Memanfaatkan Perpustakaan Digital di Masa Pandemi

Dunia Perpustakaan | Dijaman yang semakin modern sekarang ini, hampir semua kegiatan bisa kita lakukan dengan cara online. Apalagi dengan adanya wabah Covid-19, segala aktivitas dan fasilitas publik  hampir diseluruh dunia ditiadakan dalam artian ditutup sementara, salah satu contohnya adalah perpustakaan.

Di era yang semakin canggih tentunya lembaga perpustakaan diharuskan untuk melakukan inovasi layanan perpustakaan dengan basis digital. Hal ini mengharuskan masyarakat untuk cepat beradaptasi dengan pola hidup yang baru seperti berkurangnya kegiatan bertatap muka. Masyarakat harus pandai untuk memanfaatkan gadget dengan sebaik-baiknya seperti menggali informasi secara virtual.

Berbicara soal perpustakaan dijaman sekarang, kita pasti mengetahui yang namanya perpustakaan digital. Perpustakaan digital adalah salah satu inovasi yang sedang dikembangkan seiring dengan perkembangan zaman dan kemajuan teknologi.

Perpustakaan digital menjadi salah satu Sumber informasi atau pengetahuan yang dapat kita akses secara virtual melalui perangkat elektronik seperti komputer, tablet, dan smartphone. Sehingga masyarakat tidak perlu keluar rumah dan bisa mendapatkan informasi ataupun pengetahuan secara mudah.

Sebenarnya sudah lama perpustakaan online hadir di tengah masyarakat, namun eksistensinya kalah dengan media sosial.

Gagasan pendirian dan pembuatan perpustakaan digital dimunculkan pertama kali oleh seorang ahli bernama Vannevar Bush pada tahun 1945. Bush mengajukan ide untuk membuat catatan dan perpustakaan pribadi (untuk buku, rekaman/dokumentasi, dan komunikasi) yang termekanisasi karena merasa bahwa penyimpanan informasi manual menghambat akses terhadap penelitian yang sudah dipublikasikan.

Kemudian pada tahun 1980 fungsi utama dari perpustakaan mulai diotomasi dengan teknologi yang lebih modern yaitu melalui perangkat computer, namun hanya lembaga dan instansi besar saja yang mampu menyediakannya. Misalnya pada Library of Congress di Amerika yang telah mengimplementasikan sistem tampilan dokumen elektronik (electronic document imaging systems) untuk kepentingan penelitian dan operasional perpustakaan.

Berikutnya pada sekitar tahun 1990, penerapan pengelolaan perpustakaan secara modern ini makin berkembang dan dikenal oleh masyarakat seluruh dunia termasuk Indonesia.

Pada tahun 1994, Library of Congress mengeluarkan rancangan National Digital Library dengan menggunakan tampilan dokumen elektronik, penyimpanan dan penelusuran teks secara elektronik, dan teknologi lainnya terhadap koleksi cetak dan non-cetak tertentu.

Selanjutnya pada September 1995, enam universitas di Amerika diberi dana oleh NSF/ARPA/NASA untuk melakukan proyek penelitian perpustakaan digital. Penelitian ini melibatkan peneliti dari berbagai bidang, organisasi penerbit dan percetakan, perpustakaan-perpustakaan, dan pemerintah Amerika sendiri. Proyek ini cukup berhasil dan menjadi dasar penelitian perpustakaan digital di dunia.

Selain bermanfaat untuk pengguna, perpustakaan digital juga bermanfaat untuk pustakawan selaku pengelola perpustakaan. Pustakawan dapat dengan mudah melakukan monitoring dari berbagai lokasi dan kapan pun. Jika terjadi permasalahan di aplikasi perpustakaan maka dengan mudah dilakukan perbaikannya.

Salah satu dampak dari pandemi covid-19 ini adalah terjadi transformasi terhadap lembaga perpustakaan. Kemajuan teknologi yang pesat ini memiliki dampak yang positif. Seperti pada peningkatan layanan perpustakaan yang dapat mempermudah masyarakat mengakses E-Book yang mereka cari. Perpustakaan sebagai tempat pengelola informasi mengedepankan layanan kepada masyarakat dengan berbagai media, yang salah satunya adalah dengan membangun perpustakaan digital.

Menilai dari manfaat perpustakaan digital di dalam masa wabah Covid-19 tidak hanya bermanfaat bagi internal dan eksternal perpustakaan saja, tetapi juga bermanfaat bagi pengembangan literasi informasi dan pengetahuan secara digital.

Perpustakaan digital sangat mendukung kegiatan Work From Home ataupun School From Home, khususnya dimasa pandemi seperti saat ini. Perpustakaan digital mulai banyak diminati oleh masyarakat, terutama untuk orang-orang yang sering menggunakan layanan perpustakaan konfensional.

Dengan adanya perpustakaan digital ini memberikan banyak keuntungan apalagi dimasa pandemi saat ini. E-Book yang dapat di akses tanpa harus keluar rumah dapat mengurangi resiko penyebaran Covid-19. Seperti yang kita tahu bahwa covid-19 menyebar melalui benda yang kita sentuh, jadi dengan kita menggunakan E-Book kita sudah tidak perlu lagi mengambil dan menyentuh buku yang akan kita baca.

Apa lagi dimasa pandemi yang mengharuskan orang-orang berdiam diri di dalam rumah. Mereka bisa membaca E-Book hanya melalui smartphone dari rumah tanpa harus datang ke perpustakaan konfensional.

Sumber: Kumparan.com

TENTANG Dunia Perpustakaan

duniaperpustakaan.com merupakan portal seputar bidang dunia perpustakaan yang merupakan bagian dari CV Dunia Perpustakaan GROUP. Membahas informasi seputar dunia perpustakaan, mulai dari berita seputar perpustakaan, lowongan kerja untuk pustakawan, artikel, makalah, jurnal, yang terkait bidang perpustakaan, literasi, arsip, dan sejenisnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *