Finlandia Negara Literasi Terbaik di Dunia, Ini 5 Hal yang Membuat Mereka Gemar Membaca

Dunia Perpustakaan | The World’s Most Literate Nations (WMLN) telah merilis daftar panjang negara-negara dengan peringkat literasi di dunia. Pastinya hal ini sudah terdengar jelas di dunia dan masyarak Indonesia.

Penelitian ini dilakukan oleh Jhon W. Miller, Presiden Central Connecticut State University, New Britain. Hasil dari penelitian ini menempatkan Finlandia sebagai negara paling literat atau terpelajar di dunia.

Sementara Indonesia mesti bersabar karena masih menduduki peringkat ke-61, satu kursi lebih tinggi dari Botswana. Walau begitu, kita masih bisa berbenah dan belajar banyak dari Finlandia, yang sistem pendidikannya ini memang diakui merupakan salah satu yang terbaik di dunia.

Dengan lingkungan yang mereka dapatkan sejak kecil hingga dewasa. Dikutip dari berbagai sumber, inilah alasan kenapa orang-orang di Finlandia penduduknya bisa begitu rajin baca buku.

5 Hal yang Membuat Finlandia jadi Negara Literasi Terbaik di Dunia

#1. Sekolah Dimulai Usia 7 tahun

Berbeda di Indonesia yang masing-masing orang tua bangga kalau anaknya bisa masuk sekolah sejak usia sedini mungkin, di Finlandia justru usia anak masuk sekolah ditentukan rata-rata pada usia 7 tahun. Budaya baca didorong turun-temurun.

Pendidikan di Finlandia
Sekolah di Finlandia menjadi tempat paling menyenangkan untuk anak-anak. Setiap anak merasa bahagia karena guru selalu memberikan apresiasi ke setiap anak dan menannamkan kepercayaan diri kepada anak bahwa setiap anak pasti punya kelebihan masing-masing.

Anak-anak baru mulai bersekolah ketika mereka berumur tujuh tahun atau setelahnya. Guru-guru sekolah adalah lulusan master dengan kompetensi yang sudah teruji.

Alih-alih berfokus pada tes dan nilai, sistem pendidikan di Finlandia lebih menekankan pembelajaran dengan metode bermain, berimajinasi, dan self-discovery. Mereka lebih menekankan kolaborasi daripada kompetisi.

Setelah bersekolah, setiap anak diwajibkan belajar bahasa Inggris dan membaca satu buku setiap minggu. Alih-alih menjadi beban pelajaran kelas semata, sistem pendidikan seperti ini membantu budaya baca tumbuh jadi kultur masyarakat Finlandia.

#2. Fasilitas Perpustakaan ada di mana-mana

Di Finlandia, fasilitas perpustakaan ada dimana-mana, mulai di setiap sekolah, perguruan tinggi hingga di setiap daerah dan desa-des, dan yang terlebih penting lagi perpustakaan di Finlandia dikelola dengan sangat serius dengan menyediakan fasilitas yang nyaman dengan berbagai program yang sangat kreatif dan penuh inovasi, sehingga perpustakaan di Finlandia menjadi tempat tujuan favorit untuk penduduk disana. Hal ini juga yang kemudian menjadikan penduduk Finlandia beranggapan bahwa tidak ada alasan untuk tidak sempat membaca

(Baca juga: Perpustakaan di Kota Seinäjoki Finlandia yang Memukau!)

Perpustakaan di Finlandia
Setiap sudut kota hingga di desa, sangat mudah menemukan perpustakaan yang nyaman dan fasilitas yang lengkap

Boleh dibilang, perpustakaan adalah institusi budaya yang jadi kebanggaan orang-orang Finlandia. Setiap tahun, jumlah buku yang dipinjam dari perpustakaan umum selalu tinggi.

Finlandia menerbitkan lebih banyak buku anak-anak daripada negara lainnya, sehingga stok buku-buku baru yang sesuai dengan rentang usia selalu tersedia.

Petugas perpustakaan yang bertugas di sana merupakan lulusan terdidik yang dengan senang hati menjadi referensi tambahan bagi tamu yang ingin bertanya.

Selain ada perpustakaan keliling untuk daerah yang sulit dijangkau, Finlandia juga tak asing dengan perpustakaan yang menyatu dengan mall. Ibu-ibu yang sedang berbelanja bisa meninggalkan anaknya di perpustakaan untuk membaca.

#3. Ada Maternity Package Dilengkapi Buku

Jangan membandingkan Finlandia dengan negara kita di Indonesia. Jika di Indonesia banyak kisah bayi yang ditahan Rumah Sakit karena harus bayar dahulu saat anak mereka lahir, di Finlandia justru sebaliknya, dimana setiap seorang Ibu melahirkan, maka mereka akan mendapatkan hak pemberian dari pemerintah berupa Maternity Package, yaitu sebuah paket pemberiand ari pemerintah berupa perlengkapan bayi, mulai dari baju bayu, kaos kaki,jacket, boneka bayi, mainan, dan yang tidak ketinggalan dan sangat penting yaitu paket buku untuk anak.

Paket Bayi dan buku di Finlandia
Setiap orang tua yang baru punya bayi akan mendapatkan maternity package seperti ini, yang diantaranya disertai dengan buku. Keren banget bukan?

Pemerintah Finlandia benar-benar mendukung pendidikan anak sejak dini. Keluarga jadi gerbang pendidikan awal untuk anak, terutama dalam tahap belajar dalam usia dini. Oleh karena itu, setiap keluarga yang baru memiliki bayi berhak mendapatkan bingkisan paket perkembangan anak. Isinya adalah berbagai keperluan bayi seperti pakaian bayi, mainan, juga buku bacaan untuk ibu, ayah, dan bayi itu sendiri.

#4. Bacakan Dongeng sebelum Tidur

Kalau di Indonesia, kebanyakan yang dilakukan orang tuanya sebelum anak tidur, biasanya menonton televisi yang isinya sinetron, atau terkadang disuruh nonton HP karena orang tuanya yang malas membacakan buku dongeng untuk anak-anaknya. Berbeda sekali dengan di Finlandia, dimana gerakan membacakan buku sebelum tidur untuk anak-anak mereka menajdi sebuah tradisi yang diajarkan secara turun-temurun dari generasi ke generasi.

Dengan budaya inilah jadi tradisi penting dalam keluarga

Sebelum tidur, anak-anak dibacakan buku cerita oleh orang tuanya sehingga menanamkan sugesti dan tertanam dalam memory anak bahwa membaca buku sudah jadi tradisi, budaya, dan kebiasaan yang dilakukan setiap harinya

Kultur bercerita sudah jadi tradisi orang-orang Finlandia dari masa ke masa. Dongeng folk dan mitologi Finlandia diceritakan untuk membentuk karakter anak, misalnya memperkenalkan dengan hal-hal yang baik dan buruk, menghormati orang tua, dan menghargai sesama.

Lewat tradisi bercerita ini, minat baca terpupuk sejak dini. Selain itu, keaktifan orang tua sebagai penunjang belajar anak pun dapat terus berjalan. Tradisi inilah yang membuat minat baca dalam keluarga menjadi berkembang.

#5. Acara TV Asing Dilarang Dialihsuarakan

Semua program acara asing di TV, oleh pihak pemerintah Finlandia dilarang untuk dialihsuarakan, dan hanya boleh diberi teks terjemahan. Tujuanya supaya masyarakat Finlandia menjadi terbiasa untuk membaca setiap nonton acara asing di televisi.

Dengan adanya translate dalam setiap film asing, akan memaksa untuk membaca text

Dubbing atau alihsuara untuk program-program asing bagi kita mungkin sudah jadi hal biasa. Lain halnya di Finlandia. Mereka lebih memilih mencantumkan subtitles atau teks terjemahan di tayangan asing yang tampil di TV.

Tujuannya adalah meningkatkan kebiasaan membaca pada anak. Jika mereka ingin mengetahui kelanjutan kisah superhero favorit mereka, tentunya mereka harus bisa membaca dengan cepat.

Finlandia memang sudah membuktikan hasil dari revolusi pendidikannya. Generasi cerdas dan terpelajar yang lahir dari minat baca yang tinggi, memang patut diacungi jempol. Tentu saja ini adalah hasil dari proses yang sangat panjang, dengan keterlibatan banyak pihak yang saling berkolaborasi.

Kalau Indonesia saat ini masih di peringkat dua dari bawah, tidak perlu berkecil hati. Masih banyak hal yang bisa kita contoh serta kita terapkan sesuai dengan kesesuaian budaya kita. Semoga generasi kita dan seterusnya mulai tergerak untuk lebih giat membaca, belajar dari Finlandia.

TENTANG Dunia Perpustakaan

duniaperpustakaan.com merupakan portal seputar bidang dunia perpustakaan yang merupakan bagian dari CV Dunia Perpustakaan GROUP. Membahas informasi seputar dunia perpustakaan, mulai dari berita seputar perpustakaan, lowongan kerja untuk pustakawan, artikel, makalah, jurnal, yang terkait bidang perpustakaan, literasi, arsip, dan sejenisnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *