikan perguruan tinggi atau universitas.

Di Indonesia, gelar Profesor merupakan jabatan fungsional, bukan gelar akademis. Hal ini tertuang dalam Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen Pasal 1 Butir 3, menyebutkan bahwa guru besar atau profesor adalah jabatan fungsional tertinggi bagi dosen yang masih mengajar di lingkungan satuan pendidikan tinggi. Jika sebelumnya dosen dengan gelar akademis magister (S2), bahkan sarjana (S1) bisa menjadi guru besar/profesor, maka sejak tahun 2007 hanya mereka yang memiliki gelar akademik doktor saja yang bisa menjadi profesor. Hal ini disebabkan karena hanya profesor inilah yang memiliki kewenangan untuk membimbing calon doktor.

Dalam bidang ilmu perpustakaan, tokoh atau pakar di bidang perpustakaan masih bisa dianggap sangat minim. Hal ini terbukti hingga sekarang (14/4/2022), jumlah tokoh yang memiliki gelar Profesor di bidang perpustakaan hanya 3 orang, itupun Profesor yang ketiga baru memperoleh gelar Profesornya di tahun 2022 ini.

Siapa 3 Profesor tersebut?

#1. Profesor Sulistyo Basuki

Lahir di Sumbawa Besar, Nusa Tenggara Barat, 11 September 1941. Sulistyo-Basuki adalah Guru besar Ilmu Perpustakaan Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya Universitas Indonesia, Depok. Sulistyo-Basuki, atau akrab dipanggil Pak Sulis, merupakan putra pertama almarhum Bapak Hardjito dan Ibu Moeridjah Hardjito, yang kedua-duanya merupakan pensiunan guru Sekolah Rakjat di Blitar. Ibunda Moeridjah sempat merangkap pustakawan ketika menjadi guru bantu di Meisjes Vervolgschool Wlingi.

Sulistyo Basuki merupakan pengajar dan penulis yang aktif. Buku-buku terbitannya telah menjadi pegangan dasar bagi mahasiswa jurusan ilmu perpustakaan dan informasi di universitas seluruh Indonesia. Ia menjadi putra Indonesia pertama yang meraih gelar doktor dalam bidang Information and Library Science dan juga gelar profesor bidang Ilmu Perpustakaan (sejak tahun 1995). Gelar doktor diraihnya akhir Juni 1984 di Case Western Reserve University Cleveland, Ohio, Amerika Serikat. Ia mempertahankan disertasi yang berjudul: A Citation Analysis of Agricultural and Medical Journals Published in Less Developed Countries, With Special Reference to the Regions of Africa Sub-Sahara, Latin America, and Southeast Asia.

Jabatan:

  • Guru Besar, Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya Universitas Indonesia (1995-2006)
  • Pengajar , Program Pascasarjana Ilmu Perpustakaan dan Informasi di Universitas Indonesia, Institut Pertanian Bogor, UIN Sunan Kalijaga dan Universitas Gadjah Mada. Pernah juga mengajar di Universitas Padjadjaran dan Universitas Negeri Yogyakarta

Pendidikan :

  • Sardjana Muda – Universitas Indonesia (1963)
  • Sarjana Sastra – Universitas Indonesia (1974)
  • Master of Science in Library Science– Case Western Reserve University, Cleveland, Ohio, Amerika Serikat (1980)
  • Master of Arts (History) – Case Western Reserve University, Cleveland, Ohio, Amerika Serikat (1980)
  • Doctor of Philosophy, Case Western Reserve University, Cleveland, Ohio, Amerika Serikat (1984)
  • Diangkat sebagai professor di Universitas Indonesia pada tahun 1995

Pengalaman Kerja:

  • 1962–1963 Perpustakaan Yayasan Yamin
  • 1963–1965 Bagian Dokumentasi Madjelis Ilmu Pengetahuan Indonesia
  • 1965–1967 Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia
  • 1967–1977 Departemen Luar Negeri
  • 1977-sekarang Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya (dahulu Fakultas Sastra) Universitas Indonesia
  • 1984–1986 Pengajar, Ilmu Kedokteran Dasar, Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia
  • 1990-2006 Pengajar Program Studi Ilmu Perpustakaan Program Pascasarjana Universitas Indonesia
  • 2006 – sekarang Pengajar tidak tetap di Program Pascasarjana Universitas Indonesia
  • 1994-1996 Kepala Pusat Sumber Daya Manusia dan Pemasyarakatan Arsip Nasional RI

Pengalaman Pelatihan:

  • Mengajar berbagai kursus kearsipan yang diselenggarakan oleh Arsip Nasional RI, Arsip Daerah di Sumatera Barat, Jawa Barat, Jawa Timur, Irian Jaya;
  • Pengajar Records Management Course 1995- 2000.

Buku :

  • Administrasi Arsip: Sebuah Pengantar. Jakarta: [], 2001
  • Manajemen Arsip Dinamis: Pengantar Memahami dan Mengelola Informasi dan Dokumen. Jakarta: Gramedia, 2003
  • Metode Penelitian. Jakarta: Wedatama Widya Sastra bekerjasama dengan Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya UI, 2006
  • Pengantar Ilmu Perpustakaan. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama, 1991
  • Periodisasi Perpustakaan Indonesia. Bandung: PT Remaja Rosdakarya, 1994

#2. Prof. Jonner Hasugian, MSi

Jonner HasugianProfesor Jonner Hasugian merupakan salah satu Dosen di Jurusan Ilmu Perpustakaan di Universitas Sumatera Utara. Prof. Jonner Hasugian juga pernah menjadi Ketua tim penelusuran dugaan plagiarisme karya ilmiah di Universitas Sumatera Utara (USU).

Pendidikan

  • Drs. S1 Universitas Sumatera Utara, Ilmu Perpustakaan
  • M.Si S2 Universitas Indonesia, Ilmu Perpustakaan dan Informasi
  • Dr. S3 Prof. USU, Kajian Studi Perpustakaan
  • Prof. Jonner Hasugian dikukuhkan memperoleh gelar Profesornya di Universitas Sumatera Utara tahun 2022 (10/2/2022)

Karya Tulis

  • Urgensi literasi informasi dalam kurikulum berbasis kompetensi di perguruan tinggi (2008)
  • Dasar-Dasar Ilmu Perpustakaan dan Informasi (2009)
  • Penelusuran informasi ilmiah secara online: Perlakuan terhadap seorang pencari informasi sebagai real user (2006)
  • Analisis Sitiran terhadap Disertasi Program Doktor (S-3) Ilmu Kedokteran Sekolah Pascasarjana Universitas Sumatera Utara (2005)
  • Pemanfaatan Internet studi kasus tentang pola, manfaat dan tujuan penggunaan internet oleh mahasiswa pada perpustakaan USU (2009)
  • Penggunaan bahasa alamiah dan kosa kata terkendali dalam sistem temu balik informasi berbasis teks (2006)
  • Jurnal Pustaka: Jurnal Studi Perpustakaan dan Informasi 2 (2) (2006)
  • Katalog Perpustakaan: Dari Katalog Manual Sampai Katalog Online (OPAC)  (2003)
  • Internal Repository pada Perguruan Tinggi (2012)
  • Pengantar kearsipan (2003)
  • Penelusuran online dan ketersediaan sumber daya informasi elektronik (2008)
  • Perpustakaan digital dan digital natives (2011)
  • Katalog perpustakaan dari katalog manual sampai OPAC (2007)
  • Penerapan teknologi informasi pada sistem kerumahtanggaan perpustakaan perguruan tinggi (2003)
  • Pengembangan Repositori Institusi Pengalaman Perpustakaan USU (2013)
  • Analisis Kebutuhan Fungsional dan Kelengkapan antarmuka Sistem Online Public Access Catalogue (OPAC) (2000)
  • Tindakan Penyalahgunaan Koleksi: Studi Kasus di Perpustakaan Universitas Sumatera Utara (2017)
  • Infrastruktur Informasi Global dan Dampaknya terhadap Perpustakaan (2009)
  • Library Service Quality and Student Trust: A Case Study of the University of Sumatera Utara Library, Indonesia. (2021)

#3. Profesor Nurdin

Prof. Dr. Nurdin, S.Ag., S.S., M.A. yang saat ini masih aktif menjadi dosen di Jurusan Ilmu Perpustakaan dan Informasi UIN Sunan Kalijaga ini meraih gelar Profesor/Guru Besar dalam bidang Ilmu Perpustakaan pada 1 Maret 2022. Pengukuhan gelar tersebut juga tertuang berdasarkan SK Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi RI nomor 22505/MPK.A/KP.05.01/2022.

Dengan gelar baru tersebut, Prof. Dr. Nurdin, S.Ag., S.S., M.A menjadi Profesor ketiga dalam bidang Ilmu Perpustakaan di Indonesia.

Pendidikan

1. S3 UIN Sunan Kalijaga Kajian Budaya Dan Media Dr. 2013
2. S2 IAIN Sunan Kalijaga Studi Islam M. Ag. 1999
3. S2 IAIN Sunan Kalijaga Sosiologi S.Sos. 2000
4. S1 IAIN Sunan Kalijaga Ilmu Perpustakaan S.I.P. 1999
5. S1 IAIN Sunan Kalijaga Pendidikan Islam M. A. 1996

Karya Tulis

  • Representasi Kuasa Dalam Pengelolaan Perpustakaan: studi kasus pada perpustakaan perguruan tinggi islam di Yogyakarta (2015)
  • Eksistensi media sosial, Youtube, Instagram dan WhatsApp ditengah pandemi covid-19 dikalangan masyarakat virtual Indonesia (2020)
  • The roles of mosque libraries through history (2007)
  • Adaptasi pustakawan dalam menghadapi kemajuan teknologi (2019)
  • Institutional repository as an information infrastructure for scholarly communication: An exploratory study in Indonesia (2019)
  • Muslim libraries in history (2005)
  • Home Libraries and their Roles in Social Changes among Rural Communities in Indonesia. (2020)
  • Ideology Contestation in Management of University Library Development (2019)
  • Imaging Politics and Professional Culture in Managing Islamic University Libraries in Indonesia (2020)
  • Integrative Leadership Style of Libraries at Islamic Universities in Indonesia (2021)

Informasi selengkapnya terkait dengan Prof. Dr. Nurdin, S.Ag., S.S., M.A bisa dibaca disini.

Semoga dari ketiga Profesor di bidang Ilmu Perpustakaan mampu membawa arah perubahan yang lebih maju untuk pengembangan bidang Ilmu Perpustakaan di Indonesia. Semoga saja gelar Profesor di bidang Ilmu Perpustakaan di Indonesia juga semakin lebih banyak lagi.

Bagi anda yang ingin meraih gelar Profesor, berikut ini kami sertakan beberapa persyaratanya;

Syarat Menjadi Profesor

Jabatan profesor dicapai setelah dosen melalui tahap pencapaian angka kredit yang sudah ditentukan sesuai nilai kum yang diperoleh secara berjenjang dari jabatan fungsional akadamik Asisten Ahli, Lektor, Lektor Kepala dan Profesor/guru besar (nilai kum minimal 850).

Dosen yang bersangkutan wajib melaksanakan tridarma perguruan tinggi, dimana salah satunya adalah bidang penelitian dan membuat publikasi, terutama publikasi internasional bereputasi dan berdampak dari hasil-hasil penelitiannya.

Syarat untuk bisa menjadi Profesor berpedoman pada Permenpan 46 th 2013 (pasal 26 ayat 3) syarat untuk mencapai jenjang Profesor/Guru Besar yaitu sebagai berikut:

  1. Ijazah Doktor (S3) atau yang sederajat;
  2. Paling singkat 3 (tiga) tahun setelah memperoleh ijazah Doktor (S3);
  3. Karya ilmiah yang dipublikasikan pada jurnal internasional bereputasi; dan
  4. Memiliki pengalaman kerja sebagai dosen paling singkat 10 (sepuluh) tahun.
  5. Dosen yang berprestasi luar biasa dan memenuhi persyaratan lainnya dapat diangkat ke jenjang jabatan akademis dua tingkat lebih tinggi atau loncat jabatan.
  6. Dikecualikan paling singkat 3 (tiga) tahun sebagaimana dimaksud pada ayat (3) huruf c angka 2), apabila Dosen yang bersangkutan memiliki tambahan karya ilmiah yang dipublikasikan pada jurnal internasional bereputasi setelah memperoleh gelar Doktor (S3) dan memenuhi persyaratan lainnya.

Catatan:

  • Jabatan profesor hanya berlaku ketika ybs berada di lingkungan akademik.
  • Apabila ybs mengundurkan diri (atau diberhentikan) dari kampus, maka tidak berhak lagi menyandang jabatan profesor.
  • Jika seorang profesor sudah memasuki usia pensiun, maka jabatan profesornya otomatis hilang,

profil penulis: Ari Suseno

Founder CV. Dunia Perpustakaan Group. Pernah mengenyam pendidikan Jurusan Ilmu Perpustakaan (S1) di Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga Yogyakarta. #ContentCreator, #Affiliate, #Blogger, #PegiatLiterasi, #SocialActivist Konsultasi dan Sharing Follow Us

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *