Review Buku: Miskin tapi Sombong

Dunia Perpustakaan | Review Buku: Miskin tapi Sombong | Sepertinya sudah lama banget mimin gak review buku lewat akun ini.

Pada kesempatan ini mimin ingin mencoba untuk reviews buku yang bisa jadi kalian baca gratis di smartphone anda. Sekaligus ingin bantu promosi aplikasi ebook gratis di Indonesia bernama iPusnas.  iPusnas merupakan Aplikasi Buku Gratis yang dimiliki Perpustakaan Nasional Republik Indonesia. iPusnas bisa anda download di smartphone kita semua.

Kembali ke topik judul buku.

Ulasan

Buku ini berjudul hanya 3 kata (Miskin tapi Sombong). Buku ini ditulis oleh Iwan “BK” Sulistiawan yang dikenal suka menulis hal-hal menggelitik di sekitar kita yang itu berdasarkan fakta. Buku berjudul Miskin Tapi Sombong ini adalah salah satu karyanya.

Dalam buku ini juga menarik karena ada kata pengantar dari tokoh terkenal bernama Jaya Suprana. Dalam pengantar yang ia tulis, beliau menyampaikan bahwa, Tuhan tidak pernah memasukkan KEMISKINAN pada kategori HINA.  Beliau berpendapat bahwa bukan Kemiskinan yang membuat seseorang menjadi hina, melainkan lebih pada Sikap dan perilaku manusianya yang dinilai Tuhan.

Senada dengan kemiskinan, Tuhan tidak pernah memposisikan kekayaan (orang kaya) dijadikan patokan untuk dinilai sebagai posisi istimewa. Demikian juga dengan status sosial yang lain, Tuhan tidak menilai berdasarkan itu semua. Namun Tuhan menilai, manusia berdasarkan amal perbuatannya.

Jika manusia itu miskin sekalipun, tapi kalau amal perbuatannya baik dan benar, dia tetap akan jadi orang yang mulya. Begitu juga sekaya apapun seseorang, kalau amal perbuatanya buruk, maka dipastikan tidak ada nilai keistimewaan pada orang tersebut. Yang akan dia dapat tidak ada lain selain kehinaan atas dirinya karena perbuatannya.

Sebagian orang beranggapan jika ada orang kaya sombong, maka akan dianggap sebagai hal kewajaran karena dianggap masih ada yang dia sombongkan. Tentunya kekayaan yang dimilikinya itulah yang ia sombongkan (walaupun ini dipastikan tetap tidak dibenarkan oleh agama apapun). Namun yang lebih parah tentunya jika Miskin tapi Sombong?

Disinilah menariknya buku ini UNTUK ANDA BACA.

Karena ternyata saat ini banyak sekali bahkan mudah kita temukan orang-orang yang masuk kategori tersebut (Miskin tapi Sombong). Anda mungkin melihat di sekitar rumah anda, atau teman-teman anda di akun media sosial.

Sayangnya buku ini ditulis sekitar tahun 2009 yang lalu, dimana media sosial belum sesanter dan sepesat sekarang ini. Jika ditulis saat ini, mungkin penulis akan lebih banyak dan lebih mudah menemukan contoh, betapa sekarang ini banyak sekali orang-orang yang mungkin sebenarnya miskin (secara materi) tapi saat di medsos mereka begitu sombong.

Kesimpulan

Kelebihan

Kelebihan dari buku ini sudah ada terlihat dari judulnya, sudah langsung menarik perhatian, hal ini karena sangat banyak kita melihat di lapangan atau mungkin di sekitar kita bahwa, banyak orang-orang yang sebenernya masih hidup dalam kemiskinan, tapi selalu berlomba-lomba supaya tetap bisa terlihat kaya.

Hal ini otomatis akan menjadi daya tarik untuk membuat orang penasaran untuk membaca buku ini.

Kelebihan lain adalah pesan di dalamnya, betapa penulis ingin menyampaikan supaya kita jangan sampai jadi orang sombong. Sekaya apapun manusia, dia tetap tidak boleh sombong. Namun yang sangat tidak pantas untuk sombong adalah, miskin tapi sombong!

Selain kelebihan tersebut diatas, bahasa yang digunakan dalam buku ini juga menurut saya memiliki kelebihan tersendiri. Hal ini karena penulis menggunakan bahasa dan cerita-cerita yang sering kita temukan di sekitar kita, sehingga pembaca akan lebih mudah memahami isinya.

Kekurangan

Kekurangan dari buku ini yang lain, mungkin oleh sebagian pembaca yang kritikus, akan menganggap judul buku seperti layaknya judul yang berbau “click bait”, karena antara judul dan isi tidak sepenuhnya sama. Penulis hanya mengambil beberapa tulisan yang memang ada yang berjudul “Miskin tapi Sombong”.

Untuk yang kategori pembaca seperti ini mungkin akan kecewa karena tulisannya tidak semuanya mengulas sebagaimana judul buku.Namun apapun itu, sedikit atau banyak, membaca buku ini menjadikan kita seharusnya bisa jadi koreksi dan benar-benar harus menjaga diri kita agar jangan sampai tergolong pada kelompok “Miskin tapi Sombong”.

Begitu juga jangan sampai, Kalaupun sudah kaya atau memiliki KELEBIHAN apapun (tidak harus harta) yang diberikan Tuhan kepada kita, jangan pernah menjadikan KELEBIHAN tersebut untuk dijadikan alasan untuk menjadi orang yang Sombong! Ingatlah bahwa Iblis diusir dari syurga bukan karena dulunya iblis jarang ibadah, dulunya iblis itu ketaatannya kepada Allah luar biasa besar. Namun karena Iblis SOMBONG, iblis diusir dari syurga!

Semoga kita semuanya terhindar dari sifat-sifat sombong, apalagi saat kondisi masih miskin tapi sombong, jangan sampai itu terjadi, aamiin aamiin yarabbalalamiin ?

Jangan lupa baca selengkapnya gratis di aplikasi iPusnas ya

profil penulis: Dunia Perpustakaan

duniaperpustakaan.com merupakan portal seputar bidang dunia perpustakaan yang merupakan bagian dari CV Dunia Perpustakaan GROUP. Membahas informasi seputar dunia perpustakaan, mulai dari berita seputar perpustakaan, lowongan kerja untuk pustakawan, artikel, makalah, jurnal, yang terkait bidang perpustakaan, literasi, arsip, dan sejenisnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *