Bentuk Karakter Anak Dengan Membaca Buku

ilustrasi

Dunia Perpustakaan | Anak-anak adalah seorang peniru yang sangat baik. Apapun yang dilihatnya akan terserap dengan baik dan akan segera menirunya. Anak-anak adalah “foto kopi” orang tuanya. Orang tua sendiri adalah lingkungan terdekat anak, menjadi pemberi teladan pertama yang akan di ingat anak sepanjang umur hidupnya.

Kepala Perpustakaan Nasional (Perpusnas), Muhammad Syarif Bando mengatakan, “Mendidik anak dengan menanamkan kebiasaan membaca sama halnya membangun psikologi anak dan kesadaran orang tua tentang tanggung jawab mendidik serta menumbuhkan budaya literasi”.

Kebiasaan membaca dan menulis memudahkan anak memahami proses belajar. Anak-anak yang awalnya suka membaca buku dapat menjadi penulis. Bacaan favorit akan mempengaruhi kepribadian anak-anak dan menggambarkan masa depan.

Syarif Bando menambahkan ketika dewasa, biarkan daya pikir anak berkembang sesuai dengan minat dan keahlian. Jangan jejali anak dengan banyak keterampilan yang malah membuat mereka kurang fokus.

“Cukup ajari mereka satu keterampilan tetapi mampu berkembang dengan konsisten. Sebabnya, kemampuan inteligensi hanya menentukan keberhasilan 10 persen, sisanya 90 persen dari kerja keras,” tandas Syarif Bando.

Sementara itu, penulis Febi Desa Anggarini mengatakan, perkembangan anak diawali dengan fokus menyimak dan mendengarkan, kemudian jika perasaan senang atau happy sudah terbentuk maka itu akan memudahkan stimulus kedekatan antara anak dan orang tua.

“Hal itu akan memberikan kebahagiaan dan menyehatkan jiwa anak. Namun, tetap upayakan sikap kedisiplinan dan berulang pada setiap fase perkembangan anak,” ujar Febi.

Febi mengingatkan, sejumlah kendala yang acapkali ditemukan pada fase perkembangan anak. Misalnya, anak yang terlalu aktif, mudah bosan, sensitif, dan emosional. “Salah satu solusinya, mengalihkan perhatian anak dengan kegiatan menarik, seperti membaca atau melatih kemampuan menulis,” tandas Febi.

Psikolog dan penulis buku, Sinta Yudisia menambahkan, mengajak anak membaca buku favorit, dapat melatih dan menumbuhkan karakter serta kepribadian anak. “Kebiasaan tersebut, sekaligus juga bisa menjadi gambaran masa depan anak,” kata Sinta.

Sedangkan ahli bibliotherapy, Nanik Setianti menyarankan orang tua untuk mengajak anak mendengarkan lagu sebagai solusi alternatif literasi. Alasannya, lagu memiliki lirik yang bermakna.

“Literasi tidak selalu tentang buku terkait apa yang dibaca dan diserap maknanya. Mendengarkan lagu pun bisa,” pungkas Nanik Setianti.

Sumber: BeritaSatu.com

TENTANG Dunia Perpustakaan

duniaperpustakaan.com merupakan portal seputar bidang dunia perpustakaan yang merupakan bagian dari CV Dunia Perpustakaan GROUP. Membahas informasi seputar dunia perpustakaan, mulai dari berita seputar perpustakaan, lowongan kerja untuk pustakawan, artikel, makalah, jurnal, yang terkait bidang perpustakaan, literasi, arsip, dan sejenisnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *